ForexSignal88.com l Jakarta, 12/03/2018 – Pada perdagangan akhir pekan kemarin, dua harga patokan minyak dunia bergerak seragam dimana keduanya bergerak menguat tajam dan ditutup secara mingguan bisa di area positif karena konsumsi AS akan meningkat dan risiko geopolitik Korea yang mereda.

Menteri Pertahanan Korea Selatan telah menyodorkan undangan secara resmi kepada Gedung Putih bahwa Presiden Korea Utara ingin segera bertemu dengan Presiden Donald Trump untuk membahas denuklirisasi dan penghapusan embargo bagi Korea Utara. Dijadwalkan perundingan antara kedua pihak yang telah berseteru ini akan terjadi di bulan Mei nanti, dan sejauh ini Presiden Trump telah setuju untuk bertemu dengan Presiden Kim.

Situasi geopolitik Korea yang agak mendingin tentunya juga akan menguntungkan bagi minyak karena salah satu kausul embargo ke Korea Utara tersebut adalah pengiriman minyak dari Rusia yang tentunya jika dicabut embargonya maka ekspor minyak ke Korea akan dibuka kembali.

Alhasil hal ini membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak April di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk ditutup menguat $1,92 atau 3,19% di level $62,04 per barel. Sedangkan minyak Brent kontrak Mei di pasar ICE Futures London ditutup menguat $1,88 atau 2,96% di harga $65,49 per barel. Untuk perdagangan mingguan, harga minyak WTI mengalami kenaikan sebesar 1,3% dan harga minyak Brent alami kenaikan sebesar 1,7%.

Sejak tahun lalu sisi geopolitik Korea ini terus membayangi harga minyak untuk tidak menguat padahal OPEC sudah membatasi pasokan minyak dunia, karena investor minyak sangat khawatir bahwa masalah geopolitik Korea ini bisa menghambat kelancaran pasokan minyak khususnya ke Korea Selatan, China dan Jepang serta Rusia.

Dengan akan dibukanya hubungan Korea Utara-AS maka pasokan minyak dunia akan lancar. Namun langkah OPEC juga telah membuahkan hasil dengan AS sudah mulai mengeluarkan cadangan minyaknya lebih besar 7 juta bph maka itu berarti antara pasokan dan permintaan minyak dunia makin ketat, apalagi bulan lalu, tambahan tenaga kerja AS meningkat lebih dari 310 ribu pekerja, maka berarti konsumsi energi juga akan meningkat.

Baker Hughes sendiri menyatakan bahwa sekitar 4 kilang telah dinon-aktifkan sehingga ini merupakan minggu pertama sejak 7 pekan sebelumnya yang merupakan penutupan, sehingga total rig yang aktif sejumlah 796 rig. Ini juga sebagai pertanda bahwa pasokan minyak AS akan berkurang di pekan selanjutnya.

Itu berarti produksi minyak AS akan di bawah 10,3 juta bph yang pekan lalu telah dilaporkan oleh EIA. IEA sendiri memperkirakan bahwa kenaikan produksi minyak AS bisa menjadi 12,3 juta bph dan tentu ini adalah negara yang mempunyai produksi minyak terbesar di dunia dan akan menjadi negara swasembada energi.

EIA juga menyatakan bahwa telah terjadi revisi atas produksi minyak AS yang diperkirakan mengalami kenaikan produksi sebesar 120 ribu bph menjadi 11,17 juta bph pada kuartal keempat 2018. Ini berarti akan membawa AS melewati produksi minyak Rusia dan akan menjadi produsen utama minyak dunia. Seperti kita ketahui bahwa tahun lalu AS sudah melewati produksi minyak Arab Saudi.

Tahun 2019 menurut perkiraan EIA bahwa akan terjadi kenaikan produksi minyak AS sebesar 570 ribu bph menjadi 11,27 juta bph atau naik dari sebelumnya 11,04 juta bph. Produksi minyak AS pekan lalu naik 86 ribu bph menjadi 10,369 juta bph.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: Sputnik International

Share This

Berita Komoditas Lainnya

June 08, 2018

Harga Emas Melemah Di Saat Pasar Khawatir Akan Naiknya Suku Bunga

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/06/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London di mana harga emas saat ini masih bergerak untuk melemah kembali dengan pengaruh akan naiknya…
June 08, 2018

Perang Dagang Bisa Dukung Harga Emas Membaik

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/06/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini bergerak negatif seiring masih munculnya kekhawatiran investor terhadap masa depan perdagangan AS dengan negara-negara maju dunia yang tergabung dalam…
June 07, 2018

Harga Emas Belum Bertenaga Saat Pasar Menunggu Aksi The Fed

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/06/2018 – Harga emas terlihat stabil pada awal hari Kamis, setelah kemarin bergerak di dalam kisaran sempit saat dolar AS lebih lemah dan ketegangan perdagangan internasional memberikan dukungan kepada harga komoditas tersebut…
June 07, 2018

Harga Emas Masih Mendatar Saat Memasuki Pasar Eropa

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/06/2018 – Hingga saat berita ini ditulis saat memasuki sesi perdagangan Eropa, harga emas terlihat tetap stabil di kisaran yang sempit. Sebelumnya pada sesi Rabu, harga logam kuning bergerak di dalam kisaran sempit bahkan di…
June 06, 2018

Harga Emas Terus Menguat

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/06/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London di mana harga emas saat ini masih bergerak untuk menguat kembali dengan masih munculnya pengaruh…