ForexSignal88.com l Jakarta, 08/09/2017 – Ketegangan mengenai kemampuan nuklir Korea Utara selama beberapa bulan terakhir mencapai puncak baru di akhir pekan lalu ketika Pyongyang melakukan uji coba nuklir keenam dan paling kuat sejauh ini.

Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat dalam kondisi siaga tinggi. Presiden AS Donald Trump pun meningkatkan retorikanya yang ditujukan kepada negara-negara yang terus berbisnis dengan Korea Utara.

"Amerika Serikat sedang mempertimbangkan, selain pilihan lain, menghentikan semua perdagangan dengan negara manapun yang melakukan bisnis dengan Korea Utara," cuit Trump pada hari Minggu setelah berita tentang uji coba Korea Utara yang terbaru.

Negara yang melakukan bisnis dengan Korea Utara, dan disebut masih memasok rezim Kim Jong-Un dengan minyak mentah, adalah China.

Sejauh ini, AS hanya menargetkan bank-bank dan perusahaan-perusahaan kecil China yang melakukan perdagangan dan/atau melakukan bisnis dengan Korea Utara namun Trump mengancam untuk melempar jaring yang lebih luas, yang mungkin mencakup perusahaan-perusahaan besar China dalam industri minyak.

Seorang analis mengatakan kepada Bloomberg bahwa kemungkinan sanksi yang lebih luas terhadap perusahaan-perusahaan besar China dapat mempengaruhi operasi AS pada beberapa raksasa minyak China,          serta banyak bank terbesar di Beijing yang memiliki aset di AS.

Namun demikian, sanksi yang ditujukan ke perusahaan-perusahaan besar China dapat mengakibatkan pembalasan terhadap perusahaan-perusahaan AS, termasuk perusahaan-perusahaan yang masuk ke dalam S&P 500, melalui bisnis mereka di China.

S&P Global Platts mengatakan bahwa China ditengarai terus memasok minyak ke Korea Utara dan sementara putaran terakhir sanksi AS terhadap perdagangan minyak Korea Utara kemungkinan akan menghentikan perusahaan-perusahaan besar melakukan perdagangan karena risiko reputasi, namun mustahil menghentikan pasokan minyak mentah China ke Pyongyang.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin belum lama ini mengatakan kepada Fox News bahwa AS akan menerapkan sanksi yang meluas terhadap lembaga keuangan dan perusahaan China lainnya.

"Dan jika negara-negara lain ingin berbisnis dengan Amerika Serikat, mereka jelas akan bekerja sama dengan sekutu kita dan pihak lain untuk memotong Korea Utara secara ekonomi," kata Mnuchin.

Kim Kyung Sool, seorang peneliti senior di Korea Energy Economics Institute, menjelaskan bahwa perusahaan minyak besar China akan mendapat tekanan jika AS memperluas sanksi kepada perusahaan energi milik negara. China memasok hampir semua minyak Korea Utara dan sebagian besar pengiriman dari Beijing dilakukan oleh produsen minyak terbesar yang dipegang China National Petroleum Corp. (CNPC).

Meskipun CNPC tidak memiliki aset energi AS, perusahaan ini adalah pemegang saham mayoritas, sebesar 86 persen, di PetroChina, di mana JPMorgan Chase dan BlackRock juga memegang saham kecil.

Ada perusahaan-perusahaan China lainnya yang terkait dengan aset AS yaitu Sinochem membeli 40 persen dari 207.000 hektar bersih di Wolfcamp dari Pioneer Natural Resources pada 2013, senilai $1,7 miliar.

Sinopec juga mengakuisisi saham Chesapeake Energy di Mississippi Lime, utara Oklahoma, senilai $1,02 miliar.

China CNOOC Limited pun mengendalikan Nexen, yang memiliki aset di Teluk Meksiko dan berperan di dalam proyek di Colorado, Wyoming, dan Texas serta di Kanada.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Oilprice

Sumber gambar: China Money Report

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Komoditas Lainnya

July 20, 2018

Keprihatinan Presiden AS Bantu Harga Emas Rebound

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/07/2018 – Harga emas yang sempat jatuh ke $1.211,35 pada hari Kamis mengurangi kerugiannya tetapi masih berakhir pada level terendah satu tahun, karena Presiden AS Donald Trump, dalam sebuah wawancara dengan CNBC, menyuarakan…
July 19, 2018

Sisi Koreksi Harga Emas Masih Berlanjut

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/07/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada perdagangan di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, kondisi harga emas saat ini masih melanjutkan periode negatifnya sebagai dampak…
July 19, 2018

Sisi Penurunan Emas Masih Ada

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/07/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak negatif karena tetap khawatir dengan fokus kenaikan suku bunga AS yang masih akan ada. Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan…
July 18, 2018

Ruang Koreksi Harga Emas Masih Muncul

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/07/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada perdagangan di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, kondisi harga emas saat ini masih melanjutkan periode negatifnya akibat dari…
July 18, 2018

Apresiasi Greenback Menekan Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/07/2018 – Harga emas jatuh lebih dari satu persen pada hari Selasa dan mencapai titik terendah dalam setahun terakhir karena dolar AS menguat terdorong oleh kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell di hadapan Kongres AS.…