ForexSignal88.com l Jakarta, 14/08/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak negatif karena pasar memanfaatkan peluang beli yang muncul terjadinya setelah pelemahan mata uang Lira sejak akhir pekan lalu berdampak runtuhnya harga emas semalam.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada emas, sehingga hal ini membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $18,10 atau 1,48% di level $1200,90 per troy ounce. Emas ditutup terendah dalam 17 bulan terakhor dan sempat untuk pertama kalinya sejak saat itu pernah diperdagangkan di bawah level psikologis $1200 per troy ounce semalam.

Namun pagi ini kondisi ini berbalik kejadiannya ketika perdagangan pasar komoditi di Tokyo berlangsung, di mana harga emas kontrak Desember untuk sementara mengalami kondisi yang menguat $1,00 atau 0,05% di level $1201,90 per troy ounce.

Harga emas sebelumnya dalam kondisi sangat buruk kinerjanya, alias muncul aksi jual yang besar diiringi dengan dolar AS yang masih menguat kembali dengan dukungan sebelumnya dari data inflasi konsumen AS yang mendorong kenaikan suku bunga the Fed, diiringi nuansa perang dagang antara AS dengan Turki yang membuat pasar uang dunia gaduh seiring merosotnya Lira telah membuat emas juga ikut merosot lebih dari 2% sejak akhir pekan lalu.

Turki dilanda tarif baru bagi logamnya ke AS, sebagai wujud kekesalan Presiden Trump yang ingin menekan Presiden Turki Tayyib Erdogan yang dianggapnya otoriter dan perlu dilengserkan, sehingga menimbulkan dampak kekhawatiran terhadap masa depan negeri tersebut dengan ancaman akan gagalnya sistem keuangan negara tersebut sehingga mata uang Lira turun tajam dan sekaligus menyeret euro dan mata uang dunia lainnya di ajang safe haven dolar, sehingga harga emas terimbas dengan sisi jualnya sejak itu.

Emas yang harusnya sebagai instrumen anti krisis telah gagal menjalankan fungsinya karena rupanya krisis Turki membuat investor tidak beralih ke emas namun beralih ke instrumen surat hutang berdenominasi dolar AS. Ini semua karena mereka melihat emas sudah tidak menarik dikoleksi untuk jangka panjang.

Dorongan jual emas sejak pekan lalu muncul setelah the Fed merubah pandangannya yang lebih bagus bagi ekonomi AS, telah membuat emas kurang menarik jika dikoleksi secara jangka panjang, apalagi beberapa data ekonomi AS masih baik hasilnya sehingga isyarat kenaikan suku bunga the Fed selanjutnya makin kuat. Rencana kenaikan suku bunga the Fed dan masalah perang dagang masih selalu menghadang pergerakan positif emas sampai saat ini. Kondisi ini bisa membuat harga emas bisa terkoreksi lagi. Seperti kita ketahui bahwa ketika perang dagang memanas maka harga emas bisa terkoreksi. Ini disebabkan dengan tarif baru maka harga barang di AS akan naik dan naiknya harga barang maka menandakan naiknya inflasi.

Dan emas bisa memburuk dengan inflasi yang meninggi. Prospek akan meningkatnya suku bunga the Fed karena tingginya inflasi adalah penyebab seringkali emas terkoreksi jika mendengar perang dagang.

Namun sejak perdagangan pekan lalu, potensi perang tarif rupanya akan menjadi bahan pertimbangan investor bagaimana masa depan pertumbuhan ekonomi di AS ketika perang tarif berlangsung, apakah merendahkan pertumbuhan atau tidak. Jika rendah kemungkinan rencana kenaikan suku bunga the Fed pasti akan tertunda, sehingga ini ada peluang beli lagi bagi emas saat ini.

Pasar emas berharap data China membaik sehingga ada dukungan beli emas kembali ditengah krisis Turki yang belum usai.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters,

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Komoditas Lainnya

November 13, 2018

Harga Emas Memantul, Pasar Terus Awasi Geopolitik

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Harga emas memantul tipis namun masih rentan untuk terpukul kembali. Para investor dan traders masih tetap berhati-hati karena ketidakpastian geopolitik dapat menjadi pendukung harga emas namun di saat yang sama safe…
November 13, 2018

Harga Emas Rebound, Pasar Terus Awasi Prospek Suku Bunga Fed

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Harga emas (XAUUSD) mulai rebound pada Selasa pagi setelah pada sesi kemarin ditutup lebih rendah untuk sesi ketiga berturut-turut karena indeks dolar AS terus menguat ke level tertinggi dalam lebih dari 16 bulan,…
November 12, 2018

Apresiasi Greenback Benamkan Harga Emas

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/11/2018 – Harga emas jatuh ke level terendah dalam sebulan pada hari Jumat (9/11) karena terbebani apresiasi dolar AS setelah Federal Reserve (The Fed) menegaskan kembali sikapnya mengenai laju pengetatan moneter yang dipandang…
November 12, 2018

Sentimen Greenback Masih Kuat, Harga Emas Mulai Bergerak ke Selatan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/11/2018 – Harga emas relatif stabil pada hari Senin siang setelah menyentuh level satu bulan terendah pada sesi sebelumnya, tetapi harga logam ini tetap di bawah tekanan dari dolar AS yang lebih kuat dan ekspektasi pasar bahwa…
November 09, 2018

Harga Emas Terus Tertekan Pasca Fed Meeting

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/11/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada perdagangan di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, kondisi harga emas saat ini bergerak melemah pasca the Fed yang bernada hawkish.…