ForexSignal88.com l Jakarta, 06/06/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini bergerak positif seiring masih munculnya kekhawatiran investor terhadap masa depan suku bunga the Fed yang terus menghantui langkah positif emas.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, kondisi greenback mengalami tekanannya dari emas, sehingga hal ini membuat harga emas kontrak Agustus di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $3,10 atau 0,24% di level $1300,40 per troy ounce.

Dan kondisi ini berlanjut juga kejadiannya ketika perdagangan pasar komoditi di Tokyo pagi ini berlangsung, di mana harga emas kontrak Agustus untuk sementara mengalami kondisi yang menguat $0,50 atau 0,04% di level $1301,70 per troy ounce.

Harga emas pekan lalu sempat mengalami koreksi panjang setelah data-data ekonomi AS berhasil menutup kekuatan emas sebagai aset pengaman investor. Akhir pekan lalu, data tenaga kerja AS ternyata hasilnya makin solid di periode lalu untuk mendukung kenaikan suku bunga the Fed di bulan ini. Ditambah lagi data aktivitas manufaktur ISM membaik lagi dan bertambah besar sisi ekspansinya, sehingga hal ini menambah penderitaan harga emas untuk masih bertahan di bawah level psikologis $1300 per troy ounce di pekan lalu.

Namun semalam semua berbalik kejadiannya di mana dengan semakin tingginya kekuatan ekonomi atau pertumbuhan, maka sisi inflasi juga akan semakin meningkat pula sehingga investor butuh sebuah aset yang khusus melindunginya, yaitu emas. Siftuasi ini kemungkinan di pagi sekarang ini akan dipertahankannya.

Selain itu kenaikan emas masih bisa dibantu oleh sisi non data ekonomi yaitu masalah perang dagang. Jika persoalan perang dagang ini bisa dieliminasi investor dan beralih untuk fokus kepada latar belakang ekonomi dunia maka emas bisa tertekan.

Bila mengacu pada data ekonomi, maka memang sulit bagi investor untuk membandingkan latar belakang ekonomi AS dengan pihak lain karena sejak 3 tahun terakhir jalan normalisasi kebijakan moneter the Fed sudah berjalan. Sedangkan emas sendiri sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga the Fed di mana emas tidak akan dilirik investor ketika suku bunga naik karena investor mencari aset-aset berlatar belakang dolar.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters,

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Komoditas Lainnya

December 10, 2018

Harga Emas Mulai Sundul 1250

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Sejak Senin pagi hingga siang ini harga emas masih bergerak tipis namun stabil di dekat puncak tertinggi 5-bulan, terbantu oleh berkurangnya potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pergerakan bullish harga emas…
December 10, 2018

Harga Emas Stabil di Senin Pagi Pasca Lonjakan di Pekan Lalu

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Harga emas tampak stabil pada Senin pagi ini setelah pada sesi penutupan pekan lalu mencapai titik tertinggi sejak Juli sekaligus mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus di tengah gejolak pasar yang…
December 07, 2018

Harga Emas Naik Tipis di Jumat Siang, Pasar Tunggu NFP

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas naik sedikit pada hari Jumat karena dolar AS masih didominasi sentimen negatif menyusul penurunan imbal hasil (yield) Treasury AS. Sementara itu para investor masih menunggu rilis data penggajian sektor…
December 07, 2018

Harga Emas Melayang di Dekat Titik Tertinggi 5-bulan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas bergerak mendatar pada Jumat pagi setelah di sesi sebelumnya menanjak ke harga tertinggi dalam lima bulan terakhir karena dolar AS melemah. Faktor utama yang menyebabkan dolar AS bergerak turun sekitar 0,3…
December 06, 2018

Naik di Asia, Harga Emas Mulai Terkoreksi Saat Masuki Eropa

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/12/2018 – Harga emas pagi tadi sempat menanjak ke $1.240,60, mendekati level tertinggi sesi Selasa di $1.241,75, terdorong oleh aksi risk aversion yang menekan dolar AS. Benjamin Lu, analis komoditas dengan Phillip Futures,…