ForexSignal88.com l Jakarta, 22/09/2017 – Pada perdagangan Jumat sore akhir pekan ini pada bursa komoditi logam dunia yang berpusat di pasar komoditi London, tampaknya safe haven emas kali ini muncul kembali di sela-sela mulai hangatnya kembali kondisi Semenanjung Korea tadi pagi.

Faktor jual emas akhirnya dapat diakhiri dari pasar Asia hingga Eropa kali ini karena Korea Utara kemungkinan besar akan melakukan uji coba kembali bom hidrogennya di Pasifik dalam waktu dekat sehingga membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara bergerak menguat $5,20 atau 0,40% di level $1300,00 pertroy ounce. Untuk harga perak kontrak Desember di Comex untuk sementara bergerak menguat $0,04 atau 0,25% di level $17,06 pertroy ounce.

Pernyataan Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho sedikit membuat gaduh kembali di pasar komoditi emas Jumat ini. Media setempat mempertanyakan ucapan Presiden Kim kepada Menlu Ri, dan sebetulnya Menlu Ri juga tidak terlalu paham dengan keinginan Presiden Kim, tetapi terlontar bahwa Korea Utara akan mengujicobakan senjata bom hidrogen atau H-bomb nya yang mempunyai daya ledak yang lebih besar dibandingkan H-bomb yang sebelumnya bisa menimbulkan efek gempa 6,5 skala Richter.

Sebetulnya Presiden Kim mengucapkan bahwa Korea Utara akan membuat AS mendapatkan pengalaman yang paling bersejarah, namun tidak menyatakan akan melepas uji coba bom tersebut. Ucapan Kim sebagai balasan atasyang diucapkan Trump sebelumnya yaitu AS telah menandatangani persetujuan akan melarang segala bentuk transaksi keuangan dan perdagangan dengan Korea Utara.

Ini yang membuat timbul safe haven emas, namun kondisinya masih terbatas sebelum ada percobaan bom tersebut. Selain itu, pembatasan penguatan emas masih terkait akan naiknya suku bunga the Fed yang dijelaskan dari hasil rapat suku bunganya minggu ini.

Dalam monitor perkiraan kenaikan suku bunga the Fed di akhir tahun ini telah mengalami kenaikan persentase, dari 60% sebelum Fed meeting, menjadi diatas 70% setelah Fed meeting, sehingga memang dapat dipastikan suku bunga the Fed harus naik 3 kali di tahun ini dan di tahun depan.

Sumber berita: Reuters, Investing, Kitco, Bloomberg, ForexSignal88.com

Sumber gambar: MarketWatch

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Komoditas Lainnya

October 23, 2017

Harga Minyak Masih Bergerak Positif

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/10/2017 – Pada perdagangan bursa komoditas dari pagi hingga Senen sore awal pekan ini, harga minyak WTI dan Brent sama-sama bergerak positif di mana ada dukungan bahwa persediaan minyak AS telah menurun serta dukungan…
October 23, 2017

Fenomena Kemenangan Abe Redupkan Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/10/2017 – Pada perdagangan Senin sore awal pekan ini pada bursa komoditas logam dunia yang berlatar belakang dari pasar komoditas London, tampaknya emas masih melemah posisinya untuk kembali lagi untuk lebih menjauhi level…
October 23, 2017

Fenomena Minyak AS Dapat Memicu Kisah Dua Pasar Yang Berbeda

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/10/2017 – Sejak Presiden mengumandangkan American First Energy, kegiatan produksi minyak AS terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan sehingga membuat OPEC dan produsen minyak dunia merasa was-was dengan ekspansifnya…
October 23, 2017

Emas Tertekan Reformasi Pajak AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/10/2017 – Harga emas gagal mempertahankan kondisi positif di pekan sebelumnya setelah di pekan lalu (16-20 Oktober) harga komoditas ini menyerah, ditutup negatif di $1280,00 per troy ounce atau turun 1,% untuk sesi mingguan.…
October 23, 2017

Harga Minyak Berhasil Menguat Kembali

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/10/2017 – Pada perdagangan akhir pekan kemarin, harga minyak ditutup positif atau menguat kembali dengan mendengar kenyataan bahwa pengiriman minyak dari Kurdi masih belum normal. Setelah sebelumnya harga minyak turun tajam…