ForexSignal88.com l Jakarta, 12/02/2018 – Pada perdagangan akhir pekan kemarin, harga minyak dunia bergerak seragam dimana harga minyak WTI dan harga minyak Brent serasi untuk melanjutkan pelemahannya sebagai wujud dari pasokan minyak dunia akan mengalami surplus yang berlebihan untuk di masa mendatang.

Kondisi ini membuat harga dari kedua jenis minyak mentah ini telah meluncur tajam sejak mencapai puncak harga di Januari lalu di mana telah menurun 11%. Kedua minyak di pekan lalu mengalami penurunan terburuk sejak Januari 2016. Dan selama 6 hari berturut-turut kedua minyak berjangka ini turun disebabkan oleh produksi minyak AS yang melejit dan peningkatan yang mengejutkan dari produksi minyak Laut Utara yang sebelumnya ditutup di awal minggu lalu.

Hal ini membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Maret di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk ditutup melemah $1,95 atau 3,19% di level $59,20 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak April di pasar ICE Futures London ditutup melemah $2,02 atau 3,12% di harga $62,79 per barel. Untuk perdagangan mingguan, harga minyak WTI mengalami penurunan sebesar 9,6% dan harga Brent turun 8,6%.

Baker Hughes juga menyatakan bahwa sebanyak 26 pengeboran kembali diaktifkan kembali dan total rig yang aktif berjumlah 791 buah, tertinggi sejak April 2015. Tingginya jumlah rig yang aktif menandakan bahwa persediaan minyak AS akan meningkat kembali.

Sementara itu pekan lalu EIA melaporkan bahwa produksi minyak mentah AS mengalami kenaikan sebesar 332 ribu bph menjadi 10,251 juta bph, melewati rekor tertinggi produksi minyak serpih dalam sejarah AS pada tahun 1970 sebesar 10,04 juta bph. Sebelumnya EIA menyatakan bahwa persediaan minyak mentah AS mengalami kenaikan sebesar 1,895 juta barel, sedangkan persediaan minyak bensin juga naik sebesar 3,414 juta barel. Untuk persediaan minyak pemanas dan minyak solar juga naik sebesar 3,926 juta barel.

Naiknya produksi minyak AS tersebut terjadi setelah disparitas harga antara minyak Brent dan minyak WTI di bulan lalu sempat melebar di atas $6 per barel disertai pula oleh kenaikan harga minyak itu sendiri. Namun selain itu, penurunan harga minyak ini juga disebabkan akan mulai rendahnya permintaan minyak pemanas di kala belahan bumi Utara sudah memasuki musim panasnya yang biasanya disertai pula mulai turunnya permintaan tersebut.

EIA juga membuat proyeksi pertumbuhan produksi minyak AS di tahun 2018 akan menjadi 10,6 juta bph dan 2019 akan menjadi 11,2 juta bph, naik dari rata-rata produksi 2017 yang mencapai 9,3 juta bph. Produksi minyak AS akan melewati dominasi Arab Saudi dan Rusia.

Tekanan harga minyak juga datang dari Iran setelah semalam menyatakan bahwa produksi minyak Iran akan meningkat dalam 4 tahun ke depan. Iran sebagai negara produsen minyak anggota OPEC memang sedikit diberi kelonggaran untuk tidak ikut dalam komitmen pembatasan pasokan minyak 1,8 juta bph karena negara tersebut baru lepas dari embargo AS. Diperkirakan dalam waktu 4 tahun ke depan, produksi minyak Iran akan tumbuh sekitar 700 ribu bph.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: Earth Justice

Share This

Berita Komoditas Lainnya

May 24, 2018

Notulen Rapat The Fed Bikin Harga Emas Gembira

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/05/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit menguat dengan potensi aksi beli lanjutan yang sepertinya terjadi setelah nada dovish dari notulen rapat suku bunga the Fed dini hari tadi.…
May 24, 2018

Faktor Fed Minutes dan Perdagangan AS Dukung Naiknya Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/05/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London di mana harga emas saat ini masih bergerak untuk mengalami penguatannya dengan keyakinan…
May 23, 2018

Harga Emas Sulit Bangkit Jelang Fed Minutes

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/05/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London di mana harga emas saat ini masih bergerak untuk mengalami pelemahannya dengan keyakinan…
May 23, 2018

Harga Emas Positif Meski Trump Rencanakan Pemotongan Pajak Lagi

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/05/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit menguat dengan potensi aksi beli lanjutan yang sepertinya terjadi meski Presiden Trump akan merencanakan pemotongan pajaknya kembali. Seperti…
May 22, 2018

Denuklirisasi Korea Utara Sedikit Dorong Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/05/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit menguat dengan potensi aksi beli lanjutan yang sepertinya terjadi karena masalah denuklirisasi Korea Utara akan gagal dilanjutkan. Seperti kita…