ForexSignal88.com l Jakarta, 29/11/2017 – Harga emas gagal mendapatkan dorongan signifikan di Asia pada hari Rabu meskipun ada kabar uji coba rudal balistik terbaru oleh Korea Utara.

Kontrak emas untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik 0,02% menjadi $1.293,60 troy ounce. Kemarin harga emas berfluktuasi di kisaran $1.290,45 – $1.297,25 lalu berakhir negatif di $1.293,50 atau lebih rendah 0,05% dari penutupan sesi Senin.

Harga emas memang sempat menanjak sesaat karena sebuah laporan menunjukkan bahwa setelah dua bulan absen, Korea Utara kembali menembakkan sebuah rudal balistik namun kabar tersebut gagal memicu permintaan safe haven yang lebih besar.

Menurut pihak militer Korea Selatan, Korea Utara menembakkan sebuah rudal balistik dari daerah di dekat Pyongyang pada hari Rabu, sementara pemerintah Jepang mengatakan bahwa rudal itu mendarat di zona ekonomi eksklusif negara tersebut.

Pentagon mengatakan bahwa dari penilaian awal, rudal yang diluncurkan Korea Utara itu adalah ICBM (intercontinental ballistic missile). PM Jepang Shinzo Abe juga segera memerintahkan pertemuan darurat para menteri kabinet untuk membahas aksi peluncuran rudal tersebut.

Faktor lain yang juga sempat mendukung harga emas adalah komentar dari calon ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang bersaksi di depan Kongres pada hari Selasa. Komentar Powell tidak banyak mengubah pandangan mayoritas pelaku pasar bahwa ketua Fed yang akan datang akan mengadopsi sikap serupa dengan Ketua Fed Janet Yellen pada kebijakan moneter.

Namun jika dilihat dari dinamika perdagangan dolar AS dan emas kemarin, pasar tampaknya tengah berkonsolidasi. Aasif Hirani, direktur Tradebulls Group, mengatakan bahwa yang mengejutkan adalah harga emas terus dibayangi tekanan meskipun ada beberapa alasan untuk menguat.

Menurut Hirani, beberapa alasannya adalah downgrade dalam perkiraan kebijakan moneter global dan kekhawatiran para pejabat The Fed tentang potensi ketidakseimbangan harga aset sehingga membuat mereka prihatin dengan dampaknya terhadap ekonomi karena ada rencana pengurangan neraca bank sentral. Bahkan kelemahan dalam dolar AS yang belakangan juga belum mendorong emas naik menembus level psikologis $1300,00.

Sumber berita: ForexSignal88, Kitco, Reuters

Sumber gambar: goldbullion101.wordpress.com

Share This

Berita Komoditas Lainnya

July 13, 2018

Tekanan Harga Emas Belum Hilang

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/07/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada perdagangan di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, kondisi harga emas saat ini masih terus bergerak negatif. Semalam harga emas…
July 16, 2018

Harga Emas Bangkit Perlahan-lahan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/07/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak positif kembali pasca terkoreksi pada akhir pekan perdagangan lalu. Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya,…
July 12, 2018

Harga Emas Sulit Tinggalkan Level Rendahnya

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/07/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada perdagangan di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, kondisi harga emas saat ini masih terus bergerak negatif pasca koreksi tajam…
July 13, 2018

Harga Emas Mulai Bangkit

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/07/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak positif kembali pasca tertahan penguatannya semalam. Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback…
July 12, 2018

Harga Emas Susah Bangkit

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/07/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak positif kembali pasca alami koreksi panjang semalam. Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback…