ForexSignal88.com l Jakarta, 02/11/2017 – Di akhir November ini, OPEC akan kembali mengadakan pertemuan internal dilanjutkan dengan pertemuan tentang evaluasi komitmen pemangkasan produksi minyak 1,8 juta bph di Wina, Austria.

Beberapa pengamat minyak termasuk Stephen Brennock dari PVM Oil Associates menyatakan bahwa OPEC harus mengatasi beberapa hal yang tidak diketahui yang bisa membayangi cahaya putih bagi keberlangsungan harga minyak yang tinggi.

Sebelumnya ada tiga masalah utama yang sedang dihadapi OPEC dalam mempertahankan harga dan pasokan minyak dunia menurut Brennock, yaitu yang pertama adalah dibebaskannya Libya dan Nigeria dalam pembatasan produksi minyak 1,8 juta bph oleh OPEC. Kedua negara tersebut dibebaskan dengan alasan masih adanya konflik internal di masing-masing negara tersebut sehingga tahun lalu mengalami kontraksi atau penurunan produksi minyak yang di luar dugaan.

Namun Nigeria dan Libya telah menambahkan jumlah keseluruhan produksi minyak OPEC sebesar 694 ribu bph dari Januari hingga September lalu, kata Brennock. Pembebasan 2 negara tersebut membuat upaya OPEC untuk mengekang produksi secara keseluruhan semakin sulit karena masalah kontrol dan koordinasi antara OPEC dengan kedua negara tersebut sulit dilakukan.

Masalah yang kedua adalah masalah kecurangan yang sangat mudah dilakukan oleh anggota yang berkomitmen membatasi produksi tersebut, menurut Brennock. Kesannya yang terjadi bahwa kepatuhan anggota OPEC dalam membatasi produksi tersebut patut diapresiasi, namun anggota yang berasal dari produsen minyak non-OPEC banyak sekali yang melanggar pembatasan tersebut, sehingga seperti kita lihat harga sangat sulit naik.

Kecurangan selama ini memang telah berhasil ditutupi oleh usaha Arab Saudi dan Rusia, sebagai negara produsen minyak terbesar di dunia yang ikut dalam komitmen pembatasan tersebut.

Sedangkan masalah yang ketiga dihadapi OPEC adalah masalah perang yang sering terjadi di beberapa negara anggota OPEC, imbuh Brennock. Libya dan Nigeria sudah dibebaskan dari pembatasan produksi karena masih belum amannya sisi internal mereka. Yang terakhir adalah Irak yang sedang menegang dengan Kurdi.

Faktor perang ini, membuat negara produsen minyak terbesar kedua di OPEC mengalami penyusutan ekspornya yang biasanya 600 ribu bph turun hingga setengahnya. Meski Irak sendiri susah untuk diatur mengenai produksinya, namun OPEC juga tidak dapat mengontrol secara penuh keinginan dari Irak terutama ikut campur dalam hal kedaulatan negaranya.

Sumber Berita: Reuters, ForexSignal88, Bloomberg, CNBC, Business Insider

Sumber Gambar: Reuters

Share This

Berita Komoditas Lainnya

January 19, 2018

Yield Treasury Menanjak, Harga Emas Terdesak

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/01/2018 – Harga emas turun dari level tertinggi empat bulan karena imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat tajam menyusul data pertumbuhan China yang kuat dan di tengah ekspektasi bahwa inflasi akan segera meningkat. Data…
January 19, 2018

Harga Minyak Terkoreksi Produksi AS Yang Rebound

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/01/2018 – Pada perdagangan kemarin, harga minyak dunia bergerak seragam dimana harga minyak WTI dan harga minyak Brent berjalan serasi untuk melemah sebagai bentuk sedikit aksi ambil untung sejenaknya setelah produksi minyak…
January 18, 2018

Harga Minyak Tetap Bertahan di Level Tertinggi 3 Tahunnya Menantikan Data EIA

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/01/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga siang hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak beragam dimana kedua jenis minyak ini sempat menguat dan sekarang bergerak tidak serasi sebagai bentuk aksi…
January 18, 2018

Harga Emas Tetap ke Selatan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/01/2018 – Pada perdagangan siang menjelang sore hari ini di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, harga emas masih mengalami tekanan alias masuk dalam ruang aksi ambil untung lanjutan setelah semalam melemah…
January 18, 2018

Harga Emas Semakin Merosot Setelah Dolar AS Tunjukkan Perlawanan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/01/2018 – Serupa dengan pergerakan harga di bursa forex, pada sesi perdagangan Rabu harga emas bergerak fluktuatif hingga akhirnya ditutup negatif. Aksi ambil untuk saat dolar AS mulai menunjukkan perlawanan terhadap sejumlah…