ForexSignal88.com l Jakarta, 29/01/2018 – Pada perdagangan akhir pekan kemarin, harga minyak dunia bergerak seragam dimana harga minyak WTI dan harga minyak Brent berjalan serasi untuk mendapatkan penguatannya kembali sebagai bentuk aksi beli kembali pasca dolar AS melemah kembali setelah beberapa data AS kurang bagus.

Beberapa data ekonomi AS seperti data PDB mengalami penurunan di akhir tahun kuartal lalu sehingga pergerakan dolar AS mengalami pelemahannya. Dengan melemahnya dolar AS maka pembelian minyak yang sebagian besar menggunakan alat tukar dolar AS, akan terlihat lebih murah daripada ketika dolar AS menguat.

Sebelumnya harga minyak menguat berkat laporan mingguan EIA bahwa persediaan minyak mentah AS turun untuk 10 minggu berturut-turut sebesar 1,071 juta barel. Namun EIA juga menyebut bahwa produksi minyak AS juga mengalami kenaikan 128 ribu bph menjadi total 9,878 juta bph, mendekati rekor tertinggi produksi minyak serpih dalam sejarah AS pada tahun 1970 sebesar 10,04 juta bph.

Hal ini membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Februari di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk ditutup melemah $0,63 atau 0,96% di level $66,16 per barel. Untuk perdagangan mingguan, minyak WTI mengalami kenaikan sebesar 4,5%.

Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Maret di pasar ICE Futures London ditutup melemah $0,10 atau 0,14% di harga $70,52 per barel. Untuk perdagangan mingguan, minyak Brent mengalami kenaikan sebesar 2,8%.

Produksi minyak AS tersebut sungguh mengkhawatirkan banyak pihak termasuk Arab Saudi dan Rusia di mana produksi AS makin mendekati produksi minyak kedua negara tersebut. Hal ini terbukti dengan laporan Baker Hughes yang mengaktifkan kembali 12 lokasi pengeboran minyak sehingga total menjadi 752 rig yang aktif kembali.

Hasil perdagangan beberapa hari ini juga telah mempersempit jarak harga atau spread antara minyak Brent dengan WTI menjadi sekitar $4 per barel dari sebelumnya yang sempat membuat jarak keduanya sekitar $7 per barel. Sempitnya spread tersebut akan memberi peluang bahwa produksi minyak AS bisa menurun di kemudian hari karena harga minyak Brent terlihat lebih murah di mana konsumen global sebetulnya lebih memilih Brent karena kualitasnya lebih bagus.

Harga minyak yang masih tinggi sebetulnya juga di bantu oleh pernyataan dari Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih serta Menteri Energi Rusia Alexander Novak, bahwa OPEC dan Rusia masih belum memikirkan untuk segera mengakhiri komitmen pembatasan produksi minyak 1,8 juta bph akan diakhiri pada Desember 2018 ini. Al-Falih dan Novak berharap bahwa setelah akhir Desember 2018, pihak OPEC sebaiknya terus bekerja sama dengan Rusia dan 11 negara produsen minyak lainnya untuk tetap menjaga pasokan minyak dengan stabil.

Al-Falih dan Novak juga menyatakan bahwa keseimbangan pasokan minyak masih jauh dari harapan yang diinginkan, sehingga dirinya memperkirakan setidaknya keseimbangan tersebut bisa dilihat setelah 2019 nanti. Artinya butuh waktu yang panjang komitmen pembatasan produksi minyak tersebut baru dikatakan berhasil mengatasi masalah kelebihan pasokan.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: CNBC

Share This

Berita Komoditas Lainnya

May 24, 2018

Notulen Rapat The Fed Bikin Harga Emas Gembira

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/05/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit menguat dengan potensi aksi beli lanjutan yang sepertinya terjadi setelah nada dovish dari notulen rapat suku bunga the Fed dini hari tadi.…
May 24, 2018

Faktor Fed Minutes dan Perdagangan AS Dukung Naiknya Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/05/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London di mana harga emas saat ini masih bergerak untuk mengalami penguatannya dengan keyakinan…
May 23, 2018

Harga Emas Sulit Bangkit Jelang Fed Minutes

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/05/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London di mana harga emas saat ini masih bergerak untuk mengalami pelemahannya dengan keyakinan…
May 23, 2018

Harga Emas Positif Meski Trump Rencanakan Pemotongan Pajak Lagi

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/05/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit menguat dengan potensi aksi beli lanjutan yang sepertinya terjadi meski Presiden Trump akan merencanakan pemotongan pajaknya kembali. Seperti…
May 22, 2018

Denuklirisasi Korea Utara Sedikit Dorong Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/05/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit menguat dengan potensi aksi beli lanjutan yang sepertinya terjadi karena masalah denuklirisasi Korea Utara akan gagal dilanjutkan. Seperti kita…