ForexSignal88.com l Jakarta, 30/10/2017 – Sekretaris jenderal OPEC mengatakan kepada Reuters pada hari Jumat (27/10) bahwa kabut telah dibersihkan menjelang pertemuan kebijakan OPEC berikutnya oleh Arab Saudi dan Rusia di mana kedua negara menyatakan dukungan mereka untuk memperpanjang kesepakatan global untuk mengurangi pasokan minyak selama sembilan bulan lagi.

OPEC, ditambah Rusia dan sembilan produsen lainnya, telah mengurangi produksi sekitar 1,8 juta barel per hari (bph) untuk mengendalikan pasokan minyak mentah. Pakta tersebut berjalan sampai Maret 2018 dan mereka mempertimbangkan untuk memperpanjangnya.

Pada pekan lalu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman mengatakan bahwa dia mendukung perpanjangan masa perjanjian tersebut selama sembilan bulan, menyusul pernyataan serupa yang disampaikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada 4 Oktober.

"OPEC menyambut baik panduan yang jelas dari Putra Mahkota Arab Saudi mengenai kebutuhan untuk mencapai pasar minyak yang stabil dan mempertahankannya di luar kuartal pertama 2018," kata Mohammad Barkindo dari OPEC kepada Reuters di sela-sela sebuah konferensi.

"Bersama dengan pernyataan yang diungkapkan oleh Presiden Putin ini membersihkan kabut dalam perjalanan ke Wina pada 30 November," jelas Sekjen OPEC.

"Selalu bagus untuk mendapatkan umpan balik dan panduan tingkat tinggi ini," Barkindo menambahkan, ketika ditanya apakah komentar putra mahkota tersebut membuat perpanjangan perjanjian selama sembilan bulan tampak lebih mungkin untuk terjadi.

Mengutip sumber OPEC, pada 18 Oktober Reuters melaporkan, bahwa para produsen cenderung untuk memperpanjang kesepakatan selama sembilan bulan, meskipun keputusan tersebut dapat ditunda sampai awal tahun depan tergantung pada pasar.

Diskusi terus berlanjut menjelang pertemuan OPEC pada 30 November, dimana para menteri minyak dari OPEC dan negara-negara non-OPEC yang berpartisipasi akan hadir.

Kesepakatan tersebut telah mendukung harga minyak, sehingga pada hari Jumat harga patokan internasional yaitu minyak mentah Brent mencapai $60,44 per barel, level tertinggi sejak Juli 2015, namun sejumlah cadangan minyak yang tersimpan belum mengalir ke pasar dan harga masih di level setengah dari harga pada pertengahan 2014.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Premium Times

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Komoditas Lainnya

January 22, 2018

Harga Minyak Bisa Menguat Kembali Berkat Pernyataan Khalid Al-Falih

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/01/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga siang hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak seragam dan serasi dimana kedua jenis minyak ini menguat dan sekarang bergerak ke Utara sebagai bentuk aksi beli…
January 22, 2018

Jelang Pemungutan Suara Ulang di Senat AS, Harga Emas Tertekan Sejenak

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Pada perdagangan siang menjelang sore hari ini di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, harga emas mengalami tekanan kembali alias masuk dalam ruang aksi ambil untung sejenaknha setelah akhir pekan…
January 22, 2018

Harga Minyak Masih Tertekan Pasca Laporan IEA

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Pada perdagangan akhir pekan kemarin, harga minyak dunia bergerak seragam dimana harga minyak WTI dan harga minyak Brent berjalan serasi untuk melemah sebagai bentuk dari aksi jual lanjutan setelah laporan…
January 22, 2018

Harga Emas Melemah Tipis di Pekan Lalu

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Kemilau harga emas sedikit meredup di pekan lalu, di saat dolar AS mulai menunjukkan giginya setelah sejak 12 Desember harga emas terus-menerus melakukan rally sehingga mencapai $1.344,55 yang merupakan level…
January 22, 2018

Menteri Energi KSA Desak Produsen Minyak Lain Terus Lanjutkan Kerja Sama Setelah 2018

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2018 – Menteri energi Kingdom of Saudi Arabia (KSA) mendesak negara-negara produsen minyak global pada hari Minggu untuk memperluas kerja sama mereka di luar tahun 2018, namun mengatakan kerja sama tersebut berbentuk sebuah…