ForexSignal88.com l Jakarta, 07/06/2018 – Hingga saat berita ini ditulis saat memasuki sesi perdagangan Eropa, harga emas terlihat tetap stabil di kisaran yang sempit.

Sebelumnya pada sesi Rabu, harga logam kuning bergerak di dalam kisaran sempit bahkan di saat dolar AS berperforma lebih lemah dan ketegangan perdagangan internasional memberikan dukungan kepada harga komoditas tersebut tetapi di saat yang sama antisipasi para investor terhadap kenaikan suku bunga AS dari Federal Reserve pada minggu depan masih membebani harga komoditas tersebut.

Kepala strategi komoditas Saxo Bank di Kopenhagen, Denmark, menjelaskan bahwa para investor tetap memonitor dan mereka hanya ingin kembali aktif di pasar emas ketika harga komoditas tersebut keluar dari kisaran konsolidasinya. Harga emas terperangkap di antara pergerakan rata-rata 200-hari di sekitar $1.308 dan support $1.286.

Peluang untuk kenaikan suku bunga AS pada minggu depan juga semakin mendapat dukungan pada hari Selasa setelah sebuah data ekonomi AS terlihat membaik. Permintaan terhadap emas, sebuah aset yang tidak memberikan imbal hasil atau bunga, bisa terpukul jika suku bunga bank bergerak lebih tinggi.

Kepala analis pasar ThinkMarkets berpendapat bahwa kekuatan indeks dolar AS bisa menekan harga emas kembali ke angka $1.280.

Namun kemarin dan hingga awal sesi Eropa pada hari ini, greenback tertekan lagi sehingga berpotensi mendukung harga emas dalam denominasi dolar AS. Greenback merosot setelah euro naik ke level tertinggi 10 hari ketika para pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan bahwa mengakhiri program pembelian obligasi bank tersebut pada akhir tahun 2018 adalah sebuah langkah yang masuk akal.

Selain itu, ditengarai para investor emas potensial sedang menunggu dinamika ketegangan perdagangan internasional karena banyak yang percaya bahwa tarif impor AS baru-baru ini adalah hanya sebuah taktik negosiasi AS.

Selain itu menurut John Caruso, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, ada kecemasan yang terlihat menjelang pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un di Pulau Sentosa, Singapura. Kecemasan pasar dapat bertransformasi menjadi penguatan harga emas yang seringkali dijadikan aset safe haven.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: Time

Share This

Berita Komoditas Lainnya

December 10, 2018

Harga Emas Mulai Sundul 1250

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Sejak Senin pagi hingga siang ini harga emas masih bergerak tipipis namun stabil di dekat puncak tertinggi 5-bulan, terbantu oleh berkurangnya potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pergerakan bullish harga emas…
December 10, 2018

Harga Emas Stabil di Senin Pagi Pasca Lonjakan di Pekan Lalu

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Harga emas tampak stabil pada Senin pagi ini setelah pada sesi penutupan pekan lalu mencapai titik tertinggi sejak Juli sekaligus mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus di tengah gejolak pasar yang…
December 07, 2018

Harga Emas Naik Tipis di Jumat Siang, Pasar Tunggu NFP

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas naik sedikit pada hari Jumat karena dolar AS masih didominasi sentimen negatif menyusul penurunan imbal hasil (yield) Treasury AS. Sementara itu para investor masih menunggu rilis data penggajian sektor…
December 07, 2018

Harga Emas Melayang di Dekat Titik Tertinggi 5-bulan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas bergerak mendatar pada Jumat pagi setelah di sesi sebelumnya menanjak ke harga tertinggi dalam lima bulan terakhir karena dolar AS melemah. Faktor utama yang menyebabkan dolar AS bergerak turun sekitar 0,3…
December 06, 2018

Naik di Asia, Harga Emas Mulai Terkoreksi Saat Masuki Eropa

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/12/2018 – Harga emas pagi tadi sempat menanjak ke $1.240,60, mendekati level tertinggi sesi Selasa di $1.241,75, terdorong oleh aksi risk aversion yang menekan dolar AS. Benjamin Lu, analis komoditas dengan Phillip Futures,…