ForexSignal88.com l Jakarta  – Pergerakan harga di pasar keuangan, bahkan juga di pasar riil, sangat dipengaruhi oleh beberapa data-data ekonomi. Untuk menambah pengetahuan kita sebagai investor, trader dan analis, mari kita lanjutkan lagi bahasan mengenai data-data ekonomi yang sangat mempengaruhi pasar.

Pada Bagian 1, tim FS88 Research Division sudah mengulas tentang data situasi tenaga kerja (employment situation). Kini kami akan mengupas tentang tingkat pengangguran dalam sebuah negara yang menjadi salah satu refleksi ekonomi negara tersebut.

Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate)

Tingkat pengangguran adalah angka yang diperoleh dari jumlah orang yang menganggur dibagi jumlah angkatan kerja dikali dengan 100 persen. Pengangguran sendiri berarti jumlah orang yang berada pada usia kerja dan sedang mencari pekerjaan.

Pengangguran di suatu negara tidak mungkin hilang sama sekali karena ada pengangguran yang disebut pengangguran friksional (frictional unemployment) yaitu pengangguran karena masuknya tenaga kerja baru seperti orang yang baru lulus sekolah dan juga orang yang berganti pekerjaan atau orang yang dipecat.

Selain itu juga ada pengangguran structural (structural unemployement) yaitu pengangguran yang terjadi karena perekonomian berubah sehingga penawaran dan permintaan tenaga kerja juga berubah.

Jadi yang disebut full employment bila yang hilang hanya pengangguran siklikal (cyclical unemployment) yaitu pengangguran yang disebabkan adanya siklus bisnis.

Tingkat pengangguran penting untuk dipelajari karena pengangguran merupakan salah satu indikator ekonomi makro dan menyebabkan sumber daya terbuang percuma. Selain itu, bagi orang yang menganggur akan menyebabkan masalah misalkan stres atau berpotensi akan menimbulkan kerawanan sosial dan keamanan di lingkungan sekitar dan negara.

Logika yang dapat dipakai para investor atau trader menyikapi data tingkat pengangguran ini sebagai berikut:

1.  Asumsi pertama yang bisa dipakai ketika data ini mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya, maka dapat dipastikan kondisi tenaga kerja sebuah negara akan membawa masalah baik terhadap ekonomi maupun situasi keamanan yang berpotensi menimbulkan kondisi yang tidak kondusif.

2.  Pemerintah sebagai pengatur kebijakan fiskal akan terbebani dengan tingginya tingkat pengangguran. Pemerintah harus menyediakan dana untuk menciptakan pekerjaan atau memberikan semacam bantuan dana insentif atau modal usaha agar mereka dapat berusaha mandiri dalam menyediakan kebutuhan hidup sehari-hari misalkan membuka warung atau toko kelontong.

3.  Bagi bank sentral sebagai pengatur kebijakan moneter, salah satu langkah yang akan dilakukan adalah merendahkan suku bunganya. Tujuan merendahkan suku bunga atau melonggarkan kebijakan moneter (super-loose monetary policy) adalah menurunkan tingkat bunga kredit investasi dan bertujuan menurunkan nilai mata uangnya sehingga kegiatan bisnis di dalam negeri semakin menarik bagi investor dalam dan luar negeri.

Tujuan bank sentral yang paling penting adalah meningkatkan usaha di dalam negeri sehingga kegiatan investasi akan meningkat dan ekonomi dengan sendirinya akan membaik dimana pabrikan atau perusahaan atau pebisnis membutuhkan tenaga kerja lebih banyak. Hal ini lambat laun akan memunculkan asumsi kedua.

Bila kebijakan tersebut di atas berhasil maka tingkat pengangguran akan menurun, sehingga asumsi kedua akan segera terbentuk. Asumsi kedua ini yaitu ketika tingkat pengangguran di periode ini lebih rendah atau lebih bagus dibanding periode sebelumnya.

Seperti kita ketahui bahwa semakin rendah tingkat pengangguran maka semakin baik kondisi ekonomi negara tersebut. Ini terlihat bahwa daya beli konsumen akan meningkat karena upah dan jumlah tenaga kerja juga naik.

Daya beli meningkat maka semua lini bisnis juga akan membaik. Toko kelontong penjualannya membaik, sektor properti makin laku rumah, gedung dan lahan yang dijualnya, perbankan meningkat aktivitasnya karena banyak orang mengambil kredit konsumsi seperti untuk rumah dan mobil, sektor pabrikan akan meningkat karena pesanan barang baru pun meningkat.

Dampak dari asumsi kedua tersebut adalah pemerintah akan membatasi bantuan fiskal seperti insentif modal akan diturunkan sehingga anggaran belanja negara akan dialihkan ke pos anggaran yang lain. Dengan kata lain tabungan pemerintah makin membaik.

Selanjutnya bank sentral akan mulai mengetatkan kebijakan moneternya (tightening monetary policy) bila kondisi tersebut tercapai. Bank sentral akan menghentikan bantuan stimulus dan mulai menaikkan suku bunganya. Dengan kondisi seperti ini maka nilai mata uang akan menguat dan bila ini terjadi di AS maka dolar AS akan menguat terhadap mata uang utama dunia dan juga terhadap emas.

Sumber berita: ForexSignal88

Sumber gambar: Live Science

Share This


Artikel Terkait Lainnya

Kumpulan Artikel BELAJAR FOREX Lainnya

Oct 28, 2018 708

Yakin Anda Mengerti Tentang Forex?

Buktikan jika anda memang trader Forex sejati dengan menjawab 10 pertanyaan tentang Forex…
Mar 14, 2018 1226

Teknik Heiken Ashi

ForexSignal88.com l Jakarta, 14/03/2018 – Teknik Heikin-Ashi merata-ratakan data harga…
Mar 12, 2018 782

Mengelola Momentum Trading (2)

Waktu Entry Yang Sempurna Transaksi dengan Momentum terbaik terjadi saat terjadi kejutan…
Mar 12, 2018 761

Mengelola Momentum Trading (1)

Strategi momentum trading, selain dipraktekkan di pasar saham, ini juga bisa dilakukan di…
Mar 12, 2018 741

Apakah Momentum Trading Cocok Untuk Anda?

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat dari momentum trading. Namun, belum tentu ini…
Feb 28, 2018 1405

Mengenal Volatilitas Pasar

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Selama masa pergerakan berfluktuasi (volatile),…
Feb 28, 2018 1019

Luangkan Waktu Dua Jam Sehari Membuat Trading Plan

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Setiap investor yang baik tahu bahwa untuk…
Feb 28, 2018 551

Bagaimana Volatilitas Memberikan Efek Pada Perdagangan?

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Investor, terutama yang menggunakan broker…
Feb 19, 2018 858

LIBOR – Suku Bunga Acuan Dunia

ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – LIBOR atau ICE LIBOR (sebelumnya BBA LIBOR)…
Mar 12, 2018 572

Pengenalan Momentum Trading

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/03/2018 – Investasi momentum nampak kurang seperti…