ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2017 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga siang diawal pekan ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak tidak serasi namun kedua jenis minyak ini nampaknya ingin bergerak dan berirama ke sisi pengautannya kembali sebagai bentuk aksi beli lagi setelah semalam mengalami tekanan yang cukup dahsyat pasca EIA merilis data mingguannya.

Kekuatiran investor berawal setelah akhir pekan lalu melihat laporan dari Baker Hughes bahwa 2 rig kembali aktif dan menjadi total 749 sehingga dapat diartikan bahwa produksi minyak AS akan makin membesar. Dan semalam EIA menyatakan bahwa produksi minyak mentah AS mengalami kenaikan lagi sebesar 25 ribu bph menjadi 9,7 juta bph, angka produksi tertinggi lagi sejak EIA mencatatnya di 1983.

Kemarin pagi American Petroleum Institutes atau API telah mengeluarkan laporan persediaan minyak AS dimana persediaan minyak mentahnya di pekan lalu mengalami 5,5 juta barel, sedangkan persediaan bensin naik 9,2 juta barel serta persediaan minyak bakar dan minyak solar mengalami naik sebesar 4,3 juta barel. Dan berdasar data resmi pemerintah AS yang dirilis oleh EIA bahwa persediaan minyak mentah pemerintah mengalami penurunan sebesar 5,6 juta barel.

Penurunan ini disebabkan oleh terganggunya jalur pipa minyak Kanada ke AS yang beberapa pekan ini kebetulan ada penutupan hampir seminggu lamanya. Sedangkan persediaan bensin mengalami kenaikan sebesar 6,8 juta barel serta persediaan solar dan minyak pemanas juga mengalami kenaikan sebesar 1,7 juta barel.

Kapasitas terpasang kilang penyulingan AS mengalami kenaikan dari 92,6% menjadi 93,8%, menandakan kegiatan penyulingan minyak AS terus alami peningkatan dan membuat persediaan bensin dan minyak solar di AS menjadi membesar sehingga dikuatirkan investor akan ada penurunan permintaan konsumsi dimana hal ini merupakan kejadian yang tidak biasa ada ketika memasuki bulan Desember, sehingga investor cemas akan pasokan minyak yang berkelebihan dikemudian hari dimana kapasitas penyulingan akan turun sehingga harga mempunyai tren yang negatif hingga akhir tahun.

Alhasil membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Januari di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara melemah $0,06 atau 0,11% di level $55,90 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Januari di pasar ICE Futures London sementara sedang menguat $0,03 atau 0,05% di harga $61,25 per barel.

Hal tersebut sebetulnya cukup membuat risau bagi OPEC dan Rusia yang pekan lalu telah sepakat melakukan perpanjangan waktu pemangkasan produksi minyak 1,8 juta bph dan membuat banyak analis minyak dunia percaya bahwa di tahun depan harga minyak bisa bertahan di area tertinggi 2 tahunnya.

Nyatanya juga pasar sebetulnya masih optimis dengan kenaikan harga minyak setelah OPEC melaporkan telah berhasil menurunkan produksi bulanannya menjadi 32,35 juta bph atau turun 300 ribu bph di November. Tingkat kepatuhan produksi minyak OPEC ini melebihi ekspektasi pemangkasan komitmennya sebesar 112% atau naik dari bulan sebelumnya yang hanya 92% dari total 32,50 juta bph. Hal ini bisa diartikan bahwa komitmen OPEC akan dijaga penuh agar harga minyak dunia tidak turun drastis seperti semalam.

Sumber berita: Bloomberg, ForexSignal88.com, MarketWatch, investing, Reuters

Sumber gambar: MarketWatch

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Komoditas Lainnya

November 14, 2018

Harga Emas Mencoba Teruskan Rebound Saat Pasar Menunggu CPI AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Harga emas masih diliputi nuansa positif pada Rabu pagi, menyusul rebound yang terjadi kemarin setelah harga komoditas ini jatuh sejenak ke bawah level psikologis $1.200,00. Namun perdagangan emas berjangka di divisi…
November 14, 2018

Perdagangan Emas Tetap Menunggu Data Inflasi AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Harga emas naik sekitar 0,2 persen menjadi $1.203,80 pada Rabu siang ini. Harga komoditas ini telah merosot ke level terendah sejak 11 Oktober di $1.196,15 di sesi sebelumnya. John Sharma, ekonom dari National…
November 13, 2018

Harga Emas Memantul, Pasar Terus Awasi Geopolitik

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Harga emas memantul tipis namun masih rentan untuk terpukul kembali. Para investor dan traders masih tetap berhati-hati karena ketidakpastian geopolitik dapat menjadi pendukung harga emas namun di saat yang sama safe…
November 13, 2018

Harga Emas Rebound, Pasar Terus Awasi Prospek Suku Bunga Fed

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Harga emas (XAUUSD) mulai rebound pada Selasa pagi setelah pada sesi kemarin ditutup lebih rendah untuk sesi ketiga berturut-turut karena indeks dolar AS terus menguat ke level tertinggi dalam lebih dari 16 bulan,…
November 12, 2018

Apresiasi Greenback Benamkan Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/11/2018 – Harga emas jatuh ke level terendah dalam sebulan pada hari Jumat (9/11) karena terbebani apresiasi dolar AS setelah Federal Reserve (The Fed) menegaskan kembali sikapnya mengenai laju pengetatan moneter yang dipandang…