ForexSignal88.com l Jakarta, 30/01/2018 – Pada perdagangan kemarin, harga minyak dunia bergerak seragam dimana harga minyak WTI dan harga minyak Brent berjalan serasi untuk mengalami pelemahannya sebagai bentuk aksi ambil untung sejenak berkenaan dengan menguatnya dolar AS kembali.

Harga minyak memang sedikit banyak juga berhubungan dengan kondisi pergerakan mata uang AS tersebut karena sebagian besar perdagangan minyak menggunakan dolar AS sebagai alat tukar dalam perdagangannya, sehingga jika dolar AS menguat maka akan terlihat bahwa investor sedikit menahan beli minyak karena harga pembelian minyak terkesan sedang mahal.

Sejauh ini harga minyak sudah naik hampir 60% sejak pertengahan tahun lalu, namun produksi minyak AS sendiri juga telah naik sekitar 17% sejak pertengahan 2016. EIA juga menyebut bahwa produksi minyak AS juga mengalami kenaikan 128 ribu bph menjadi total 9,878 juta bph, mendekati rekor tertinggi produksi minyak serpih dalam sejarah AS pada tahun 1970 sebesar 10,04 juta bph.

Inilah yang sedikit banyak juga sedang dipikirkan investor untuk sejenak mengambil aksi ambil untungnya sehingga hal ini membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Maret di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk ditutup melemah $0,65 atau 0,98% di level $65,49 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Maret di pasar ICE Futures London ditutup melemah $1,13 atau 1,60% di harga $69,39 per barel.

Produksi minyak AS tersebut sungguh mengkhawatirkan banyak pihak termasuk Arab Saudi dan Rusia di mana produksi AS makin mendekati produksi kedua negara tersebut. Hal ini terbukti dengan laporan Baker Hughes yang mengaktifkan kembali 12 lokasi pengeboran minyak sehingga total menjadi 759 rig yang aktif kembali.

Hasil perdagangan beberapa hari ini juga telah mempersempit jarak harga atau spread antara minyak Brent dengan WTI menjadi sekitar $4 per barel dari sebelumnya yang sempat membuat jarak keduanya sekitar $7 per barel. Sempitnya spread tersebut akan memberi peluang bahwa produksi minyak AS bisa menurun di kemudian hari karena harga minyak Brent terlihat lebih murah di mana konsumen global sebetulnya lebih memilih Brent karena kualitasnya lebih bagus.

Sebuah catatan dari Bank of America Merrill Lynch hari ini menyatakan harga minyak masih bisa tinggi karena kenaikan suku bunga the Fed yang menandakan pertumbuhan ekonomi AS mulai terus membaik dan membuat negara-negara maju lainnya serta negara-negara berkembang sedang membaik kinerja ekonominya sehingga membutuhkan bahan bakar energi yang lebih besar.

Hal ini juga mendorong JPMorgan membuat kenaikan perkiraan harga minyak Brent di tahun ini sebesar $10 per barel menjadi $70 per barel dan minyak WTI naik $10,70 per barel menjadi $65,63 per barel.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: IB Times UK

Share This

Berita Komoditas Lainnya

November 16, 2018

Harga Emas Amankan Dorongan Bullish Akibat Brexit

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Hingga Jumat siang ini harga emas berusaha menjaga momentum bullish karena para investor tetap mencari aset safe haven di tengah kekhawatiran atas potensi kekacauan kepergian Inggris dari Uni Eropa. Harga emas spot…
November 16, 2018

Kisruh Brexit Dorong Investor Bergegas ke Safe Haven Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Harga emas menanjak kembali di Jumat pagi, mencapai puncak satu minggu karena para investor mencari perlindungan dari gejolak pasar setelah draft perjanjian Brexit yang telah lama ditunggu-tunggu menjelma menjadi…
November 15, 2018

Harga Emas Sideways, Pasar Menunggu Data Ritel dan Pidato Powell

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Harga emas (XAUUSD) tetap stabil pada Kamis siang, setelah naik hampir satu persen di sesi sebelumnya, karena dolar AS mundur lebih jauh dari puncak 16 bulan terhadap sekumpulan mata uang utama. Saat berita ini…
November 15, 2018

Harga Emas Terkerek Potensi Suram Ekonomi Global dan Depresiasi Greenback

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/11/2018 – Harga emas (XAUUSD) beranjak naik pada sesi perdagangan Rabu, terdongkrak oleh masih adanya kekhawatiran para pelaku pasar terhadap perkembangan potensi ekonomi dan geopolitik yang membuat mereka segera beralih…
November 14, 2018

Harga Emas Mencoba Teruskan Rebound Saat Pasar Menunggu CPI AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Harga emas masih diliputi nuansa positif pada Rabu pagi, menyusul rebound yang terjadi kemarin setelah harga komoditas ini jatuh sejenak ke bawah level psikologis $1.200,00. Namun perdagangan emas berjangka di divisi…