ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2017 – Pada perdagangan yang lalu, harga minyak tekanan yang cukup besar hampir 3% dan terus menjauhi level puncak 2 tahunnya setelah investor melihat produksi minyak serpih AS yang terus meningkat dibarengi dengan makin turunnya konsumsi bensin dan minyak penyulingan yang lainnya.

Alhasil membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Januari di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk ditutup melemah $1,69 atau 2,93% di level $55,93 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Februari di pasar ICE Futures London ditutup melemah $1,68 atau 2,67% di harga $61,18 per barel.

Kekuatiran investor berawal setelah akhir pekan lalu melihat laporan dari Baker Hughes bahwa 2 rig kembali aktif dan menjadi total 749 sehingga dapat diartikan bahwa produksi minyak AS akan makin membesar. Dan semalam EIA menyatakan bahwa produksi minyak mentah AS mengalami kenaikan lagi sebesar 25 ribu bph menjadi 9,7 juta bph, angka produksi tertinggi lagi sejak EIA mencatatnya di 1983.

Kemarin pagi American Petroleum Institutes atau API telah mengeluarkan laporan persediaan minyak AS di mana persediaan minyak mentahnya di pekan lalu mengalami 5,5 juta barel, sedangkan persediaan bensin naik 9,2 juta barel serta persediaan minyak bakar dan minyak solar mengalami naik sebesar 4,3 juta barel. Dan berdasar data resmi pemerintah AS yang dirilis oleh EIA bahwa persediaan minyak mentah pemerintah mengalami penurunan sebesar 5,6 juta barel.

Penurunan ini disebabkan oleh terganggunya jalur pipa minyak Kanada ke AS yang beberapa pekan ini kebetulan ada penutupan hampir seminggu lamanya. Sedangkan persediaan bensin mengalami kenaikan sebesar 6,8 juta barel serta persediaan solar dan minyak pemanas juga mengalami kenaikan sebesar 1,7 juta barel

Kapasitas terpasar kilang penyulingan AS mengalami kenaikan dari 92,6% menjadi 93,8%, menandakan kegiatan penyulingan minyak AS terus alami peningkatan. Tingginya persediaan bensin dan minyak solar di AS dikuatirkan investor terjadi sebuah penurunan permintaan konsumsi padahal sebuah hal yang tidak biasa terjadi ketika memasuki bulan Desember, sehingga investor cemas akan pasokan minyak yang berkelebihan sehingga harga mempunyai tren yang negatif hingga akhir tahun.

Data semalam seakan mengubur mimpi OPEC dan Rusia yang pekan lalu telah sepakat melakukan perpanjangan waktu pemangkasan produksi minyak 1,8 juta bph dan membuat banyak analis minyak dunia percaya bahwa di tahun depan harga minyak bisa bertahan di area tertinggi 2 tahunnya.

Nyatanya juga pasar sempat optimis pasca OPEC melaporkan telah berhasil menurunkan produksi bulanannya menjadi 32,35 juta bph atau turun 300 ribu bph di November. Tingkat kepatuhan produksi minyak OPEC ini melebihi ekspektasi pemangkasan komitmennya sebesar 112% atau naik dari bulan sebelumnya yang hanya 92% dari total 32,50 juta bph.

Bahkan Goldman Sachs pun menganggap bahwa 2018 kondisi pasar minyak makin ketat di mana produksi minyak AS sendiri masih sulit dicegah kenaikannya diiringi dengan pembatasan pasokan oleh OPEC dan Rusia, namun Goldman Sachs masih percaya bahwa permintaan minyak dunia masih akan meninggi sehingga Goldman Sachs menaikkan perkiraan harga minyak, di mana harga Brent naik dari perkiraan awal tahun di angka $58 per barel menjadi $62 per barel. Sedangkan harga minyak WTI naik dari $55 per barel menjadi $57,50 per barel.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters, CNBC

Sumber gambar: Economic Calendar

Share This

Berita Komoditas Lainnya

November 16, 2018

Harga Emas Amankan Dorongan Bullish Akibat Brexit

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Hingga Jumat siang ini harga emas berusaha menjaga momentum bullish karena para investor tetap mencari aset safe haven di tengah kekhawatiran atas potensi kekacauan kepergian Inggris dari Uni Eropa. Harga emas spot…
November 16, 2018

Kisruh Brexit Dorong Investor Bergegas ke Safe Haven Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Harga emas menanjak kembali di Jumat pagi, mencapai puncak satu minggu karena para investor mencari perlindungan dari gejolak pasar setelah draft perjanjian Brexit yang telah lama ditunggu-tunggu menjelma menjadi…
November 15, 2018

Harga Emas Sideways, Pasar Menunggu Data Ritel dan Pidato Powell

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Harga emas (XAUUSD) tetap stabil pada Kamis siang, setelah naik hampir satu persen di sesi sebelumnya, karena dolar AS mundur lebih jauh dari puncak 16 bulan terhadap sekumpulan mata uang utama. Saat berita ini…
November 15, 2018

Harga Emas Terkerek Potensi Suram Ekonomi Global dan Depresiasi Greenback

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/11/2018 – Harga emas (XAUUSD) beranjak naik pada sesi perdagangan Rabu, terdongkrak oleh masih adanya kekhawatiran para pelaku pasar terhadap perkembangan potensi ekonomi dan geopolitik yang membuat mereka segera beralih…
November 14, 2018

Harga Emas Mencoba Teruskan Rebound Saat Pasar Menunggu CPI AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Harga emas masih diliputi nuansa positif pada Rabu pagi, menyusul rebound yang terjadi kemarin setelah harga komoditas ini jatuh sejenak ke bawah level psikologis $1.200,00. Namun perdagangan emas berjangka di divisi…