ForexSignal88.com l Jakarta, 02/11/2017 – Pada hari Rabu, setelah para anggota dewan kebijakan Federal Reserve yang duduk di FOMC memutuskan tidak mengubah tingkat suku bunga acuan, tetap di 1,25%, harga emas tampak stabil, ditutup naik 0,29% di $1274,50.

Harga logam mulia itu juga tampak tidak terpengaruh oleh lonjakan saham-saham Jerman yang mendorong indeks DAX ke rekor tertinggi baru-baru ini. Wall Street juga dibuka pada tingkat rekor baru, meskipun indeks di sana segera berubah menjadi merah menjelang keputusan kebijakan FOMC dan pengumuman hasil pendapatan Facebook pada akhir sesi kemarin.

Pernyataan FOMC hanya menunjukkan sedikit kejutan, dengan satu-satunya perubahan penting dari pernyataan sebelumnya adalah upgrade pada pandangan ekonomi dari "naik moderat" menjadi tumbuh "pada tingkat yang solid."

Dolar AS menunjukkan sedikit reaksi seperti yang diperkirakan sebelumnya. Namun demikian, greenback masih lebih kuat terhadap sejumlah mata uang, termasuk yen, euro dan pound sterling, meskipun mata uang komoditas seperti dolar Australia dan dolar Kanada menguat terhadap greenback.

Kini tersisa pertanyaan, apakah penguatan emas adalah sebuah jebakan bagi para bulls sebelum potensi penurunan tajam di akhir pekan ini mengingat data nonfarm payroll AS secara luas diperkirakan akan melonjak tajam, ataukah ini memang penguatan yang sebenarnya terkait dengan potensi dolar AS jika hari ini Presiden AS memilih Jerome Powell, yang dianggap sebagai pemimpin yang dovish seperti Janet Yellen dan cenderung mempertahankan suku bunga rendah lebih lama, menjadi ketua Fed selanjutnya serta potensi penurunan ekuitas pasca rally panjang.

Volatilitas besar pada pergerakan harga emas mungkin akan terlihat selama hari ini dan besok. Namun jika dilirik pergerakan logam lainnya, perak (XAG/USD), yang di sesi kemarin melonjak tajam hingga $17,19, bukan tidak mungkin harga emas juga akan mengikutinya.

Tim analisa teknikal FS88 melihat zona pertahanan kuat para bears berada di area $1285,00 yang jika terjadi penetrasi kuat terhadapnya akan membuka peluang lebih besar bagi harga emas untuk terus pulih dan berpotensi, untuk jangka pendek, kembali menyentuh level psikologis $1300,00.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, FXStreet

Sumber gambar: Gold Bullion Hunt

Share This

Berita Komoditas Lainnya

December 10, 2018

Harga Emas Mulai Sundul 1250

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Sejak Senin pagi hingga siang ini harga emas masih bergerak tipipis namun stabil di dekat puncak tertinggi 5-bulan, terbantu oleh berkurangnya potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pergerakan bullish harga emas…
December 10, 2018

Harga Emas Stabil di Senin Pagi Pasca Lonjakan di Pekan Lalu

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Harga emas tampak stabil pada Senin pagi ini setelah pada sesi penutupan pekan lalu mencapai titik tertinggi sejak Juli sekaligus mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus di tengah gejolak pasar yang…
December 07, 2018

Harga Emas Naik Tipis di Jumat Siang, Pasar Tunggu NFP

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas naik sedikit pada hari Jumat karena dolar AS masih didominasi sentimen negatif menyusul penurunan imbal hasil (yield) Treasury AS. Sementara itu para investor masih menunggu rilis data penggajian sektor…
December 07, 2018

Harga Emas Melayang di Dekat Titik Tertinggi 5-bulan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas bergerak mendatar pada Jumat pagi setelah di sesi sebelumnya menanjak ke harga tertinggi dalam lima bulan terakhir karena dolar AS melemah. Faktor utama yang menyebabkan dolar AS bergerak turun sekitar 0,3…
December 06, 2018

Naik di Asia, Harga Emas Mulai Terkoreksi Saat Masuki Eropa

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/12/2018 – Harga emas pagi tadi sempat menanjak ke $1.240,60, mendekati level tertinggi sesi Selasa di $1.241,75, terdorong oleh aksi risk aversion yang menekan dolar AS. Benjamin Lu, analis komoditas dengan Phillip Futures,…