ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2017 – Harga emas secara garis besar nyaris tidak berubah pada akhir sesi perdagangan Jumat karena penguatan yang sempat terjadi dan membawa harga emas menyentuh $1261,60 akhirnya tertahan oleh apresiasi dolar AS di tengah meningkatnya optimisme para investor terhadap reformasi perpajakan.

Data MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division menunjukkan pada sesi akhir pekan lalu harga emas ditutup positif di $1255,25 atau naik 0,24 persen dibandingkan dengan penutupan sesi sebelumnya di $1252,50.

Optimisme pada reformasi pajak kembali tumbuh menyusul laporan yang menunjukkan bahwa anggota Partai Republik sudah mendapatkan cukup suara untuk rancangan undang-undang (RUU) pajak tersebut, kemudian meningkatkan dolar AS sekaligus membatasi kenaikan harga logam mulia.

CNBC, mengutip dua sumber, melaporkan bahwa Marco Rubio akan mendukung RUU pajak Republik terakhir setelah partai tersebut membuat sedikit revisi untuk memenangkan pemungutan suara di Senate.

Rubio, di awal pekan lalu, mengatakan bahwa dia tidak akan menyetujui rencana pajak GOP (Partai Republik) kecuali jika rencana tersebut mengembalikan bagian kredit pajak anak yang saat ini bagian yang dapat dikembalikan adalah sebesar $1.100. Reformasi pajak secara luas dipandang sebagai inflasi dan diharapkan dapat memberikan dapat mendorong perekonomian AS.

Selanjutnya, setelah tiga pekan berurutan harga emas bergerak di tren turun, pada pekan lalu harga emas berakhir di zona hijau atau ditutup 0,62 persen lebih tinggi setelah naik tajam menyusul keputusan suku bunga Federal Reserve pada hari Kamis yang menaikkan suku bunganya namun tidak mengubah perkiraannya untuk tiga kenaikan suku bunga di tahun 2018. Pasar berharap The Fed akan menyebut empat kenaikan suku bunga di tahun depan.

Saat itu pasar juga bereaksi negatif terhadap keputusan dan pernyataan The Fed karena ternyata ada dua anggota voting di dewan kebijakan yang menentang kenaikan suku bunga tersebut.

Harga emas sensitif terhadap pergerakan imbal hasil obligasi dan dolar AS. Greenback yang lebih kuat akan membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi para pembeli yang menggunakan mata uang non dolar sementara kenaikan suku bunga AS akan menaikkan biaya kesempatan (opportunity cost) untuk menahan aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti bullion.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: Arab Feed

Share This

Berita Komoditas Lainnya

January 17, 2018

Harga Minyak Berusaha Menguat

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga siang hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak seragam dimana kedua jenis minyak ini sempat mengalami tekanan harga kembali sebagai bentuk mengambil aksi ambil…
January 17, 2018

Harga Emas Alami Tekanan Jelang Munculnya Laporan The Fed

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Pada perdagangan siang menjelang sore hari ini di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, harga emas sedikit mengalami tekanan alias masuk dalam ruang aksi ambil untung kembali setelah bertahan di level…
January 17, 2018

Bank-bank Besar Naikkan Target Harga Minyak

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Bank-bank besar memberi peringatan kepada khalayak umum bahwa mereka menaikkan target harga minyak untuk tahun ini sekaligus mengingatkan bahwa harga minyak mentah berjangka menyentuh harga yang tidak terlihat sejak…
January 17, 2018

Harga Emas Berusaha Memanfaatkan Berlanjutnya Pelemahan Dolar AS di Rabu Pagi

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Harga emas kembali bergerak ke utara pada hari Rabu di sesi Asia, berusaha memanfaatkan berlanjutnya depresiasi dolar AS yang tertekan pasca data pesanan mesin Jepang yang melonjak juga karena komentar hawkish…
January 17, 2018

Harga Minyak Mundur Sejenak

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Pada perdagangan kemarin, harga minyak dunia bergerak seragam dimana harga minyak WTI dan harga minyak Brent berjalan serasi untuk bergerak melemah tajam dengan aksi yang sedikit marak mengambil untung sejenak setelah…