ForexSignal88.com l Jakarta, 14/02/2018 – Harga emas terus menunjukkan kekuatan relatifnya terhadap ekuitas dan komoditas lainnya karena fear factor (faktor ketakutan) yang melekat di diri para investor ekuitas masih tetap tinggi.

Meskipun para pedagang memperkirakan kenaikan jangka pendek emas akan tertahan menjelang data inflasi AS terbaru, sebagian dari mereka melihat ada beberapa alasan untuk meyakini bahwa fear factor yang mendasari psikologi pasar tidak hanya akan mendukung emas namun pada akhirnya meningkatkan harga komoditas ini lebih tinggi daripada yang diperkirakan kebanyakan pengamat pasar.

Data MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division menunjukkan pada hari Selasa harga emas bergerak naik dari $1.321,45 ke $1.330,85 kemudian berakhir di $1.329,20 atau lebih tinggi 0,51% dibandingkan penutupan di sesi sebelumnya.

Kekhawatiran utama pasar berpusat pada tingkat suku bunga yang lebih tinggi dan kenaikan inflasi global yang diperkirakan banyak orang akan segera terjadi. Kegelisahan di bursa saham global baru-baru ini dimulai sejak awal bulan ini ketika data ketenagakerjaan AS terbaru menunjukkan lonjakan pertumbuhan pekerjaan dan kenaikan upah, yang meningkatkan ekspektasi bahwa pasar tenaga kerja akan mencapai lapangan kerja penuh (full-employment) pada tahun ini.

Federal Reserve telah lama yakin bahwa full-employment memberikan kontribusi terhadap inflasi meskipun cukup lama tidak ada data-data untuk mendukung pandangan bank tersebut. Meskipun demikian, persepsi adalah sebuah kenyataan saat berkaitan dengan pasar pada basis jangka pendek sehingga keyakinan yang meluas bahwa inflasi bisa menjadi masalah pada tahun ini sudah cukup untuk mengganggu pasar ekuitas.

Sementara harga emas awalnya terpukul oleh kepanikan di awal bulan ini, harga emas kemudian sejak stabil karena para investor mulai kembali sadar dan obyektif mengenai prospek harga emas jangka menengah.

Pasar secara bertahap menyadari bahwa tidak hanya emas yang bisa mendapat keuntungan dari kenaikan inflasi, tentunya dengan asumsi hal itu akan terjadi, namun kekhawatiran langsung lebih lanjut juga dapat memberi emas sebuah dorongan dari permintaan pasar terhadap aset safe haven jika volatilitas di pasar keuangan tetap tinggi.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Seeking Alpha

Sumber gambar: Wall Street Journal

Share This

Berita Komoditas Lainnya

February 22, 2018

Harga Emas Melemah Sedikit Setelah FOMC Minutes Dirilis

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/02/2018 – Harga emas merosot lebih lanjut di sesi Rabu, sehari setelah penurunan harian terbesar dalam dua setengah bulan, namun sempat melambung tinggi karena dolar AS sempat tergelincir dalam waktu singkat setelah rilis…
February 22, 2018

Harga Minyak Bergerak Melemah

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/02/2018 – Pada perdagangan kemarin, harga minyak dunia bergerak seragam dimana keduanya bergerak turun dengan pemicu bahwa kondisi nilai dolar AS yang menguat tentu akan membatasi sisi beli minyak itu sendiri. Penguatan dolar…
February 21, 2018

Melemahnya Harga Minyak Terpicu Oleh Naiknya Nilai Dolar AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/02/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga sore hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak seragam di mana minyak WTI dan minyak Brent masuk di area konsolidasi alias masuk di area aksi ambil untung…
February 21, 2018

Harga Emas Tetap di Ruang Koreksinya

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/02/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, harga emas masih bergerak dengan nuansa yang negatif di mana situasi jual masih berlanjut…
February 21, 2018

Harga Emas Cetak Penurunan Harian Terburuk dalam 1½ Tahun

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/02/2018 – Harga emas terpukul pada hari Selasa, dengan harga komoditas tersebut mencatatkan penurunan hariannya yang paling tajam dalam lebih dari satu tahun, dengan latar belakang penguatan dolar AS dan stabilisasi ekuitas.…