ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Bank-bank besar memberi peringatan kepada khalayak umum bahwa mereka menaikkan target harga minyak untuk tahun ini sekaligus mengingatkan bahwa harga minyak mentah berjangka menyentuh harga yang tidak terlihat sejak awal kemorosotan pada Desember 2014.

Bank of America Merrill Lynch dan Morgan Stanley menaikkan perkoraan harga minyak mentah di pekan ini, sementara Goldman Sachs mengatakan risiko harga yang melampaui target saat ini telah meningkat. Senin kemarin, harga minyak Brent sempat di level $70,37 per barel, sementara minyak WTI di level $64,89 per barel di hari Selasa, keduanya mencapai level tertinggi lebih dari 3 tahun.

Bank-bank tersebut mengatakan bahwa pasar minyak terlihat lebih ketat dan akan semakin ketat lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya karena pertumbuhan ekonomi global memicu permintaan diiringi dengan pengurangan produksi minyak oleh OPEC, Rusia dan beberapa produsen minyak lainnya sehingga persediaan minyak mentah dunia menipis.

Kartel OPEC sendiri yang beranggotakan 14 negara produsen minyak juga telah menyatakan bahwa tingkat kepatuhan terhadap pembatasan output mengalami kenaikan dari 125% menjadi 128% di bulan lalu.

Analis Merrill Lynch mengatakan bahwa pasokan minyak diperkirakan akan defisit 430 ribu bph pada 2018 ini, naik dari perkiraan sebelumnya yang defisit 100 ribu bph. Diperkirakan juga bahwa rata-rata harga Brent di $64 per barel pada tahun ini atau naik dari sebelumnya $56 per barel. Sedang prospek minyak WTI naik dari $52 per barel menjadi $60 per barel. Intinya bahwa persediaan minyak turun lebih cepat dari yang diharapkan sebelumnya dan OPEC berhasil menyeimbangkan kembali pasar minyak, ungkap Fransisco Blanch dari Merrill Lynch.

Namun Goldman Sachs belum siap untuk menaikkan target Brent dari $62 per barel dan target minyak di $57,50 per barel, namun mengatakan ada risiko bahwa persediaan global akan turun terlalu cepat dan mendorong kenaikan harga. Namun analis Goldman Sachs juga memperingatkan bahwa kenaikan harga tersebut juga bisa mendorong kegiatan pengeboran minyak serpih AS yang akan meningkat di mana sudah terlihat sejak Desember lalu.

Sedang analis Morgan Stanley, Martin Rats mengatakan bahwa arus modal yang kuat ke pasar minyak kadang-kadang akan mendorong harga minyak Brent ke kisaran $70 hingga $75 per barel. Untuk kuartal ketiga tahun ini, Rats menaikkan target harga minyak Brent menjadi $75 per barel, atau naik dari target sebelumnya di $63 per barel.

Rats juga memberikan catatan bahwa pasar minyak 2018 ini cenderung tidak terstruktur dan harus mewaspadai harga agar tidak terlalu menurun tajam. Ini berarti harga minyak saat ini lebih tinggi dari harga untuk pengiriman minyak mentah di masa depan.

Sumber Berita: Reuters, ForexSignal88.com, Bloomberg, CNBC

Sumber Gambar: Republika

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Komoditas Lainnya

November 16, 2018

Harga Emas Amankan Dorongan Bullish Akibat Brexit

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Hingga Jumat siang ini harga emas berusaha menjaga momentum bullish karena para investor tetap mencari aset safe haven di tengah kekhawatiran atas potensi kekacauan kepergian Inggris dari Uni Eropa. Harga emas spot…
November 16, 2018

Kisruh Brexit Dorong Investor Bergegas ke Safe Haven Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Harga emas menanjak kembali di Jumat pagi, mencapai puncak satu minggu karena para investor mencari perlindungan dari gejolak pasar setelah draft perjanjian Brexit yang telah lama ditunggu-tunggu menjelma menjadi…
November 15, 2018

Harga Emas Sideways, Pasar Menunggu Data Ritel dan Pidato Powell

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Harga emas (XAUUSD) tetap stabil pada Kamis siang, setelah naik hampir satu persen di sesi sebelumnya, karena dolar AS mundur lebih jauh dari puncak 16 bulan terhadap sekumpulan mata uang utama. Saat berita ini…
November 15, 2018

Harga Emas Terkerek Potensi Suram Ekonomi Global dan Depresiasi Greenback

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/11/2018 – Harga emas (XAUUSD) beranjak naik pada sesi perdagangan Rabu, terdongkrak oleh masih adanya kekhawatiran para pelaku pasar terhadap perkembangan potensi ekonomi dan geopolitik yang membuat mereka segera beralih…
November 14, 2018

Harga Emas Mencoba Teruskan Rebound Saat Pasar Menunggu CPI AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Harga emas masih diliputi nuansa positif pada Rabu pagi, menyusul rebound yang terjadi kemarin setelah harga komoditas ini jatuh sejenak ke bawah level psikologis $1.200,00. Namun perdagangan emas berjangka di divisi…