ForexSignal88.com l Jakarta, 04/09/2017

Metode Level Pivot Fibonacci

Rumus klasik yang sama digunakan untuk menghitung level pivot utama untuk metode Fibonacci namun kemudian level retracement Fibonacci pada kisaran range periode sebelumnya digunakan untuk menentukan berbagai level support dan resistance. Level retracement Fibonacci utama menjadi level 100%, 61,8%, 50%, dan 38,2%.

Metode Level Pivot DeMark

Metode level pivot DeMark dikembangkan oleh Tom DeMark dan sangat berbeda dibandingkan dengan metode level pivot lainnya. Untuk level pivot DeMark, level pivot utama tidak signifikan. Hanya level pivot R1 dan S1 yang signifikan. Namun, perhitungan untuk R1 dan S1 berbeda tergantung pada apakah penutupan periode sebelumnya lebih tinggi, lebih rendah atau sama dengan periode sebelumnya. Jika tutupnya lebih tinggi, maka level high diberi bobot lebih; Jika tutupnya lebih rendah, maka level low diberi bobot lebih; dan jika level close sama dengan yang level open, maka level close diberi bobot lebih. Untuk masing-masing kondisi ini, X dihitung dan R1 dan S1 ditentukan dengan menggunakan rumus:

S1 = X / 2 - Low sebelumnya dan R1 = X / 2 + High sebelumnya

untuk R1 dan S1 masing-masing.

Jika close periode sebelumnya lebih tinggi dari open yaitu periode sebelumnya ditutup di atas open maka X dihitung dengan menggunakan rumus:

X = (2 x High sebelumnya) + Low sebelumnya + Close sebelumnya

Jika close periode sebelumnya lebih rendah dari open yaitu periode sebelumnya ditutup di bawah open maka X dihitung dengan menggunakan rumus:

X = High sebelumnya + (2 x Low sebelumnya) + Close sebelumnya

Terakhir, jika close periode sebelumnya berada pada level yang sama seperti open maka X dihitung dengan menggunakan rumus:

X = High sebelumnya + Low sebelumnya + (2 x Close sebelumnya)

Beberapa trader menghitung level pivot utama dengan menggunakan rumus PP = X / 4, tapi ini bukan level "resmi" DeMark.

Nah, level pivot ini akan berguna bagi Anda yang ingin memanfaatkan identifikasi level support dan resistance secara perhitungan matematis.

Sumber Gambar: play.google.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Kumpulan Artikel BELAJAR FOREX Lainnya

Feb 19, 2018 56

LIBOR – Suku Bunga Acuan Dunia

ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – LIBOR atau ICE LIBOR (sebelumnya BBA LIBOR)…
Feb 13, 2018 35

Pengertian ETF (Exchange Traded Fund)

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/02/2018 – Sering kita mendengar atau membaca mengenai ETF…
Feb 13, 2018 32

Keuntungan Berdagang ETF

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/02/2018 – Melanjutkan pembahasan ETF yang merupakan dana…
Feb 12, 2018 36

Pengaruh Leverage Pada Nilai Pip

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/02/2018 – Akun forex standar memiliki unit lot dan pip…
Feb 12, 2018 51

Data Apa Yang Diperlukan Untuk Melakukan Analisa Teknikal?

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/02/2018 – Hampir semua analisa teknikal dirancang untuk…
Feb 12, 2018 36

Kritikan Terhadap Analisa Fundamental

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/02/2018 – Ada beberapa orang yang terbiasa atau sering…
Feb 12, 2018 45

Hubungan Antara Teknikal dan Fundamental

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/02/2018 – Apakah kejadian fundamental mendorong analisa…
Feb 12, 2018 43

Analisa Teknikal VS Fundamental

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/02/2018 – Beberapa orang melihat orang yang berinvestasi…
Jan 30, 2018 177

Konsep GDP Adam Smith

ForexSignal88.com l Jakarta, 30/01/2018 – Adam Smith sebagai bapak ekonomi dunia…
Jan 29, 2018 141

Perbedaan Hedging Dan Spekulasi

ForexSignal88.com l Jakarta, 29/01/2018 – Spekulan dan hedgers adalah istilah yang…