ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2017 – Harga emas terus bergerak sedikit di atas posisi terendah dalam enam minggu hingga akhir sesi perdagangan Rabu karena kekuatan dolar AS kembali berlanjut setelah ketidakpastian mengenai kemungkinan penutupan pemerintah (government shutdown) AS mereda, mengurangi permintaan para investor akan safe haven emas.

Kontrak emas untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik $1,40 atau 0,12% menjadi $1266,40 per troy ounce.

Harga emas terus berjuang untuk mempertahankan pemulihannya karena kekhawatiran akan kemungkinan penutupan pemerintah mereda di tengah laporan bahwa pimpinan GOP (Partai Republik) di House dan Senate ingin menyampaikan sebuah RUU yang akan memperpanjang batas waktu penutupan pemerintah sampai 22 Desember dari sebelumnya tanggal 8 Desember.

Ekspektasi bahwa Kongres akan mengucurkan dana memicu sentimen greenback yang tetap mendekati level tertinggi sesi kemarin sehingga menekan harga emas dan memaksanya menghentikan kenaikan di awal sesi kemarin.

Harga emas sensitif terhadap peningkatan dolar AS karena mata uang AS yang lebih kuat akan membuat harga emas lebih mahal bagi para pemegang mata uang asing, sehingga mengurangi permintaan akan logam mulia tersebut.

Faktor lain yang juga membebani harga emas adalah ekspektasi pasar yang terus tumbuh bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini pada akhir dari pertemuan berikutnya yang dijadwalkan pada 13 Desember.

Menurut fed rate monitor tool, kini 100% pedagang memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya di bulan Desember.

Dalam perdagangan logam mulia lainnya, perak berjangka turun 0,45% menjadi $16,01 per troy ounce, sementara platinum berjangka merosot 1,55% menjadi $903,25.

Tembaga berjangka diperdagangkan pada $0,75, naik 0,75%, sedangkan gas alam berjangka turun sebesar 0,24% menjadi $2,92.

Dari kalender ekonomi, malam ini hanya terlihat satu data penting yang mungkin akan menggerakkan harga emas yaitu jobless claims. Namun bagaimanapun juga fokus para pelaku  pasar kini lebih tertuju pada laporan nonfarm payrolls AS besok malam.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Investing

Sumber gambar: The IB Times

Share This

Berita Komoditas Lainnya

January 17, 2018

Harga Minyak Berusaha Menguat

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga siang hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak seragam dimana kedua jenis minyak ini sempat mengalami tekanan harga kembali sebagai bentuk mengambil aksi ambil…
January 17, 2018

Harga Emas Alami Tekanan Jelang Munculnya Laporan The Fed

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Pada perdagangan siang menjelang sore hari ini di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, harga emas sedikit mengalami tekanan alias masuk dalam ruang aksi ambil untung kembali setelah bertahan di level…
January 17, 2018

Bank-bank Besar Naikkan Target Harga Minyak

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Bank-bank besar memberi peringatan kepada khalayak umum bahwa mereka menaikkan target harga minyak untuk tahun ini sekaligus mengingatkan bahwa harga minyak mentah berjangka menyentuh harga yang tidak terlihat sejak…
January 17, 2018

Harga Emas Berusaha Memanfaatkan Berlanjutnya Pelemahan Dolar AS di Rabu Pagi

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Harga emas kembali bergerak ke utara pada hari Rabu di sesi Asia, berusaha memanfaatkan berlanjutnya depresiasi dolar AS yang tertekan pasca data pesanan mesin Jepang yang melonjak juga karena komentar hawkish…
January 17, 2018

Harga Minyak Mundur Sejenak

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Pada perdagangan kemarin, harga minyak dunia bergerak seragam dimana harga minyak WTI dan harga minyak Brent berjalan serasi untuk bergerak melemah tajam dengan aksi yang sedikit marak mengambil untung sejenak setelah…