ForexSignal88.com l Jakarta, 06/02/2018 – Harga emas berhasil mengakhiri sesi perdagangan awal pekan dengan penutupan positif namun pergerakan naiknya tersendat karena di saat yang sama dolar AS bergerak menjauh dari posisi terendah multi bulan setelah data sektor layanan AS melampaui perkiraan para ekonom sehingga menegaskan kembali harapan para investor bahwa pertumbuhan ekonomi AS yang bullish akan memperkuat rencana Federal Reserve untuk menaikkan suku bunganya secara lebih agresif.

Data MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division menunjukkan pada hari Senin harga emas bergerak naik dari $1.328,80 ke $1.341,40 kemudian berakhir di $1.339,40 atau lebih tinggi 0,58% dibandingkan penutupan di sesi sebelumnya.

Data ISM non-manufacturing untuk bulan Januari menunjukkan kenaikan menjadi 59,9, melebihi angka 56,5 yang diperkirakan para ekonom.

Scotia bank mengatakan bahwa data ISM non-manufacturing yang optimis adalah sebuah nilai tambah yang kuat untuk pertumbuhan AS yang menjadi komponen hawkish bagi Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Dalam lingkungan suku bunga yang meningkat, selera para investor untuk emas biasanya melemah karena biaya peluang (opportunity cost) akan menahan kenaikan logam mulia relatif terhadap aset berbunga seperti obligasi.

Emas mengalami kerugian mingguan terbesar sejak Desember pada pekan lalu karena data menunjukkan para pedagang tampak mulai ragu untuk menambah posisi bullish mereka terhadap emas.

Posisi buyback spekulatif di emas turun sekitar 7.000 kontrak ke 207,300 kontrak, menurut laporan Commitment of Traders (COT) terbaru. Itu adalah penurunan pertama dalam posisi net long (beli) dalam empat minggu.

Namun demikian rontoknya saham-saham global membantu harga emas, sebagai salah satu instrumen investasi, bertahan dari dampak penguatan dolar AS dalam beberapa hari terakhir. Harga emas dan saham seringkali bergerak berlawanan.

Sementara itu dalam perdagangan logam mulia lainnya, harga perak berjangka naik 0,13% menjadi $16,73 per troy ounce, sementara platinum berjangka turun 0,31% menjadi $996,30. Tembaga berjangka naik 1,18% menjadi $3,23.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Investing

Sumber gambar: Forex Root

Share This

Berita Komoditas Lainnya

August 16, 2018

Tekanan Jual Harga Emas Berlanjut Disaat Dolar AS Mulai Hilang Pengaruhnya

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/08/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada perdagangan di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, kondisi harga emas saat ini masih berada di ruang yang negatif sebagai bentuk…
August 16, 2018

Harga Emas Terus Tertekan Krisis Turki

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/08/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak negatif karena pasar memanfaatkan peluang jual yang muncul disaat pelemahan mata uang Lira masih terlihat berlanjut lagi…
August 15, 2018

Tekanan Jual Harga Emas Berlanjut Disaat Dolar AS Makin Kokoh

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/08/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada perdagangan di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, kondisi harga emas saat ini masih berada di ruang yang negatif sebagai bentuk…
August 15, 2018

Harga Emas Sulit Bangkit Disaar Krisis Turki Terus Membayanginya

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/08/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak negatif karena pasar memanfaatkan peluang jual yang muncul disaat pelemahan mata uang Lira masih terus berlanjut dengan membawa…
August 14, 2018

Harga Emas Ingin Bangkit Meski Krisis Turki Belum Pudar

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/08/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak negatif karena pasar memanfaatkan peluang beli yang muncul terjadinya setelah pelemahan mata uang Lira sejak akhir pekan lalu…