ForexSignal88.com l Jakarta, 29/05/2017 – Jika Anda sudah siap untuk trading dengan serius dan sudah mengetahui manajemen keuangan di artikel kami sebelumnya, maka ada empat macam stop yang patut Anda ketahui. Simak ulasan berikut.

Equity Stop

Ini adalah macam Stop yang paling sederhana. Trader hanya merisikokan sejumlah dana yang sudah ditetapkan pada akun tradingnya pada satu posisi trading.

Biasanya, trader akan hanya merisikokan 2% dari ekuitas pada setiap trading. Pada akun trading $1,000 , risikonya akan sebesar $ 200, atau sekitar 200 poin, jika menggunakan satu lot mini, atau hanya 20 poin pada satu lot standar. Trader yang agresif dapat mempertimbangkan untuk menggunakan stop pada ekuitas 5%, tapi perlu dicatat bahwa nilai ini biasanya dianggap sebagai batas maksimum manajemen keuangan yang bijaksana. Karena jika 10 trading yang salah berturut-turut hanya akan berakibat akun merugi sebesar 50%.

Salah satu kritik yang kuat  pada equity stop adalah level exit ditentukan semaunya oleh pada trader. Posisi trading ini dilikuidasi bukan sebagai hasil dari respon logis price action di pasar, melainkan untuk memenuhi kontrol internal risiko trader.

Chart Stop

Analisis teknikal dapat menghasilkan ribuan kemungkinan level stop, yang dipicu oleh price action pada grafik atau oleh berbagai sinyal indikator teknikal. Secara teknis, trader cenderung untuk menggabungkan level exit ini dengan standar equity stop, untuk merumuskan chart stop. Sebuah contoh klasik dari chart stop adalah saat swing high /  swing low.

Volatility Stop

Macam stop yang lebih baik dari pada chart stop adalah menggunakan stop volatilitas bukan tergantung pada price action untuk mengatur parameter risiko. Idenya adalah bahwa trader perlu beradaptasi dalam lingkungan volatilitas tinggi. Sebaliknya berlaku bagi lingkungan volatilitas yang rendah, di mana parameter risiko perlu dikompresi.

Salah satu cara mudah untuk mengukur volatilitas adalah melalui penggunaan Bollinger band, yang menggunakan deviasi standar untuk mengukur variasi harga.

Perhatikan bahwa total eksposur risiko posisi tidak boleh melebihi 2% dari akun, sehingga sangat penting bahwa trader menggunakan banyak lot yang lebih kecil untuk memperhitungkan dengan benar risiko kumulatif nya dalam trading.

(bersambung)

Sumber tulisan: ForexSignal88

Sumber gambar: fxtradingrevolution.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Kumpulan Artikel BELAJAR FOREX Lainnya

Oct 28, 2018 727

Yakin Anda Mengerti Tentang Forex?

Buktikan jika anda memang trader Forex sejati dengan menjawab 10 pertanyaan tentang Forex…
Mar 14, 2018 1239

Teknik Heiken Ashi

ForexSignal88.com l Jakarta, 14/03/2018 – Teknik Heikin-Ashi merata-ratakan data harga…
Mar 12, 2018 794

Mengelola Momentum Trading (2)

Waktu Entry Yang Sempurna Transaksi dengan Momentum terbaik terjadi saat terjadi kejutan…
Mar 12, 2018 773

Mengelola Momentum Trading (1)

Strategi momentum trading, selain dipraktekkan di pasar saham, ini juga bisa dilakukan di…
Mar 12, 2018 754

Apakah Momentum Trading Cocok Untuk Anda?

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat dari momentum trading. Namun, belum tentu ini…
Feb 28, 2018 1419

Mengenal Volatilitas Pasar

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Selama masa pergerakan berfluktuasi (volatile),…
Feb 28, 2018 1044

Luangkan Waktu Dua Jam Sehari Membuat Trading Plan

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Setiap investor yang baik tahu bahwa untuk…
Feb 28, 2018 567

Bagaimana Volatilitas Memberikan Efek Pada Perdagangan?

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Investor, terutama yang menggunakan broker…
Feb 19, 2018 870

LIBOR – Suku Bunga Acuan Dunia

ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – LIBOR atau ICE LIBOR (sebelumnya BBA LIBOR)…
Mar 12, 2018 587

Pengenalan Momentum Trading

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/03/2018 – Investasi momentum nampak kurang seperti…