ForexSignal88.com l Jakarta, 08/12/2017 – Tekanan jual yang semakin besar pada hari Kamis telah menyeret harga emas turun ke posisi terendah sejak 26 Juli. Harga emas tertekan oleh berlanjutnya penguatan dolar AS didukung oleh optimisme para investor mengenai kemajuan reformasi pajak AS.

Data MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division menunjukkan pada sesi Kamis harga emas turun ke $1243,70 dan ditutup negatif di $1246,85 atau turun 1,29 persen dibandingkan dengan penutupan sesi sebelumnya.

Harga emas terus berada di bawah tekanan dan mencatatkan kerugian tiga hari berturut-turut karena optimisme terhadap reformasi pajak AS terus mendukung kenaikan dolar AS, mengurangi permintaan para investor terhadap logam mulia tersebut.

Anggota parlemen dari Senate AS pada hari Rabu sepakat untuk mengadakan perundingan dengan kolega mereka dari House mengenai rancangan undang-undang pajak, meningkatkan harapan bahwa kedua majelis tersebut dapat meraih titik temu perbedaan mereka RUU pajak masing-masing menjelang batas waktu 22 Desember.

Harga emas sensitif terhadap pergerakan greenback. Dolar AS yang lebih kuat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi para pembeli yang menggunakan mata uang asing, sehingga mengurangi permintaan akan logam mulia itu.

Sentimen bearish terhadap emas muncul saat komoditas ini berada di bawah level support kunci $1.260, bergerak turun lebih jauh di bawah pergerakan rata-rata 200-hari.

Kemerosotan tajam harga emas tersebut terjadi sehari menjelang data nonfarm payrolls yang diperkirakan dapat menunjukkan ekonomi AS menciptakan 200.000 pekerjaan pada bulan November. Data tersebut akan dirilis nanti malam pukul 20.30 WIB.

Faktor lain yang menjadi beban bagi harga emas adalah ekspektasi yang terus merebak bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini pada akhir dari pertemuan berikutnya yang dijadwalkan pada 13 Desember.

Menurut fed rate monitor tool, saat ini 100% trader memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga di bulan Desember.

Dalam perdagangan logam mulia lainnya, perak berjangka turun 0,94% menjadi $15,81 per troy ounce, sementara platinum berjangka kehilangan 0,85% menjadi $895,15. Tembaga berjangka diperdagangkan pada $2,97, naik 0,22%.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: IB Times

Share This

Berita Komoditas Lainnya

November 14, 2018

Harga Emas Mencoba Teruskan Rebound Saat Pasar Menunggu CPI AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Harga emas masih diliputi nuansa positif pada Rabu pagi, menyusul rebound yang terjadi kemarin setelah harga komoditas ini jatuh sejenak ke bawah level psikologis $1.200,00. Namun perdagangan emas berjangka di divisi…
November 14, 2018

Perdagangan Emas Tetap Menunggu Data Inflasi AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Harga emas naik sekitar 0,2 persen menjadi $1.203,80 pada Rabu siang ini. Harga komoditas ini telah merosot ke level terendah sejak 11 Oktober di $1.196,15 di sesi sebelumnya. John Sharma, ekonom dari National…
November 13, 2018

Harga Emas Memantul, Pasar Terus Awasi Geopolitik

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Harga emas memantul tipis namun masih rentan untuk terpukul kembali. Para investor dan traders masih tetap berhati-hati karena ketidakpastian geopolitik dapat menjadi pendukung harga emas namun di saat yang sama safe…
November 13, 2018

Harga Emas Rebound, Pasar Terus Awasi Prospek Suku Bunga Fed

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Harga emas (XAUUSD) mulai rebound pada Selasa pagi setelah pada sesi kemarin ditutup lebih rendah untuk sesi ketiga berturut-turut karena indeks dolar AS terus menguat ke level tertinggi dalam lebih dari 16 bulan,…
November 12, 2018

Apresiasi Greenback Benamkan Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/11/2018 – Harga emas jatuh ke level terendah dalam sebulan pada hari Jumat (9/11) karena terbebani apresiasi dolar AS setelah Federal Reserve (The Fed) menegaskan kembali sikapnya mengenai laju pengetatan moneter yang dipandang…