ForexSignal88.com l Jakarta, 06/06/2017 – Scalping merupakan salah satu strategi yang populer namun tidak semua trader cocok dengan strategi ini. Anda harus memahami betul pengertian scalping dan resikonya, syarat utama scalping dan timeframe yang digunakan. Kami sudah membahas di 2 artikel sebelumnya.

Pada artikel ini, kami akan bahas tiga jenis scalping yang dikenal banyak trader. Yaitu jenis pertama dari scalping biasa disebut “market making,” dimana seorang scalper berusaha menjadi market maker dengan memanfaatkan spread dan memasukkan harga bid dan ask untuk saham tertentu secara bersamaan. Akan tetapi, strategi ini hanya berhasil pada sebagian besar saham yang bergerak dengan perdagangan volume besar tanpa merubah harga awal.

Scalping jenis ini sangat sulit untuk dilakukan karena Anda harus bersaing dengan para market maker lain saat penempatan bid dan ask. Juga, tingkat RRR nya tidak sesuai 1aaa1:1. Tingkat keuntungannya sangat kecil sehingga setiap pergerakan saham terhadap posisi trader bisa mengalami kerugian yang melebihi target profitnya.Ini kurang direkomendasikan.

Dua gaya lainnya didasarkan pada pendekatan yang lebih tradisional dan memerlukan pergerakan harga berubah dengan cepat. Kedua gaya ini juga membutuhkan strategi dan metode analisa yang bagus.

Jenis kedua dari scalping yaitu dilakukan dengan membeli sejumlah besar saham yang terjual untuk mendapatkan keuntungan pada pergerakan harga yang sangat kecil. Scalper tipe ini akan masuk ke posisi membeli beberapa ribu lembar saham dan menunggu pergerakan kecil, yang biasanya diukur dalam sen. Pendekatan semacam itu membutuhkan saham yang sangat likuid untuk memungkinkan trader masuk dan keluar posisi dari 3000 hingga 10.000 saham dengan mudah.

Jika kita analogikan dengan forex, biasanya trader menggunakan lot kecil namun memilki banyak posisi dengan arah yang sama. Ketika terjadi pergerakan positif kecil (bisa dalam cent) maka trader melakukan likuidasi posisi dan mendapatkan keuntungan.

Jenis ketiga dari scalping adalah yang paling dekat dengan metode trading tradisional. Scalper memasukkan (posisi) sejumlah saham pada setup atau sinyal dari sistemnya, dan segera menutup posisi setelah ada sinyal exit pertama yang dihasilkan mendekati rasio RRR 1: 1.

Analoginya dengan pasar forex adalah scalper melakukan open posisi di sejumlah pair secara serentak dan melakukan setup RRR 1:1. Namun jika ada sinyal exit muncul pertama kali, maka scalper tersebut harus Close All Position.

Nah, jika Anda ingin menjadi scalper maka Anda bisa mengidentifikasi jenis scalper seperti apa Anda.

Selamat berburu pips..

Sumber Gambar: winnersedgetrading.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Kumpulan Artikel BELAJAR FOREX Lainnya

Oct 28, 2018 728

Yakin Anda Mengerti Tentang Forex?

Buktikan jika anda memang trader Forex sejati dengan menjawab 10 pertanyaan tentang Forex…
Mar 14, 2018 1239

Teknik Heiken Ashi

ForexSignal88.com l Jakarta, 14/03/2018 – Teknik Heikin-Ashi merata-ratakan data harga…
Mar 12, 2018 794

Mengelola Momentum Trading (2)

Waktu Entry Yang Sempurna Transaksi dengan Momentum terbaik terjadi saat terjadi kejutan…
Mar 12, 2018 773

Mengelola Momentum Trading (1)

Strategi momentum trading, selain dipraktekkan di pasar saham, ini juga bisa dilakukan di…
Mar 12, 2018 754

Apakah Momentum Trading Cocok Untuk Anda?

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat dari momentum trading. Namun, belum tentu ini…
Feb 28, 2018 1419

Mengenal Volatilitas Pasar

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Selama masa pergerakan berfluktuasi (volatile),…
Feb 28, 2018 1044

Luangkan Waktu Dua Jam Sehari Membuat Trading Plan

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Setiap investor yang baik tahu bahwa untuk…
Feb 28, 2018 567

Bagaimana Volatilitas Memberikan Efek Pada Perdagangan?

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Investor, terutama yang menggunakan broker…
Feb 19, 2018 870

LIBOR – Suku Bunga Acuan Dunia

ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – LIBOR atau ICE LIBOR (sebelumnya BBA LIBOR)…
Mar 12, 2018 587

Pengenalan Momentum Trading

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/03/2018 – Investasi momentum nampak kurang seperti…