ForexSignal88.com l Jakarta, 09/11/2017 – Pada hari Rabu harga emas naik ke level tertinggi dalam hampir tiga minggu karena terus berlanjut kekhawatiran pasar mengenai reformasi pajak AS sehingga membebani dolar AS dan meningkatkan permintaan untuk logam mulia tersebut.

Data MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division menunjukkan pada sesi Rabu harga emas naik ke $1287,00 kemudian ditutup positif di $1281,15 atau naik 0,46 persen dibandingkan dengan penutupan sesi Selasa di $1274,95.

Harga emas berhasil membalikkan kerugian yang dialami pada sesi Selasa karena dolar AS mendapat tekanan pada tanda-tanda yang terlihat bahwa para anggota Senat dari GOP (Partai Republik) dapat menggagalkan rencana perombakan pajak yang digulirkan Presiden AS Donald Trump dengan menunda pelaksanaan pemotongan pajak perusahaan, dengan sebuah laporan menunjukkan bahwa Senat sedang mempertimbangkan penundaan selama satu tahun.

Dari sisi geopolitik yang berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset-aset safe haven seperti emas, sejauh pantauan tim FS88 Research Division, belum terdengar kabar terbaru selain retorika panas Trump saat berpidato di China yang meminta agar negara tetangga dan sekutu tradisional Korea Utara itu memutus hubungannya dengan Korea Utara dan menyebut negara yang dikuasai Kim Jong Un itu sebagai neraka.

Demikian pula dari Timur Tengah, khususnya tentang ekskalasi tensi antara Arab Saudi dan Iran sejauh ini belum terdengar berita yang mungkin menimbulkan permintaan yang lebih kuat terhadap safe haven emas.

Harga emas sensitif terhadap pergerakan turun dolar AS yang berpotensi membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang asing, sehingga meningkatkan permintaan terhadap logam kuning.

Naiknya harga emas juga terjadi karena data terakhir menunjukkan bahwa para pedagang sedikit kurang bearish pada logam mulia.

Laporan dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) pada hari Jumat menunjukkan net long positions emas naik menjadi 193.100, dari 191.400 pada minggu sebelumnya.

Namun pada hari Senin Commerzbank menyebut bahwa saat ini para investor keuangan spekulatif masih menjauh dari emas sehingga posisi long (beli) emas tidak menunjukkan lonjakan berarti.

Sumber berita: ForexSignal88, CNN, Investing, Reuters

Sumber gambar: Bulkgoldsales.com

Share This

Berita Komoditas Lainnya

January 19, 2018

Yield Treasury Menanjak, Harga Emas Terdesak

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/01/2018 – Harga emas turun dari level tertinggi empat bulan karena imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat tajam menyusul data pertumbuhan China yang kuat dan di tengah ekspektasi bahwa inflasi akan segera meningkat. Data…
January 19, 2018

Harga Minyak Terkoreksi Produksi AS Yang Rebound

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/01/2018 – Pada perdagangan kemarin, harga minyak dunia bergerak seragam dimana harga minyak WTI dan harga minyak Brent berjalan serasi untuk melemah sebagai bentuk sedikit aksi ambil untung sejenaknya setelah produksi minyak…
January 18, 2018

Harga Minyak Tetap Bertahan di Level Tertinggi 3 Tahunnya Menantikan Data EIA

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/01/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga siang hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak beragam dimana kedua jenis minyak ini sempat menguat dan sekarang bergerak tidak serasi sebagai bentuk aksi…
January 18, 2018

Harga Emas Tetap ke Selatan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/01/2018 – Pada perdagangan siang menjelang sore hari ini di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, harga emas masih mengalami tekanan alias masuk dalam ruang aksi ambil untung lanjutan setelah semalam melemah…
January 18, 2018

Harga Emas Semakin Merosot Setelah Dolar AS Tunjukkan Perlawanan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/01/2018 – Serupa dengan pergerakan harga di bursa forex, pada sesi perdagangan Rabu harga emas bergerak fluktuatif hingga akhirnya ditutup negatif. Aksi ambil untuk saat dolar AS mulai menunjukkan perlawanan terhadap sejumlah…