ForexSignal88.com l Jakarta, 23/08/2017 – Sejumlah indikator yang diplot pada grafik memiliki ruang sendiri dan bukan menyatu dengan grafik harga, seperti MACD, dan terutama indikator range-bound, seperti RSI dan the Stochastic Oscillator. Dua indikator terakhir bisa menunjukkan Failure Swings (failure swings harga). Istilah ini awalnya diciptakan oleh J. Welles Wilder di dalam bukunya, New Concepts in Technical Trading Systems. Tujuan mendeteksi failure swings ini adalah mencari indikasi kuat dari pembalikan arah harga (reversal). Wilder menggunakannya untuk mengkonfirmasi sinyal jual dan beli yang dihasilkan oleh RSI-nya. Failure swings juga bisa diterapkan pada indikator lain selain RSI.

Failure swings dapat terjadi bila indikator berada di wilayah overbought atau oversold dan menandakan bahwa tren saat ini melemah. Sehingga pembalikan arah tren sangat mungkin terjadi. Dalam tren naik atau bullish, indikator mencapai tingkat overbought atau level ekstrim tinggi dan retrace lebih rendah hanya untuk rebound ke arah ekstrimnya lagi. Namun, indikator gagal mencapai level yang sama seperti sebelumnya dan turun lagi, membuat pola M. Kegagalan untuk membuat tinggi yang lebih tinggi adalah yang dimaksud dengan failure swings. Ini menunjukkan bahwa tren naik mendekati akhir dan mungkin akan segera terjadi pembalikkan arah.
Sebaliknya, dalam tren turun atau bearish, indikator mencapai tingkat oversold atau level ekstim rendah dan rebound lebih tinggi hanya untuk retrace ke bawah menuju level ekstrim rendah sebelumnya. Namun, indikator gagal mencapai level ekstrim rendah sebelumnya dan naik lagi, membuat pola W. Kegagalan untuk mencapai level ekstrim rendah sebelumnya adalah failure swings dan mengindikasikan bahwa tren turun kehabisan momentum dan dapat segera terjadi pembalikkan arah.

Failure swings dapat terjadi bersamaan dengan divergensi positif atau negatif antara indikator dan aksi harga, meskipun divergensi bukanlah prasyarat untuk failure swings.

Mendeteksi failure swings bisa digunakan untuk mencari level entry dalam mengantisipasi pembalikan arah tren. Dengan kata lain, posisi diambil berlawanan terhadap tren saat ini. Titik masuknya ditandai saat swing low pada indikator yang muncul tepat sebelum failure swing dalam tren naik atau swing high yang terbentuk tepat sebelum failure swing dalam tren turun. Dalam tren naik, mencari posisi jual dan dalam tren turun, mencari posisi beli. Level – level ini juga bisa digunakan untuk keluar dari posisi (exit) jika Anda sudah lama berada dalam tren naik atau turun dalam tren turun.

Sumber Gambar: feedroll.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Kumpulan Artikel BELAJAR FOREX Lainnya

Sep 18, 2017 67

Bisakah Trading Pakai Windows Excel?

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2017 – Banyak jalan menuju Roma. Demikian pula dengan…
Sep 18, 2017 35

Kelemahan Penerapan Target Inflasi

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2017 – Pendukung target pendapatan nominal mengkritisi…
Sep 18, 2017 36

Kelebihan Penerapan Target Inflasi

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2017 – Ada beberapa bukti empiris bahwa penargetan…
Sep 18, 2017 43

Serial Candlestick: Falling Three Methods

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2017 – Pola candle Three Methods adalah pola…
Sep 18, 2017 54

Kenapa Bank Sentral Gunakan Target Inflasi? (2)

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2017 – Sejarah singkat penerapan target inflasi…
Sep 18, 2017 73

Kenapa Bank Sentral Gunakan Target Inflasi? (1)

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2017 – Penargetan inflasi merupakan rezim kebijakan…
Sep 18, 2017 67

Serial Candlestick: Rising Three Methods

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2017 – Pola candle Three Methods adalah pola…
Sep 18, 2017 46

Serial Candlestick: Piercing

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2017 – Pola Piercing adalah salah satu pola pembalikan…
Sep 18, 2017 32

Pola Tweezers Top

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2017 – Pola Tweezers adalah pola pembalikan arah…
Sep 18, 2017 41

Pola Tweezers Bottom

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2017 – Pola Tweezers adalah pola pembalikan arah…