ForexSignal88.com l Jakarta, 07/11/2017 – Roberto Friedlander, kepala perdagangan energi di Seaport Global Securities, melihat harga minyak cenderung naik ke level $70 per barel sebelum kembali ke $50 setelah terjadi guncangan politik terbesar dalam beberapa dekade di Arab Saudi.

Ditambah lagi, kini tensi semakin meninggi antara kerajaan tersebut dengan Lebanon yang milisinya mendapat dukungan penuh dari Iran, seteru Saudi di kawasan itu. Saudi menuding bahwa Lebanon telah menyatakan perang dengannya.

Kemarin harga minyak mentah berjangka naik ke level tertinggi pertengahan 2015 setelah Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS) mengatur penangkapan beberapa pangeran dan menteri selama akhir pekan.

Banyak pihak di Saudi mengatakan aksi pembersihan tersebut sebagai tindakan keras terhadap korupsi, meskipun beberapa analis mengatakan itu kemungkinan adalah sebuah upaya MBS untuk mengkonsolidasikan kekuasaannya saat dia melaksanakan rencana-rencana ambisiusnya untuk membentuk kembali ekonomi Arab Saudi.

Setelah tiga tahun harga minyak mentah melemah, Saudi telah menghabiskan surplus anggarannya dan sekarang perlu kembali ke pertumbuhan ekonomi yang baik agar sang putra mahkota bertahan, demikian menurut Friedlander. Menurutnya, pembersihan tokoh-tokoh kuat seperti Pangeran Miteb bin Abdullah, mantan Kepala Garda Nasional, tampaknya merupakan bagian dari langkah untuk menghapus tentangan terhadap rencana MBS.

"Situasi Saudi saat ini berarti $70, sebelum $50," kata Friedlander.

Bin Salman, yang diperkirakan akan segera menjadi raja, mencoba untuk menghasilkan pertumbuhan dengan mengubah ekonomi Saudi. Menjual saham perusahaan minyak negara Saudi Aramco pada tahun depan merupakan batu pijakan rencana tersebut, yang disebut Vision 2030.

Harga minyak yang stabil dipandang penting untuk penjualan saham itu. Arab Saudi menjadi ujung tombak pemotongan produksi di antara negara-negara OPEC dan para eksportir minyak lainnya untuk mengurangi stok minyak mentah global demi mendukung harga komoditas strategis itu.

Friedlander melihat bahwa Saudi tidak akan senang dengan penurunan harga baru atau penurunan pendapatan dari minyak

Ia menambahkan bahwa Saudi pasti akan lebih memilih untuk mengambil risiko dengan lebih mengetatkan pasar minyak sehingga harga dapat mencapai $70, daripada mengambil risiko membiarkan harga tergelincir kembali menjadi $50.

Harga patokan internasional minyak mentah Brent baru-baru ini mencapai $60 per barel dengan adanya tanda-tanda pasar minyak yang mengetat. Brent naik setinggi $62,90 pada hari Senin, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS mencapai puncaknya pada $56,28, keduanya naik ke titik tertinggi sejak Juli 2015.

Helima Croft, kepala strategi komoditas global di RBC, berpendapat bahwa harga minyak mentah Brent sebesar $60 per barel memberikan kondisi optimal bagi banyak inisiatif Bin Salman untuk merombak ekonomi.

"MBS tampaknya sangat berkomitmen untuk menunda kesepakatan OPEC sampai tahun 2018 dan bergerak maju dengan penjualan Aramco," kata Croft.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC

Sumber gambar: NewsPatrolling.com

Share This

Berita Komoditas Lainnya

December 10, 2018

Harga Emas Stabil di Senin Pagi Pasca Lonjakan di Pekan Lalu

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Harga emas tampak stabil pada Senin pagi ini setelah pada sesi penutupan pekan lalu mencapai titik tertinggi sejak Juli sekaligus mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus di tengah gejolak pasar yang…
December 07, 2018

Harga Emas Naik Tipis di Jumat Siang, Pasar Tunggu NFP

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas naik sedikit pada hari Jumat karena dolar AS masih didominasi sentimen negatif menyusul penurunan imbal hasil (yield) Treasury AS. Sementara itu para investor masih menunggu rilis data penggajian sektor…
December 07, 2018

Harga Emas Melayang di Dekat Titik Tertinggi 5-bulan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas bergerak mendatar pada Jumat pagi setelah di sesi sebelumnya menanjak ke harga tertinggi dalam lima bulan terakhir karena dolar AS melemah. Faktor utama yang menyebabkan dolar AS bergerak turun sekitar 0,3…
December 06, 2018

Naik di Asia, Harga Emas Mulai Terkoreksi Saat Masuki Eropa

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/12/2018 – Harga emas pagi tadi sempat menanjak ke $1.240,60, mendekati level tertinggi sesi Selasa di $1.241,75, terdorong oleh aksi risk aversion yang menekan dolar AS. Benjamin Lu, analis komoditas dengan Phillip Futures,…
December 06, 2018

Harga Emas Turun, Pasar Terus Pantau Brexit dan NFP

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/12/2018 – Harga emas berakhir negatif pada hari Rabu, menghentikan kenaikan dua sesi berturut-turut, sehari setelah harga komoditas itu mencapai level tertingginya sejak Juli saat terjadi pelemahan dolar AS. Para pedagang emas…