ForexSignal88.com l Jakarta, 06/11/2017 – Harga emas berada di bawah tekanan setelah dolar AS tetap kokoh setelah laporan pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan tidak berhasil menggagalkan ekspektasi para investor untuk kenaikan suku bunga di akhir tahun ini karena lonjakan indeks sektor jasa mengangkat sentimen pasar terhadap aset berisiko.

Data MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division menunjukkan pada sesi akhir pekan lalu harga emas turun ke $1265,30 dan ditutup negatif di $1269,85 atau turun 0,47% dibandingkan dengan penutupan sesi sebelumnya di $1275,80.

Pada basis mingguan, harga emas mencatatkan penurunan negatif selama tiga minggu berturut-turut di tengah sentimen yang meningkat terhadap aset-aset berisiko seiring pertumbuhan sektor jasa AS yang mengimbangi data yang menunjukkan kelemahan pada pasar kerja.

Data ISM non-manufacturing untuk bulan Oktober menunjukkan kenaikan besar menjadi 60,1, mengalahkan ekspektasi 58,5 dan merupakan angka tertinggi untuk indeks sektor jasa AS sejak tahun 2005.

ISM non-manufacturing yang melonjak tersebut membuai harapan para investor terhadap ekonomi AS sehingga memicu rebound dolar AS yang sebelumnya mendapat tekanan menyusul sebuah data yang menunjukkan bahwa pada bulan Oktober ekonomi AS menciptakan lebih sedikit pekerjaan daripada yang diperkirakan.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan perekonomian negara tersebut menciptakan 261.000 pekerjaan pada bulan Oktober, di bawah prediksi dari para ekonom sebanyak 310.000 pekerjaan baru.

Tingkat pengangguran tetap stabil di 4,2% sementara pendapatan rata-rata per jam bergerak lamban dengan pertumbuhan rata-rata yang mendatar untuk bulan tersebut.

Namun para analis mencatat bahwa sementara pertumbuhan upah yang lemah dapat membebani pasar, tidak cukup buruk untuk menggagalkan rencana Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga di bulan Desember.

Para analis dari Wells Fargo mengatakan bahwa tingkat upah yang mendatar tidak terlalu membuat pasar khawatir.

 "Kami pikir tekanan upah bisa mulai membebani pasar tahun depan di pasar kerja yang ketat," kata para analis tersebut,

Harga emas sensitif terhadap kenaikan suku bunga yang dapat mengangkat biaya kesempatan (opportunity cost) untuk menahan aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti bullion.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: Gadget Flow

Share This

Berita Komoditas Lainnya

November 21, 2017

Harga Emas Sementara Berbalik Menguat

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/11/2017 – Pada perdagangan Selasa sore ini di bursa komoditas logam mulia di London, tampaknya emas bergerak lumayan besar dan berusaha bergerak lebih mendekati kembali ke level psikologis $1300 per troy ounce, dengan…
November 21, 2017

Harga Minyak Menguat Tipis Sejenak

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/11/2017 – Pada perdagangan bursa komoditas dari pagi hingga sore hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak serasi dimana kedua jenis minyak ini tampaknya sedang bergerak kecil dengan irama penguatannya dimana keyakinan OPEC…
November 21, 2017

Pakar Minyak Anjurkan Rusia Tinggalkan Komitmen OPEC

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/11/2017 – Rusia sebagai produsen dan negara pengekspor minyak terbesar di dunia bisa siap kapan saja untuk mundur dari perpanjangan komitmen pembatasan pasokan minyak global, demikian ungkap Chris Weafer, analis senior minyak…
November 21, 2017

Harga Minyak Melemah Terimbas Aksi Ambil Untung

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/11/2017 – Pada perdagangan sebelumnya, harga minyak kembali mengalami tekanan sebagai bentuk aksi ambil untung kembali dimana sebelumnya sejak pertengahan bulan lalu, harga minyak sudah naik cukup signifikan dan hari-hari ini…
November 21, 2017

Harga Emas Tersungkur karena Politik Jerman

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/11/2017 – Harga emas turun tajam pada hari Senin karena merosotnya euro di tengah meningkatnya ketidakpastian politik di Jerman yang mendorong dolar AS dan pada gilirannya menekan permintaan pasar terhadap logam mulia. Data…