ForexSignal88.com l Jakarta, 06/12/2018 – Harga emas berakhir negatif pada hari Rabu, menghentikan kenaikan dua sesi berturut-turut, sehari setelah harga komoditas itu mencapai level tertingginya sejak Juli saat terjadi pelemahan dolar AS.

Para pedagang emas kini siap memantau peristiwa penting dalam beberapa hari mendatang serta perkembangan di seputar Brexit dan bagaimana faktor-faktor tersebut dapat memicu pergerakan yang lebih besar di pasar. Mereka juga akan memantau data nonfarm payrolls (NFP) AS pada hari Jumat.

Apabila pemungutan suara Brexit di parlemen UK negatif maka risk-off dapat muncul dan harga emas dapat bergerak lebih tinggi. Demikian pula, apabila data NFP AS biasa-biasa saja maka bahan bakar untuk rally harga emas dapat bertambah.

Sementara itu perdagangan saham berjangka AS, suku bunga berjangka dan produk option yang diperdagangkan di CME, ditutup pada hari Rabu karena hari berkabung nasional untuk mantan Presiden George H.W. Bush. Namun, pasar komoditas CME tetap beroperasi dengan jadwal perdagangan reguler, sementara pasar aset berisiko yang berbasis di AS sebagian besar pasif.

Sebagian pelaku pasar mengaitkan kemunduran harga emas pada sesi tersebut dengan aksi para investor yang menjual sebagian kepemilikan mereka setelah melihat keuntungan di hari Selasa.

Stephen Innes, kepala perdagangan di Oanda, menjelaskan bahwa dengan stabilitas sentimen risiko, pasar emas dapat mengambil beberapa keuntungan. Ia menambahkan bahwa secara keseluruhan inilah waktunya untuk menekan tombol pause sampai pasar terbuka setelah masa berkabung nasional di AS.

Sementara itu di sisi lainnya, risk appetite berpotensi meningkat seiring kekhawatiran pasar terhadap kelanjutan dari langkah penghentian sementara perang dagang yang telah disepakati oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. AS dan China menyetujui moratorium 90 hari pada perang tarif impor.

Dolar AS pun sedikit menguat dengan Indeks Dolar AS sedikit berubah positif di 96,99 pada akhir sesi perdagangan Rabu tetapi masih tercatat turun sekitar 0,3% sejak awal minggu ini. Biasanya, greenback yang lebih kuat dapat menumpulkan permintaan investasi untuk komoditas yang dihargakan dalam dolar AS, seperti emas, dan begitu pula korelasi sebaliknya.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Reuters

Sumber gambar: Trade Commodities

Share This

Berita Komoditas Lainnya

December 10, 2018

Harga Emas Mulai Sundul 1250

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Sejak Senin pagi hingga siang ini harga emas masih bergerak tipis namun stabil di dekat puncak tertinggi 5-bulan, terbantu oleh berkurangnya potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pergerakan bullish harga emas…
December 10, 2018

Harga Emas Stabil di Senin Pagi Pasca Lonjakan di Pekan Lalu

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Harga emas tampak stabil pada Senin pagi ini setelah pada sesi penutupan pekan lalu mencapai titik tertinggi sejak Juli sekaligus mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus di tengah gejolak pasar yang…
December 07, 2018

Harga Emas Naik Tipis di Jumat Siang, Pasar Tunggu NFP

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas naik sedikit pada hari Jumat karena dolar AS masih didominasi sentimen negatif menyusul penurunan imbal hasil (yield) Treasury AS. Sementara itu para investor masih menunggu rilis data penggajian sektor…
December 07, 2018

Harga Emas Melayang di Dekat Titik Tertinggi 5-bulan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas bergerak mendatar pada Jumat pagi setelah di sesi sebelumnya menanjak ke harga tertinggi dalam lima bulan terakhir karena dolar AS melemah. Faktor utama yang menyebabkan dolar AS bergerak turun sekitar 0,3…
December 06, 2018

Naik di Asia, Harga Emas Mulai Terkoreksi Saat Masuki Eropa

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/12/2018 – Harga emas pagi tadi sempat menanjak ke $1.240,60, mendekati level tertinggi sesi Selasa di $1.241,75, terdorong oleh aksi risk aversion yang menekan dolar AS. Benjamin Lu, analis komoditas dengan Phillip Futures,…