ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2017 – Moving Averages atau MA merupakan indikator tren yang dapat digunakan untuk menentukan keberadaan dan arah suatu tren. Indikator ini menjadi salah satu alat paling serbaguna yang dapat diterapkan pada grafik harga dan banyak digunakan sebagai bagian dari sistem trading otomatis. Moving Average (MA) memperhalus sifat gerak harga yang tidak menentu dengan merata-ratakan data harga selama periode tertentu. Ini bisa menjadi rata-rata dari harga penutupan (close), harga pembukaan (open), tinggi (high) atau rendah (low).

MA(5) harian dari harga penutupan adalah rata-rata harga penutupan selama 5 hari terakhir. Karena MA menghitung rata-rata data yang sudah lalu (historis), maka MA disebut sebagai indikator lagging yang mengikuti pergerakan harga. Dengan demikian, MA mengidentifikasi tren hanya setelah mereka terbentuk. Selanjutnya, periode MA yang lebih lama bisa lebih mulus dan kurang sensitif terhadap perubahan harga, dibanding periode MA yang lebih pendek namun memiliki lag lebih besar.

Jenis Moving Averages

Ada empat tipe Moving Averages yang populer yaitu Simple Moving Average (SMA), Exponential Moving Average (EMA), Smoothed Moved Average (SMMA), dan Linear Weighted Moving Average (LWMA). Dan ada juga Moving Averages yang kurang populer, seperti Triangular Moving Average (TMA), Variable Moving Average (VMA) dan Volume Adjusted Moving Average (VAME).

Simple Moving Average (SMA)

Simple MA atau sederhana hanyalah rata-rata data harga untuk periode yang di analisis tanpa pembobotan ekstra yang diberikan pada data manapun. Jadi, MA 5 hari dihitung hanya dengan menghitung jumlah harga selama 5 hari terakhir dan membagi hasilnya sebesar 5, dengan rumus sebagai berikut:
SMAn = (harga1 + harga2 + ... + hargan) / n
dimana n adalah periode SMA yang ditentukan oleh analis atau trader.

SMA memiliki dua kelemahan yang bisa membuatnya agak tidak menentu. Pertama, SMA sangat peka terhadap harga yang jatuh (signifikan) saat SMA harga baru dihitung. Jika harga yang turun jauh di atas rata-rata, hal itu dapat menyebabkan SMA turun lumayan dan jika harga yang turun jauh di bawah rata-rata, hal itu dapat menyebabkan SMA meningkat lumayan. Kedua, SMA peka terhadap harga terbaru yang ditambahkan ke perhitungan. Jika harga yang di tambah jauh di atas rata-rata, hal itu dapat menyebabkan SMA meningkat lumayan dan jika harga yang ditambahkan jauh di bawah rata-rata, hal itu dapat menyebabkan SMA mengalami penurunan yang lumayan.

Sumber Gambar: shmula.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Kumpulan Artikel BELAJAR FOREX Lainnya

Nov 14, 2017 51

Peran Mortgage Backed Securities dalam Krisis Keuangan

ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2017 – Mortgage-backed security atau MBS dianggap…
Nov 14, 2017 77

Cara Menentukan Waktu Yang Tepat Untuk Cut Loss

ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2017 – Trader forex yang baik selalu tahu kapan harus…
Nov 14, 2017 51

Cara Menentukan Pola Harga

ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2017 – Pola harga dapat diidentifikasi pada urutan…
Nov 13, 2017 60

Serial Indikator Tren: Pengenalan

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2017 – Dalam analisis teknis, tujuan utama indikator…
Nov 13, 2017 50

Serial Indikator Tren: Moving Averages (Simple)

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2017 – Moving Averages atau MA merupakan indikator…
Nov 13, 2017 46

Serial Indikator Tren: ADX

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2017 – Average Directional Index atau lebih dikenal…
Nov 13, 2017 36

Serial Indikator Oscilator: Pengenalan

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2017 – Indikator Oscilator merupakan indikator utama…
Nov 13, 2017 43

Serial Indikator: Hidden Divergensi

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2017 – Divergensi tersembunyi atau sering disebut…
Nov 13, 2017 40

Serial Indikator: Divergensi

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2017 – Divergensi bukanlah sebuah indikator karena…
Nov 09, 2017 51

Serial Indikator : Failure Swings

ForexSignal88.com l Jakarta, 09/11/2017 – Failure Swings adalah istilah yang pada awalnya…