ForexSignal88.com l Jakarta, 14/02/2018 – Pada perdagangan kemarin, harga minyak dunia bergerak seragam dimana kedua harga minyak dunia tersebut mengalami pelemahannya kembali  sebagai bentuk kegagalan menjaga situasi yang kondusif dengan pemicu masih akan tingginya produksi minyak AS.

International Energy Agency (IEA) dalam laporan bulanannya menyatakan bahwa produksi minyak AS bisa melebihi angka 11 juta bph di tahun ini, namun juga melaporkan bahwa permintaan konsumsi minyak dunia akan naik juga sekitar 7,7% di tahun ini.

Ini hampir mirip dengan lapiran bulanan OPEC yang rilis sehari sebelumnya di mana OPEC menyatakan bahwa perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia akan tumbuh 1,59 juta bph atau naik 60 ribu bph dengan pendorong utama dari impor China. Tumbuhnya minyak dari kelompok kartel produsen minyak ini menunjukkan bahwa ekonomi dunia sedang membaik. Sedangkan keluaran produksi minyak non-OPEC akan meningkat pula menjadi 59,62 juta bph atau naik 320 ribu bph dari perkiraan yang terakhir.

Namun EIA merilis laporan bulanan mengenai 7 tempat pengeboran utama di AS yang mengalami kenaikan produksi minyak mentah sekitar 111 ribu bph sehingga sekarang produksinya mencapai 6,756 juta bph, menandakan akhir tahun ini produksi minyak AS bisa mendekati angka 11 juta bph.

Hal ini membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Maret di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk ditutup melemah $0,44 atau 0,74% di level $58,85 per barel. Sedangkan minyak Brent kontrak April di pasar ICE Futures London ditutup melemah $0,10 atau 0,16% di harga $62,49 per barel.

Data API tentang persediaan minyak AS mingguan juga membuat pasar sedikit terkejut di pagi ini. API menyatakan bahwa persediaan minyak mentah AS mengalami kenaikan sebesar 3,947 juta barel di pekan lalu. Persediaan minyak bensin mengalami kenaikan juga sebesar 4,634 juta barel. Untuk persediaan minyak pemanas dan solar juga mengalami kenaikan sebesar 1,095 juta barel.

Kenaikan ini merupakan pertanda dari laporan Baker Hughes bahwa sebanyak 26 pengeboran kembali diaktifkan kembali dan total rig yang aktif berjumlah 791 buah, tertinggi sejak April 2015. Tingginya jumlah rig yang aktif menandakan bahwa persediaan minyak AS akan meningkat kembali.

Sementara itu pekan lalu EIA melaporkan bahwa produksi minyak mentah AS mengalami kenaikan sebesar 332 ribu bph menjadi 10,251 juta bph, melewati rekor tertinggi produksi minyak serpih dalam sejarah AS pada tahun 1970 sebesar 10,04 juta bph. EIA juga membuat proyeksi pertumbuhan produksi minyak AS di tahun 2018 akan menjadi 10,6 juta bph dan 2019 akan menjadi 11,2 juta bph, naik dari rata-rata produksi 2017 yang mencapai 9,3 juta bph. Produksi minyak AS akan melewati dominasi Arab Saudi dan Rusia.

Investor akan menantikan data persediaan minyak AS versi pemerintah yang akan dilaporkan EIA nanti malam. Kadang kala data API dengan EIA sama, namun kadang juga berseberangan.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: Business Insider

Share This

Berita Komoditas Lainnya

November 16, 2018

Harga Emas Amankan Dorongan Bullish Akibat Brexit

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Hingga Jumat siang ini harga emas berusaha menjaga momentum bullish karena para investor tetap mencari aset safe haven di tengah kekhawatiran atas potensi kekacauan kepergian Inggris dari Uni Eropa. Harga emas spot…
November 16, 2018

Kisruh Brexit Dorong Investor Bergegas ke Safe Haven Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Harga emas menanjak kembali di Jumat pagi, mencapai puncak satu minggu karena para investor mencari perlindungan dari gejolak pasar setelah draft perjanjian Brexit yang telah lama ditunggu-tunggu menjelma menjadi…
November 15, 2018

Harga Emas Sideways, Pasar Menunggu Data Ritel dan Pidato Powell

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Harga emas (XAUUSD) tetap stabil pada Kamis siang, setelah naik hampir satu persen di sesi sebelumnya, karena dolar AS mundur lebih jauh dari puncak 16 bulan terhadap sekumpulan mata uang utama. Saat berita ini…
November 15, 2018

Harga Emas Terkerek Potensi Suram Ekonomi Global dan Depresiasi Greenback

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/11/2018 – Harga emas (XAUUSD) beranjak naik pada sesi perdagangan Rabu, terdongkrak oleh masih adanya kekhawatiran para pelaku pasar terhadap perkembangan potensi ekonomi dan geopolitik yang membuat mereka segera beralih…
November 14, 2018

Harga Emas Mencoba Teruskan Rebound Saat Pasar Menunggu CPI AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Harga emas masih diliputi nuansa positif pada Rabu pagi, menyusul rebound yang terjadi kemarin setelah harga komoditas ini jatuh sejenak ke bawah level psikologis $1.200,00. Namun perdagangan emas berjangka di divisi…