ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2017 – Pada perdagangan hari Senin, harga minyak mengalami pelemahan namun harga minyak Brent dan WTI masih berada di area terbaik sejak Juni 2015 atau 2 tahun lebih, dimana kali ini kondisi produksi minyak AS dilaporkan mengalami peningkatannya dan diimbangi turunnya produksi minyak OPEC.

Alhasil membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Desember di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara melemah $0,04 atau 0,07% di level $56,70 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Januari di pasar ICE Futures London sementara sedang melemah $0,41 atau 0,65% di harga $63,11 per barel.

Friksi-friksi geopolitik di Timur Tengah gaungnya masih tampak dengan hasil harga minyak yang alami pelemahannya, dimana minyak Brent masih di area tertinggi 2 tahun setelah Arab Saudi memutuskan untuk mulai mengurangi ekspor minyaknya bulan depan sebesar 120 ribu bph. Keputusan ini diambil sebagai bentuk antisipasi memuncaknya ketegangan Arab Saudi dengan Iran setelah pemerintah Arab Saudi memberikan peringatan bagi warganya untuk tidak mengunjungi Lebanon dalam waktu yang tidak terbatas.

Sejauh ini harga Brent sudah mengalami kenaikan kurang lebih sekitar 40% sejak awal tahun ini dengan pemicu kegiatan putera mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman atau MBS yang melakukan pembersihan pemerintahan Arab Saudi. Sekitar 201 orang telah ditangkap karena dituduh melakukan korupsi berjamaah sebesar $100 miliar selama beberapa puluh tahun. Dan beberapa analis percaya bahwa harga Brent akan diperdagangkan diatas $60 per barel.

Selain itu pasar masih menanggapi positif usaha dari OPEC untuk mengurangi pasokan minyak dunia dengan ditengarai sebuah laporan bahwa produksi minyak OPEC Oktober lalu mengalami penurunan lagi sebesar 0,5% menjadi 32,59 juta bph. Rasa optimis bahwa harga minyak masih bisa naik mengingat di agenda pertemuan evaluasi komitmen pemangkasan produksi minyak 1,8 juta bph di 30 November, dapat dipastikan akan membahas perpanjangan waktu komitmen tersebut hingga akhir 2018, demikian ungkap Sekjen OPEC Mohammed Barkindo.

Sekjen OPEC Mohammed Barkindo di Abu Dhabi kemarin sore menyatakan bahwa meskipun pasokan minyak AS membesar, namun produksi minyak OPEC makin mengecil diiringi permintaan minyak dunia yang meningkat khususnya dari Asia dan Eropa, niscaya Barkindo percaya bahwa pasokan minyak dunia akan segera menempati porsi yang seimbang antara permintaan dengan penawarannya.

Baker Hughes pekan lalu mengumumkan bahwa jumlah kilang minyak AS mengalami penambahan jumlah yang aktif sebanyak 9 rig sehingga berjumlah 738 rig dan ini membuat EIA juga menyatakan bahwa produksi minyak AS mengalami kenaikan 67 ribu bph menjadi 9,62 juta bph Oktober lalu.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters, CNBC

Sumber gambar: Pakistan Today

Share This

Berita Komoditas Lainnya

December 10, 2018

Harga Emas Mulai Sundul 1250

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Sejak Senin pagi hingga siang ini harga emas masih bergerak tipis namun stabil di dekat puncak tertinggi 5-bulan, terbantu oleh berkurangnya potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pergerakan bullish harga emas…
December 10, 2018

Harga Emas Stabil di Senin Pagi Pasca Lonjakan di Pekan Lalu

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Harga emas tampak stabil pada Senin pagi ini setelah pada sesi penutupan pekan lalu mencapai titik tertinggi sejak Juli sekaligus mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus di tengah gejolak pasar yang…
December 07, 2018

Harga Emas Naik Tipis di Jumat Siang, Pasar Tunggu NFP

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas naik sedikit pada hari Jumat karena dolar AS masih didominasi sentimen negatif menyusul penurunan imbal hasil (yield) Treasury AS. Sementara itu para investor masih menunggu rilis data penggajian sektor…
December 07, 2018

Harga Emas Melayang di Dekat Titik Tertinggi 5-bulan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas bergerak mendatar pada Jumat pagi setelah di sesi sebelumnya menanjak ke harga tertinggi dalam lima bulan terakhir karena dolar AS melemah. Faktor utama yang menyebabkan dolar AS bergerak turun sekitar 0,3…
December 06, 2018

Naik di Asia, Harga Emas Mulai Terkoreksi Saat Masuki Eropa

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/12/2018 – Harga emas pagi tadi sempat menanjak ke $1.240,60, mendekati level tertinggi sesi Selasa di $1.241,75, terdorong oleh aksi risk aversion yang menekan dolar AS. Benjamin Lu, analis komoditas dengan Phillip Futures,…