ForexSignal88.com l Jakarta, 01/11/2017 – Harga emas kembali tertekan pada hari Selasa, mengurangi perolehan positif di sesi Jumat dan Senin. Bahkan di Rabu pagi ini tekanan jual kembali terlihat.

Harga emas turun pada hari Selasa, tertekan oleh kenaikan dolar AS yang didukung duo laporan ekonomi bullish yang mengangkat ekspektasi para investor terhadap pertumbuhan ekonomi AS.

Data MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division menunjukkan pada sesi Selasa harga emas turun ke $1267,505 dan ditutup negatif di $1270,80 atau turun 0,45 persen dibandingkan dengan penutupan sesi sebelumnya di $1276,05.

Indikator keyakinan konsumen dari Conference Board Inc. naik menjadi 125,9 di bulan Oktober dari 119,8 di bulan September, mengalahkan perkiraan para ekonom untuk pembacaan 121.

Sentimen konsumen merupakan indikator utama belanja konsumen, yang memainkan peran utama dalam keseluruhan aktivitas ekonomi AS dengan kontribusi dari belanja konsumen sebesar dua per tiganya.  

Chicago Purchasing Managers’ Index (Chicago PMI) melonjak menjadi 66,2, di atas pembacaan September 65,2, di atas ekspektasi sebesar 61. Sebagai salah satu indikator utama ekonomi AS, Chicago PMI membantu para ekonom untuk mengukur aktivitas bisnis dan pesanan baru.

Duo laporan tersebut muncul saat pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal berlangsung pada dimulai hari Selasa, dengan keputusan suku bunga akan diumumkan pada hari Rabu waktu setempat atau Kamis dini hari waktu Indonesia bagian barat dan tidak ada konferensi pers setelah pengumuman tersebut.

Sementara Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengumumkan ketua Fed baru pada hari Kamis malam waktu Indonesia Barat, namun belum ada jadwal pasti sejauh ini.

Presiden Trump cenderung untuk menunjuk Gubernur Federal Reserve Jerome Powell, yang memiliki sikap serupa dengan Janet Yellen mengenai kebijakan moneter, untuk menjadi ketua Fed berikutnya, demikian laporan Reuters pada hari Senin, mengutip sebuah sumber yang tidak disebutkan namanya.

Sejumlah data penting dari AS nanti malam, terutama data pembayaran gaji swasta dari ADP Inc., akan menyita perhatian para pedagang emas sebelum agenda FOMC tersebut.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: DFR Bullion

Share This

Berita Komoditas Lainnya

December 10, 2018

Harga Emas Mulai Sundul 1250

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Sejak Senin pagi hingga siang ini harga emas masih bergerak tipis namun stabil di dekat puncak tertinggi 5-bulan, terbantu oleh berkurangnya potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pergerakan bullish harga emas…
December 10, 2018

Harga Emas Stabil di Senin Pagi Pasca Lonjakan di Pekan Lalu

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Harga emas tampak stabil pada Senin pagi ini setelah pada sesi penutupan pekan lalu mencapai titik tertinggi sejak Juli sekaligus mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus di tengah gejolak pasar yang…
December 07, 2018

Harga Emas Naik Tipis di Jumat Siang, Pasar Tunggu NFP

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas naik sedikit pada hari Jumat karena dolar AS masih didominasi sentimen negatif menyusul penurunan imbal hasil (yield) Treasury AS. Sementara itu para investor masih menunggu rilis data penggajian sektor…
December 07, 2018

Harga Emas Melayang di Dekat Titik Tertinggi 5-bulan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas bergerak mendatar pada Jumat pagi setelah di sesi sebelumnya menanjak ke harga tertinggi dalam lima bulan terakhir karena dolar AS melemah. Faktor utama yang menyebabkan dolar AS bergerak turun sekitar 0,3…
December 06, 2018

Naik di Asia, Harga Emas Mulai Terkoreksi Saat Masuki Eropa

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/12/2018 – Harga emas pagi tadi sempat menanjak ke $1.240,60, mendekati level tertinggi sesi Selasa di $1.241,75, terdorong oleh aksi risk aversion yang menekan dolar AS. Benjamin Lu, analis komoditas dengan Phillip Futures,…