ForexSignal88.com l Jakarta, 25/01/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga sore hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak seragam dan serasi dimana kedua jenis minyak ini melemah melanjutkan aksi jualnya lagi dari semalam setelah musim dingin di belahan Utara bumi akan berakhir.

Beberapa analis minyak menyatakan bahwa musim dingin segera berakhir bagi wilayah Utara dari bumi, dimana sisi permintaan dari belahan ini akan segera berkurang cukup besar. Bersamaan dengan berakhirnya puncak permintaan minyak di musim dingin, maka beberapa kilang minyak di AS dan Eropa termasuk Arab Saudi yang juga menjalani masa pemeliharaannya di mana kilang minyak Jubail milik Aramco akan tutup dan Arab Saudi akan kehilangan sekitar 400 ribu bph produksi minyaknya.

Dalam masa-masa seperti ini maka produksi penyulingan akan segera berkurang cukup besar, namun di sisi permintaan juga akan mengalami penurunan yang besar juga sehingga ini merupakan saat-saat harga minyak mengalami tekanan, itupun juga bisa besar bila dolar AS akan mengalami penguatannya kembali. Seperti kita ketahui bahwa transaksi perdagangan minyak menggunakan dolar AS sebagai alat tukarnya, sehingga bila dolar AS menguat maka harga minyak akan cenderung terlihat lebih mahal.

Alhasil membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Januari di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara melemah $0,02 atau 0,03% di level $65,49 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Januari di pasar ICE Futures London sementara sedang melemah $0,08 atau 0,11% di harga $70,34 per barel.

Namun sejauh ini harga minyak sudah naik hampir 60% sejak pertengahan tahun lalu, namun produksi minyak AS sendiri juga telah naik sekitar 17% sejak pertengahan 2016. EIA juga menyebut bahwa produksi minyak AS juga mengalami kenaikan 128 ribu bph menjadi total 9,878 juta bph, mendekati rekor tertinggi produksi minyak serpih dalam sejarah AS pada tahun 1970 sebesar 10,04 juta bph.

Produksi minyak AS tersebut sungguh mengkhawatirkan banyak pihak termasuk Arab Saudi dan Rusia di mana produksi AS makin mendekati produksi minyak Rusia yang mencapai 10,98 juta bph di tahun lalu.

Hasil perdagangan beberapa hari ini ternyata telah mempersempit jarak harga atau spread antara minyak Brent dengan WTI menjadi sekitar $5 per barel dari sebelumnya yang sempat membuat jarak keduanya sekitar $7 per barel. Sempitnya spread tersebut akan memberi peluang bahwa produksi minyak AS bisa menurun di kemudian hari karena harga minyak Brent terlihat lebih murah di mana konsumen global sebetulnya lebih memilih Brent karena kualitasnya lebih bagus.

Sumber berita: Bloomberg, ForexSignal88.com, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: CNN Money

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Komoditas Lainnya

February 19, 2018

Harga Minyak Masih di Area Menguat

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga sore hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak beragam dan serasi dimana kedua jenis minyak ini menguat kembali atau melanjutkan episode positif akhir pekan kemarin…
February 19, 2018

Harga Emas Masih Dilingkupi Dengan Posisi Jual

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, harga emas masih bergerak dengan nuansa yang kurang bagus di mana situasi jual kembali muncul…
February 19, 2018

Harga Minyak Berhasil Bangkit Kembali

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Pada perdagangan akhir pekan kemarin, harga minyak dunia bergerak seragam dimana kedua harga minyak dunia tersebut membuat penguatannya terbantu oleh sempat melemahnya dolar AS serta pernyataan menteri minyak Arab…
February 19, 2018

Harga Emas Catatkan Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak April 2016

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Data MetaTrader pada hari Jumat memperlihatkan harga emas (XAU/USD) berakhir turun 0,34% di $1.348,45 namun menunjukkan kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari satu tahun. Pada penutupan pekan lalu harga emas…
February 15, 2018

OPEC Harus Serius Hadapi Naiknya Produksi Minyak AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – Akhir-akhir ini, produsen minyak serpih AS seakan menagduk-aduk situasi harga minyak mentah dengan kecepatan produksi yang tidak henti-hentinya terus meningkat sehingga AS akan segera menjadi pemain minyak yang paling…