ForexSignal88.com l Jakarta, 31/10/2017 – Pada perdagangan sebelumnya, harga minyak ditutup menguat di mana minyak Brent raih level tertinggi di atas $60 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli 2015 dan minyak WTI ditutup di level tertinggi juga sejak 8 bulan lalu atau sejak Februari dengan dorongan yang paling besar yaitu pernyataan Arab Saudi dan Rusia yang ingin memperpanjang waktu komitmen pemangkasan produksi minyak 1,8 juta barel per hari  (bph) sepanjang 2018 nanti.

Alhasil membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak November di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara menguat $0,22 atau 0,41% di level $54,12 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Desember di pasar ICE Futures London sementara sedang menguat $0,52 atau 0,86% di harga $60,96 per barel.

Seperti kita ketahui bahwa minyak Brent mengalami rally panjang sejak putra mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman menyatakan bahwa kerajaan akan sangat mendukung keinginannya agar harga tetap berada di level tinggi dengan mempertahankan posisi pasokan dan produksi yang dapat menyeimbangkan pasar. Pernyataan putra mahkota tersebut merupakan ulangan ucapan Vladimir Putin seminggu sebelumnya yang juga ingin hal yang sama yaitu membatasi pasokan minyak dunia.

Pernyataan kedua pemimpin negara produsen minyak terbesar tersebut dipertegas oleh Sekjen OPEC Mohammad Barkindo bahwa agenda di pertemuan evaluasi komitmen pemangkasan produksi minyak 1,8 juta bph di 30 November, dapat dipastikan akan membahas perpanjangan waktu komitmen tersebut hingga akhir 2018.

Seperti kita ketahui bahwa Arab Saudi dan Rusia adalah produsen minyak terbesar di dunia, dan mempunyai komitmen pemangkasan produksi 1,8 juta bph hingga akhir Maret tahun depan. Sejauh ini, Arab Saudi bersama Rusia sangat setuju bahwa akan ada perpanjangan waktu tentang komitmen pemangkasan minyak tersebut hingga akhir tahun depan.

Namun kenaikan harga lebih lanjut dibatasi oleh laporan dari Energy Information Administration atau EIA bahwa eksplorasi produksi minyak mentah AS juga kembali meningkat 1,1 juta bph menjadi 9,5 juta bph dan ekspor juga berada rata-rata dalam 4 minggu terakhir sekitar 1,7 juta bph serta kapasitas terpasang produksi pengolahan minyak mentah atau refinery AS naik 4,3% dibanding bulan sebelumnya.

Tingginya produksi dan ekspor minyak AS ini juga disebabkan disparitas harga antara minyak Brent dengan WTI yang makin menjauh sekitar $6,70 per barel, di mana di atas disparitas $4 per barel maka AS masih akan tetap melakukan ekspor yang tinggi.

Harga Brent sendiri agak terbatas kenaikannya karena Irak telah menaikkan ekspor minyaknya sekitar 900 ribu bph menjadi 4,6 juta bph melalui pelabuhan di Selatan Irak sebagai bagian menutupi kekurangan suplai dari Utara yang sedang berkecamuk peperangan dengan Kurdi.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters, CNBC

Sumber gambar: Shahin Abasaliyev-Natural Gas World

Share This

Berita Komoditas Lainnya

July 19, 2018

Sisi Koreksi Harga Emas Masih Berlanjut

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/07/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada perdagangan di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, kondisi harga emas saat ini masih melanjutkan periode negatifnya sebagai dampak…
July 19, 2018

Sisi Penurunan Emas Masih Ada

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/07/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak negatif karena tetap khawatir dengan fokus kenaikan suku bunga AS yang masih akan ada. Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan…
July 18, 2018

Ruang Koreksi Harga Emas Masih Muncul

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/07/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada perdagangan di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, kondisi harga emas saat ini masih melanjutkan periode negatifnya akibat dari…
July 18, 2018

Apresiasi Greenback Menekan Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/07/2018 – Harga emas jatuh lebih dari satu persen pada hari Selasa dan mencapai titik terendah dalam setahun terakhir karena dolar AS menguat terdorong oleh kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell di hadapan Kongres AS.…
July 17, 2018

Laju Penguatan Harga Emas Mulai Muncul

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/07/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada perdagangan di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, kondisi harga emas saat ini sudah mulai berhasil positif lagi alias ada daya…