ForexSignal88.com l Jakarta, 29/03/2017 – Setelah di tiga tulisan sebelumnya kami membahas tentang pentingnya memperhatikan data ketenagakerjaan, kini kita bahas data ekonomi penting lainnya yaitu sisi pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

Produk Domestik Bruto (Growth Domestic Product)

Pertumbuhan ekonomi sebuah negara diwakili oleh data Produk Domestik Bruto (PDB) atau Growth Domestic Product (GDP). Data ini cukup penting karena merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan ekonomi sebuah negara dalam menghadapi persaingan global.

Di Indonesia, sata ini dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kalau di AS dirilis oleh Department of Commerce dan dirilis setiap tiga bulan sekali atau setiap kuartal berakhir dan di bulan berikutnya akan data tersebut akan dirilis. Dalam bidang ekonomi, PDB adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional.

PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari Produk Nasional Bruto (PNB) atau Growth National Product (GNP) karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut.

Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan.

PDB Nominal merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan PDB riil, atau disebut PDB Atas Dasar Harga Konstan, mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga.

PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan. Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:

PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (ekspor - impor)

Di mana konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri.

Sementara pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi, dengan rumus:

PDB = sewa + upah + bunga + laba

Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.

Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktik menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.

PDB atau GDP sangatlah penting untuk dipelajari karena data tersebut merupakan salah satu indikator ekonomi makro dan menentukan sumber daya yang terpakai. Besaran atau jumlah dari data tersebut dapat mempengaruhi situasi ekonomi di lingkungan sekitar dan negara terlapor.

Logika yang dapat dipakai para investor atau trader menyikapi data tersebut sebagai berikut: asumsi pertama yang bisa dipakai ketika data ini mengalami penurunan angka pertumbuhan kuartal sekarang dibanding periode atau kuartal sebelumnya, maka dapat dipastikan kondisi laju pertumbuhan ekonomi yang melambat di sebuah negara akan membawa dampak yang negatif terhadap ekonomi maupun situasi keamanan yang berpotensi menimbulkan kondisi yang tidak kondusif.

Pemerintah sebagai pengatur kebijakan fiskal akan terbebani dengan rendahnya pergerakan ekonominya. Pemerintah harus menggenjot aktivitas ekonominya dengan cara seperti menyediakan dana untuk menciptakan pekerjaan atau memberikan semacam bantuan dana insentif atau modal usaha agar mereka dapat berusaha mandiri dalam menyediakan kebutuhan hidup sehari-hari misalkan membuka warung atau toko kelontong.

Untuk bank sentral sebagai pengatur kebijakan moneter, kegiatan yang akan dilakukan seperti merendahkan suku bunganya. Tujuan merendahkan suku bunga atau melonggarkan kebijakan moneter (super-loose monetary policy) dengan tujuan menurunkan tingkat bunga kredit investasi dan menurunkan nilai mata uangnya sehingga kegiatan ekonomi dan bisnis di dalam negeri makin menarik bagi investor dalam dan luar negeri.

Tujuan bank sentral yang paling penting adalah meningkatkan usaha di dalam negeri sehingga kegiatan investasi akan meningkat dan ekonomi dengan sendirinya akan membaik dimana pabrikan atau perusahaan atau pebisnis membutuhkan tenaga kerja lebih banyak. Hal ini lambat laun asumsi kedua akan muncul.

Bila kebijakan ini berhasil maka laju pertumbuhan ekonomi negara tersebut makin meningkat, sehingga asumsi kedua akan segera terbentuk. Asumsi kedua ini yaitu ketika data ini membaik di periode ini atau lebih bagus dibanding periode sebelumnya.

Seperti kita ketahui bahwa semakin tinggi laju pertumbuhan ekonomi atau PDB-nya maka semakin baik kondisi ekonomi negara tersebut. Ini terlihat bahwa daya beli konsumen akan meningkat karena upah dan jumlah tenaga kerja juga naik.

Daya beli meningkat maka semua lini bisnis juga akan membaik. Toko ritel sisi penjualannya membaik, sektor properti makin laku rumahnya, perbankan meningkat aktivitasnya karena banyak orang mengambil kredit konsumsi seperti untuk rumah dan mobil, sektor pabrikan akan meningkat karena pesanan barang baru meningkat.

Dampak dari asumsi kedua tersebut adalah pemerintah akan membatasi bantuan fiskal seperti insentif modal akan diturunkan sehingga anggaran belanja negara akan dialihkan ke pos anggaran yang lain. Dengan kata lain tabungan dan anggaran pemerintah makin membaik.

Bank sentral akan mulai mengetatkan kebijakan moneternya (tightening monetary policy) bila kondisi tersebut tercapai. Bank sentral akan menghentikan bantuan stimulus dan mulai menaikkan suku bunganya. Dengan kondisi seperti ini maka nilai mata uang akan menguat dan bila ini terjadi di AS maka dolar AS akan menguat terhadap mata uang utama dunia dan terhadap emas.

Sumber tulisan: ForexSignal88

Sumber gambar: Budapest Business Journal

Share This


Artikel Terkait Lainnya

Kumpulan Artikel BELAJAR FOREX Lainnya

Oct 28, 2018 728

Yakin Anda Mengerti Tentang Forex?

Buktikan jika anda memang trader Forex sejati dengan menjawab 10 pertanyaan tentang Forex…
Mar 14, 2018 1239

Teknik Heiken Ashi

ForexSignal88.com l Jakarta, 14/03/2018 – Teknik Heikin-Ashi merata-ratakan data harga…
Mar 12, 2018 794

Mengelola Momentum Trading (2)

Waktu Entry Yang Sempurna Transaksi dengan Momentum terbaik terjadi saat terjadi kejutan…
Mar 12, 2018 773

Mengelola Momentum Trading (1)

Strategi momentum trading, selain dipraktekkan di pasar saham, ini juga bisa dilakukan di…
Mar 12, 2018 754

Apakah Momentum Trading Cocok Untuk Anda?

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat dari momentum trading. Namun, belum tentu ini…
Feb 28, 2018 1419

Mengenal Volatilitas Pasar

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Selama masa pergerakan berfluktuasi (volatile),…
Feb 28, 2018 1044

Luangkan Waktu Dua Jam Sehari Membuat Trading Plan

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Setiap investor yang baik tahu bahwa untuk…
Feb 28, 2018 567

Bagaimana Volatilitas Memberikan Efek Pada Perdagangan?

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Investor, terutama yang menggunakan broker…
Feb 19, 2018 870

LIBOR – Suku Bunga Acuan Dunia

ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – LIBOR atau ICE LIBOR (sebelumnya BBA LIBOR)…
Mar 12, 2018 587

Pengenalan Momentum Trading

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/03/2018 – Investasi momentum nampak kurang seperti…