ForexSignal88.com l Jakarta, 12/01/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga siang hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak serasi dimana kedua jenis minyak ini mengalami sisi pelemahannya setelah tahu bahwa impor minyak China di bulan lalu mengalami penurunan.

Data minyak China di Desember lalu menunjukkan bahwa impor minyam mentah Chjna turun menjadi 33,7 juta ton atau setara dengan 7,97 juta bph, atau turun dari periode sebelumnya yang mencapai 37,04 juta ton. Sedang ekspor produk minyak China bulan Desember mencapai rekor 6,17 juta ton, karena kilang China menghasilkan lebih banyak bahan bakar daripada yang bisa di serap China.

Hal ini membuat margin keuntungan kilang di Singapura menjadi di bawah $6 per barel bulan ini, angka margin laba terburuk sejak 6 tahun silam.

Alhasil membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Januari di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara melemah $0,49 atau 0,77% di level $63,31 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Januari di pasar ICE Futures London sementara sedang melemah $0,28 atau 0,42% di harga $68,97 per barel.

Selain itu harga minyak sedang mengalami saat-saat aksi ambil untungnya di mana terdapat faktor menanti sanksi Iran yang terasa cukup kental sejak perdagangan semalam di mana ada informasi bahwa Presiden Trump akan memberi hukuman kepada Iran sanksi yang baru akibat dari gelombang protes anti pemerintah Teheran yang hingga saat ini masih berlangsung. Seperti kita ketahui bahwa baru 2 tahun ini Iran diberi kelonggaran untuk melakukan ekspor minyaknya setelah di embargo oleh dunia selama beberapa tahun akibat dari pengembangan nuklirnya. Bila diberi sanksi lagi, maka pasokan minyak dunia akan goyah lagi.

Sebelumnya harga minyak masih di level 3 tahun tertingginya setelah Energy Information Administration dalam laporan mingguannya menyatakan bahwa persediaan minyak mentah pemerintah AS di pekan sebelumnya mengalami penurunan sebesar 4,9 juta barel. Dan juga menyatakan bahwa produksi minyak AS di pekan sebelumnya mengalami penurunan 290 ribu bph menjadi total produksi 9,49 juta bph. Kapasitas penggunaan penyulingan juga mengalami penurunan 1,4% menjadi total kapasitas terpasang 95,3%.

Dapat dipahami bahwa secara umum produksi minyak eksplorasi maupun produksi penyulingannya mengalami penurunan dan permintaan juga tidak terlalu besar karena kondisi cuaca dingin yang ekstrem. Sebelumnya, EIA dalam laporan bulanannya telah menaikkan perkiraan harga minyak WTI untuk tahun ini menjadi $55,33 per barel dan minyak Brent menjadi $59,74 per barel.

Pekan ini, OPEC juga dilaporkan bahwa tingkat kepatuhan pembatasan pasokan minyak 1,8 juta bph naik dari 125% di November menjadi 128% di Desember lalu. Namun produksi minyak OPEC mengalami kenaikan sebesar 50 ribu bph sehingga total menjadi 32,40 juta bph, sedikit di bawah target komitmen 32,50 juta bph.

Presiden OPEC yang sekaligus Menteri Minyak Uni Emirat Arab, Suhail al-Mazrouei menyatakan bahwa 2018 ini kondisi antara penawaran dengan permintaan minyak dunia akan mencapai keseimbangannya berkat komitmen pembatasan pasokan minyak dari OPEC dan 11 negara non-OPEC hingga akhir tahun ini.

Sumber berita: Bloomberg, ForexSignal88.com, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: Reuters

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Komoditas Lainnya

November 14, 2018

Harga Emas Mencoba Teruskan Rebound Saat Pasar Menunggu CPI AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Harga emas masih diliputi nuansa positif pada Rabu pagi, menyusul rebound yang terjadi kemarin setelah harga komoditas ini jatuh sejenak ke bawah level psikologis $1.200,00. Namun perdagangan emas berjangka di divisi…
November 14, 2018

Perdagangan Emas Tetap Menunggu Data Inflasi AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Harga emas naik sekitar 0,2 persen menjadi $1.203,80 pada Rabu siang ini. Harga komoditas ini telah merosot ke level terendah sejak 11 Oktober di $1.196,15 di sesi sebelumnya. John Sharma, ekonom dari National…
November 13, 2018

Harga Emas Memantul, Pasar Terus Awasi Geopolitik

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Harga emas memantul tipis namun masih rentan untuk terpukul kembali. Para investor dan traders masih tetap berhati-hati karena ketidakpastian geopolitik dapat menjadi pendukung harga emas namun di saat yang sama safe…
November 13, 2018

Harga Emas Rebound, Pasar Terus Awasi Prospek Suku Bunga Fed

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Harga emas (XAUUSD) mulai rebound pada Selasa pagi setelah pada sesi kemarin ditutup lebih rendah untuk sesi ketiga berturut-turut karena indeks dolar AS terus menguat ke level tertinggi dalam lebih dari 16 bulan,…
November 12, 2018

Apresiasi Greenback Benamkan Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/11/2018 – Harga emas jatuh ke level terendah dalam sebulan pada hari Jumat (9/11) karena terbebani apresiasi dolar AS setelah Federal Reserve (The Fed) menegaskan kembali sikapnya mengenai laju pengetatan moneter yang dipandang…