ForexSignal88.com l Jakarta, 13/09/2017 – Perpindahan penggunaan energi terbarukan dan mulai meninggalkan energi fosil merupakan bagian dari Paris Act yang ingin mengurangi ketergantungan sumber daya alam yang makin lama makin menipis.

Beberapa negara besar sedang menyiapkan produksi mobil berbasis penggerak listrik dan beberapa tahun kedepan mereka akan melarang produsen otomotif untuk memproduksi kendaraan dengan bahan bakar fosil, demikian ungkap RBC, sehingga dikuatirkan setelah beberapa tahun kedepan beban industri minyak bukan mmasih besarnya produksi, namun akan rendahnya permintaan akan minyak.

Helima Croft dari RBC menyatakan bahwa situasi puncak produksi minyak AS ketika musim salju kemungkinan di masa mendatang kondisi tersebut tidak akan terjadi lagi, karena perpindahan basis penggerak atau asal energi tersebutlah penyebabnya. Bagi produsen minyak mentah AS, jika harga $45 perbarel maka mereka akan sedih, namun ketika harga mencapai $50 perbarel, maka kondisi lindung nilai akan segera terjadi bagi mereka, demikian imbuh Croft.

Produsen AS ini menganggap bahwa $50 perbarel merupakan puncaknya dan hanya berlaku jangka pendek, sehingga ini merupakan masalah baru bagi negara-negara lain yang menginginkan harga minyak mentah tersebut menjadi $60 perbarel. Seperti OPEC dan 10 negara non-OPEC yang sepakat mengurangi produksi minyaknya sebesar 1,8 juta barel perhari adalah negara-negara minyak yang ingin harga menggapai $50 perbarel.

Croft juga menyampaikan bahwa pembatasan produksi tersebut sampai kuartla pertama tahun depan dimana mereka sangat serius ingin harga $60 perbarel dengan perkiraan juga menurutnya perpanjangan waktu pemangkasan bisa hingga akhir kuartal ke 3. Namun Croft juga mengkritisi negara-negara yang ikut komitmen pemangkasan tersebut, karena mencontohkan Kazakhstan yang setuju dengan komitmen tersebut namun tetap memompa minyaknya.

Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin merupakan penyebab utama Kazakhstan ikut serta komitmen tersebut. Croft juga mengkritisi peran Arab Saudi yang sangat berkepentingan agar harga minyak diatas $50 perbarel tersebut. Seperti kita ketahui bahwa pendapatan minyak dan gas Arab Saudi menyumbang 85% pendapatan nasional Kerajaan Arab Saudi, ungkap IMF, dan harga impas untuk minyak Arab Saudi sekitar $84 perbarel.

Croft juga mempertanyakan komitmen Arab Saudi, apakah negara produsen minyak terbesar didunia tersebut mampu menjaga komitmennya di tahun depan, sementara beberapa negara maju dunia sudah menjalankan program energi terbarukan atau menggunakan produksi mobil listrik.

Sumber Berita: Reuters, ForexSignal88.com, Business Insider, Forexfactory, the Guardian, Investing, CNBC

Sumber Gambar: The Telegraph

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Komoditas Lainnya

February 20, 2018

Disparitas Harga WTI dan Brent Makin Mendekat

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/02/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga sore hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak beragam di mana minyak WTI menguat tajam sedangkan minyak Brent masuk di area konsolidasi alias masuk di area aksi…
February 20, 2018

Harga Emas Masih Melanjutkan Posisi Jualnya

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/02/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, harga emas masih bergerak dengan nuansa yang negatif di mana situasi jual masih berlanjut…
February 20, 2018

Harga Emas Terimbas Aksi Ambil Untung

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/02/2018 – Harga emas turun dari level tertinggi sejak 25 Januari, memulai minggu ini dengan catatan moderat karena dolar AS memantul dari level terendah tiga tahun. Namun para analis memandang akhir dari tren naik jangka…
February 20, 2018

Harga Minyak Tetap Melanjutkan Sisi Belinya

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/02/2018 – Pada perdagangan awal pekan kemarin, harga minyak dunia bergerak seragam dimana kedua harga minyak dunia tersebut membuat penguatannya terbantu oleh situasi konflik di Timur Tengah yang bisa mengurangi pasokan minyak…
February 19, 2018

Harga Minyak Masih di Area Menguat

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga sore hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak beragam dan serasi dimana kedua jenis minyak ini menguat kembali atau melanjutkan episode positif akhir pekan kemarin…