ForexSignal88.com l Jakarta, 30/10/2017 – Harga komoditas terus bergerak lebih tinggi pada dekade ini hingga 2012, didorong oleh ketidakcocokan antara permintaan China dan pasokan global, menciptakan kekurangan pasokan yang menyebabkan kenaikan substansial di banyak pasar komoditas.

China menginginkan segalanya dan banyak lagi, dan para penambang tidak dalam posisi untuk memenuhi permintaan negara tersebut. Namun, itu semua berubah pada 2012.

Permintaan China melambat dan pasokan, didorong oleh harga sebelumnya, akhirnya berlimpah, sehingga banyak pasar komoditas bergerak dari defisit menjadi surplus, menciptakan tekanan turun di banyak pasar, bahkan tergolong akut dalam beberapa kasus.

Sekarang, setelah berfluktuasi selama dekade terakhir ini, secara keseluruhan harga komoditas mulai pulih, sebagian berkat pasokan yang berkurang seiring dengan pengurangan produksi yang berbiaya tinggi.

Sebagaimana tim riset ekuitas Logam dan Pertambangan Goldman Sachs catat, sebagian dari pengurangan pasokan tersebut berasal dari penutupan tambang di China. Tim itu terdiri dari Craig Sainsbury, Eugene King dan Humberto Meireles.

Mereka menjelaskan bahwa salah satu konsekuensi tak terduga dari lonjakan komoditas China adalah peningkatan produksi logam dalam negeri China. Permintaan logam yang tak terpuaskan di China juga melihat kontribusi China terhadap kenaikan pasokan global dari sekitar 10% di tahun 2002 menjadi sekitar 20% hari ini.

Sebagian besar kenaikan pasokan itu berasal dari operasi kelas rendah dan berbiaya tinggi dengan dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan China sekarang meningkatkan reformasi struktural supply-side, volume domestik mengalami dampak negatif. Akibatnya, volume produksi China banyak material cenderung lebih rendah pada tahun 2017 daripada tahun-tahun sebelumnya.

Dengan pemotongan kapasitas produksi China, tim tersebut mengatakan bahwa volume produksi dari luar negeri perlu tetap terjaga untuk mempertahankan pasar yang seimbang.

Namun, seperti yang mereka tunjukkan, banyak perusahaan pertambangan belum melakukan investasi dalam eksplorasi dan pengembangan tambang dan hanya bergantung pada aset yang ada dan harga komoditas yang lebih kuat untuk membantu meningkatkan tingkat pengembalian modal kepada para investornya.

Sementara para penambang menghasilkan lebih banyak uang dengan harga komoditas saat ini, mereka tampak lebih fokus untuk mengembalikan modal daripada berinvestasi dalam regenerasi alat produksi dan pasokan.

Dari setiap dolar keuntungan yang dihasilkan oleh harga yang naik, tim itu memperkirakan 53 sen dikembalikan ke pemegang saham, mengembalikan pengembangan pada sektor eksplorasi dan tambang kembali ke tingkat yang terakhir terlihat satu dekade yang lalu. Perkembangan tambang global baru pun telah melambat. Dari 100 aset pertambangan teratas di seluruh dunia, lebih dari 60% telah berhenti beroperasi pada satu abad terakhir.

Kombinasi penurunan pasokan di China, penuaan aset pertambangan dan kurangnya investasi baru telah membuat tim Goldman Sach yakin tentang apa yang dapat dilakukan semua faktor itu terhadap harga komoditas, menunjukkan bahwa kombinasi faktor tersebut berpotensi membuat periode under-supply (kekurangan pasokan) lanjutan, yang menyebabkan penguatan harga komoditas yang lebih lama lagi.

Sumber berita: ForexSignal88, Business Insider

Sumber gambar: CLS Investment

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Komoditas Lainnya

November 14, 2018

Harga Emas Mencoba Teruskan Rebound Saat Pasar Menunggu CPI AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Harga emas masih diliputi nuansa positif pada Rabu pagi, menyusul rebound yang terjadi kemarin setelah harga komoditas ini jatuh sejenak ke bawah level psikologis $1.200,00. Namun perdagangan emas berjangka di divisi…
November 14, 2018

Perdagangan Emas Tetap Menunggu Data Inflasi AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Harga emas naik sekitar 0,2 persen menjadi $1.203,80 pada Rabu siang ini. Harga komoditas ini telah merosot ke level terendah sejak 11 Oktober di $1.196,15 di sesi sebelumnya. John Sharma, ekonom dari National…
November 13, 2018

Harga Emas Memantul, Pasar Terus Awasi Geopolitik

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Harga emas memantul tipis namun masih rentan untuk terpukul kembali. Para investor dan traders masih tetap berhati-hati karena ketidakpastian geopolitik dapat menjadi pendukung harga emas namun di saat yang sama safe…
November 13, 2018

Harga Emas Rebound, Pasar Terus Awasi Prospek Suku Bunga Fed

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Harga emas (XAUUSD) mulai rebound pada Selasa pagi setelah pada sesi kemarin ditutup lebih rendah untuk sesi ketiga berturut-turut karena indeks dolar AS terus menguat ke level tertinggi dalam lebih dari 16 bulan,…
November 12, 2018

Apresiasi Greenback Benamkan Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/11/2018 – Harga emas jatuh ke level terendah dalam sebulan pada hari Jumat (9/11) karena terbebani apresiasi dolar AS setelah Federal Reserve (The Fed) menegaskan kembali sikapnya mengenai laju pengetatan moneter yang dipandang…