ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2017 – Dalam beberapa pekan ini, kondisi Timur Tengah makin menghangat dan sepertinya akan lepas kendali menciptakan sebuah peperangan antara Arab Saudi dengan Iran dan bisa menyebabkan sebuah bencana yang akan lebih besar ketimbang Semenanjung Korea.

Dalam insiden terakhir, sebuah rudal pemberontak Houthi di Yaman sedang menyasar bandara di Riyadh Arab Saudi, namun beruntung dapat dicegat oleh Arab Saudi, dan ini membuat koalisi pimpinan Arab berpendapat bahwa Yaman ingin melakukan agresi militer secara terang-terangan yang disokong oleh rezim Iran. Namun sejauh ini Arab Saudi belum memberikan respon tandingan.

Produsen minyak OPEC yang besar-besar semuanya berbatasan dengan Teluk Persia, di mana bisa mengekspor minyak dunia hanpir 20%nya berasal dari kawasan tersebut melalui selat Hormuz yang mengubungkan Teluk Persia dengan dunia, di mana Iran di bagian utara  dan Oman di Selatannya serta berjarak hanya 34 mil. Jika memang terjadi perang Arab Saudi – Iran, maka guncangan awal adalah pasar minyak dunia.

Pengiriman minyak bisa terhenti bahkan sebelum 1 kapal tanker pun rusak, di mana jika perusahaan-perusahaan asuransi melihat resiko serangan ke kapal tanler di wilayah tersebut, membuat perusahaan asuransi menangguhkan asuransinya atau pengenalan tarif yang selangit. Dalam hal ini pemilik kapal tanker dapat menangguhkan pemberangkatan kapalnya sehingga pasokan minyak dunia akan goyang dan bisa menyebabkan harga minyak mendekati angka $200 per barel.

Bila konflik makin menegang, Iran bisa menutup kawasan tersebut. Seperti krisis Suez 1957, kala itu 10% produksi minyak dunia terganggu, dan dalam waktu sebulan saja, AS dan Eropa langsung mengalami resesi selama setahun. Krisis 1973 perang antara Arab dengan Israel, terjadi embargo oleh Arab Saudi sehingga harga bahan bakar di SPBU naik 4 kali lipat.

Secara tahunan, produksi minyak global stabil, namun ekspor Teluk Persia ke AS akan turun 1,2 juta bph atau sekitar 7% dari total konsumsi AS. Guncangan minyak ini bisa bikin AS alami resesi selama 2 tahun, seperti kurun waktu 1973-1975 ketika perang Arab-Israel, sekitar 10% PDB AS berkurang.

Negara-negara yang tidak punya ladang minyak yang besar akan menderita, seperti Eropa dan Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan. China sendiri akan menderita dengan krisis ini, karena dalam beberapa tahun ini, impor minyak China dalam kondisi akut. Impor minyak China mencapai lebih dari ¾ total konsumsi nasional, dan separuhnya berasal dari impor minyak Teluk Persia.

Mengingat sejarah kerja sama nuklir antara Iran dengan Korea Utara, maka konflik Arab Saudi dengan Iran membutuhkan campur tangan AS dan China, karena memang 2 negara adidaya tersebut akan terdampak langsung bila terjadi perang. Diplomasi non-militer sedang diharapkan pasar agar ekonomi dunia tetap aman.

Sumber Berita: Reuters, ForexSignal88, Bloomberg, CNBC, Business Insider

Sumber Gambar: Geopolitics Made Super

Share This

Berita Komoditas Lainnya

December 10, 2018

Harga Emas Mulai Sundul 1250

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Sejak Senin pagi hingga siang ini harga emas masih bergerak tipis namun stabil di dekat puncak tertinggi 5-bulan, terbantu oleh berkurangnya potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pergerakan bullish harga emas…
December 10, 2018

Harga Emas Stabil di Senin Pagi Pasca Lonjakan di Pekan Lalu

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Harga emas tampak stabil pada Senin pagi ini setelah pada sesi penutupan pekan lalu mencapai titik tertinggi sejak Juli sekaligus mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus di tengah gejolak pasar yang…
December 07, 2018

Harga Emas Naik Tipis di Jumat Siang, Pasar Tunggu NFP

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas naik sedikit pada hari Jumat karena dolar AS masih didominasi sentimen negatif menyusul penurunan imbal hasil (yield) Treasury AS. Sementara itu para investor masih menunggu rilis data penggajian sektor…
December 07, 2018

Harga Emas Melayang di Dekat Titik Tertinggi 5-bulan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas bergerak mendatar pada Jumat pagi setelah di sesi sebelumnya menanjak ke harga tertinggi dalam lima bulan terakhir karena dolar AS melemah. Faktor utama yang menyebabkan dolar AS bergerak turun sekitar 0,3…
December 06, 2018

Naik di Asia, Harga Emas Mulai Terkoreksi Saat Masuki Eropa

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/12/2018 – Harga emas pagi tadi sempat menanjak ke $1.240,60, mendekati level tertinggi sesi Selasa di $1.241,75, terdorong oleh aksi risk aversion yang menekan dolar AS. Benjamin Lu, analis komoditas dengan Phillip Futures,…