ForexSignal88.com l Jakarta, 07/02/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga sore hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak seragam dan serasi dimana kedua jenis minyak ini menguat sebagai bentuk munculnya aksi beli kembali setelah 3 hari perdagangan sebelumnya mengalami tekanan harga yang cukup besar dengan kekhawatiran terhadap produksi minyak AS yang akan membesar.

Dolar AS atau greenback sudah agak terdesak, sehingga biasanya akan sedikit dimanfaatkan oleh investor minyak untuk ‘buyback’ lagi ke minyak. Kondisi ini tentu membuat harga minyak mengalami kenaikan kembali mengingat sebagian besar perdagangan minyak menggunakan mata uang AS ini sebagai alat tukar sehingga ada kesan bahwa harga minyak sedang lebih murah dalam upaya belinya.

Penguatan harga minyak juga didukung semenjak tadi pagi ketika API melaporkan persediaan minyak AS di mana dilaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS di pekan lalu mengalami penurunan sebesar 1,050 juta barel. Persediaan bensin turun 227 ribu barel dan persediaan minyak pemanas serta solar naik 4,552 juta barel.

Pasar sekarang tinggal menantikan data persediaan minyak mentah AS versi pemerintah yang akan di rilis EIA nanti malam. Kadang kala antara EIA dengan API hasilnya sama, namun kadang pula hasilnya berseberangan. Bila data EIA menyatakan ada penurunan persediaan minyak mentah, maka harga minyak dunia akan membaik.

Alhasil membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Maret di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara menguat $0,52 atau 0,82% di level $63,91 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak April di pasar ICE Futures London sementara sedang menguat $0,59 atau 0,88% di harga $67,45 per barel.

Namun beberapa pengamat selalu mengingatkan bahwa akan terjadi penurunan harga minyak karena mereka telah melihat bahwa harga Brent sudah di level $67 per barel, di mana bisa memantul ke atas kembali dan juga bisa ke bawah untuk sesaat sebelum melakukan konsolidasinya. Hal ini terjadi karena beberapa produsen minyak tersebut juga sudah mulai menurunkan harga penjualannya termasuk produsen minyak Rusia dan Arab Saudi.

Tekanan terhadap harga juga terjadi karena pengaruh laporan EIA pekan lalu belum hilang di mana EIA menyatakan bahwa produksi minyak mentah AS mengalami kenaikan sebesar 44 ribu bph menjadi 9,919 juta bph, mendekati rekor tertinggi produksi minyak serpih dalam sejarah AS pada tahun 1970 sebesar 10,04 juta bph. Apalagi pekan lalu Baker Hughes telah menyatakan bahwa 6 kilang pengeboran minyak AS telah diaktifkan lagi sehingga total rig yang aktif berjumlah 765, tertinggi sejak Agustus tahun lalu.

EIA sendiri mengharapkan bahwa produksi minyak AS meningkat menjadi rata-rata 10,59 juta bph pada tahun 2018 dan kemudian 11,18 juta bph pada 2019. Produksi AS akan melebihi produksi minyak Rusia yang rata-rata mencapai 10,98 juta bph di tahun lalu. Seperti kita ketahui bahwa Rusia merupakan produsen minyak terbesar di dunia.

Sumber berita: Bloomberg, ForexSignal88.com, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: CNN Money

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Komoditas Lainnya

November 16, 2018

Harga Emas Amankan Dorongan Bullish Akibat Brexit

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Hingga Jumat siang ini harga emas berusaha menjaga momentum bullish karena para investor tetap mencari aset safe haven di tengah kekhawatiran atas potensi kekacauan kepergian Inggris dari Uni Eropa. Harga emas spot…
November 16, 2018

Kisruh Brexit Dorong Investor Bergegas ke Safe Haven Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Harga emas menanjak kembali di Jumat pagi, mencapai puncak satu minggu karena para investor mencari perlindungan dari gejolak pasar setelah draft perjanjian Brexit yang telah lama ditunggu-tunggu menjelma menjadi…
November 15, 2018

Harga Emas Sideways, Pasar Menunggu Data Ritel dan Pidato Powell

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Harga emas (XAUUSD) tetap stabil pada Kamis siang, setelah naik hampir satu persen di sesi sebelumnya, karena dolar AS mundur lebih jauh dari puncak 16 bulan terhadap sekumpulan mata uang utama. Saat berita ini…
November 15, 2018

Harga Emas Terkerek Potensi Suram Ekonomi Global dan Depresiasi Greenback

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/11/2018 – Harga emas (XAUUSD) beranjak naik pada sesi perdagangan Rabu, terdongkrak oleh masih adanya kekhawatiran para pelaku pasar terhadap perkembangan potensi ekonomi dan geopolitik yang membuat mereka segera beralih…
November 14, 2018

Harga Emas Mencoba Teruskan Rebound Saat Pasar Menunggu CPI AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Harga emas masih diliputi nuansa positif pada Rabu pagi, menyusul rebound yang terjadi kemarin setelah harga komoditas ini jatuh sejenak ke bawah level psikologis $1.200,00. Namun perdagangan emas berjangka di divisi…