ForexSignal88.com l Jakarta, 08/03/2018 – Pada perdagangan kemarin, dua patokan harga minyak dunia bergerak seragam dimana keduanya bergerak melemah tajam sekitar 2% akibat dari masih meningginya persediaan minyak AS dan sekaligus AS akan menjadi produsen utama minyak dunia.

Gary Cohn merasa tidak didengar lagi sarannya oleh Presiden Trump untuk menunda usulan kebijakan tarif impor baja dan alumunium sehingga mengundurkan diri sebagai penasehat ekonomi Gedung Putih. Kondisi mengakibatkan pasar makin kisruh melihatnya bahwa keputusan Trump ini memang akan menimbulkan perang dagang di seluruh dunia.

Beberapa negara seperti di Eropa dan China juga sedang mempersiapkan diri untuk memberikan balasan kepada AS sehingga membuat impor minyak AS bisa mengalami penurunan permintaan.

Alhasil hal ini membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak April di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk ditutup melemah $1,27 atau 2,03% di level $61,33 per barel. Sedangkan minyak Brent kontrak Mei di pasar ICE Futures London ditutup melemah $1,27 atau 1,93% di harga $64,52 per barel.

Harga minyak sebetulnya sudah mulai terbatas kenaikannya sejak pekan lalu yang mana International Energy Agency melalui presidennya, Fatih Birol menyatakan bahwa produksi minyak AS pada 2019 akan menjadi yang terbesar melewati produksi minyak Rusia. Itu berarti produksi minyak AS pada 2019 akan lebih dari 11 juta bph, dan diperkirakan bahwa produksi minyak AS di 5 tahun mendatang bisa menutupi kekurangan pasokan minyak dunia. IEA memperkirakan bahwa kenaikan produksi minyak AS bisa menjadi 12,3 juta bph dan tentu ini adalah negara yang mempunyai produksi minyak terbesar di dunia dan akan menjadi negara swasembada energi.

Pelemahan minyak juga didukung oleh dolar AS yang sedikit masih melawan mata uang utama dunia sehingga harga minyak sendiri bisa tertekan. Seperti kita ketahui bahwa korelasi antara dolar AS dan harga minyak sangat dekat karena usaha beli minyak biasanya menggunakan mata uang AS tersebut. Semakin dolar AS menguat maka usaha beli minyak akan terlihat semakin mahal dan kuantitas belinya tentunya akan berkurang.

Investor khawatir dengan akan rilisnya data-data persediaan minyak AS sehingga nuansa beli memang tidak terlalu besar. Data EIA semalam menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS di pekan lalu mengalami kenaikan sebesar 2,408 juta barel. Persediaan bensin turun sebesar 788 ribu barel. Sedangkan persediaan minyak pemanas dan solar turun sebesar 559 ribu barel.

EIA menyatakan bahwa telah terjadi revisi atas produksi minyak AS yang diperkirakan mengalami kenaikan produksi sebesar 120 ribu bph menjadi 11,17 juta bph pada kuartal keempat 2018. Ini berarti akan membawa AS melewati produksi minyak Rusia dan akan menjadi produsen utama minyak dunia. Seperti kita ketahui bahwa tahun lalu AS sudah melewati produksi minyak Arab Saudi.

Tahun 2019 menurut perkiraan EIA bahwa akan terjadi kenaikan produksi minyak AS sebesar 570 ribu bph menjadi 11,27 juta bph atau naik dari sebelumnya 11,04 juta bph. Produksi minyak AS pekan lalu naik 86 ribu bph menjadi 10,369 juta bph.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: Pinterest

Share This

Berita Komoditas Lainnya

June 08, 2018

Harga Emas Melemah Di Saat Pasar Khawatir Akan Naiknya Suku Bunga

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/06/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London di mana harga emas saat ini masih bergerak untuk melemah kembali dengan pengaruh akan naiknya…
June 08, 2018

Perang Dagang Bisa Dukung Harga Emas Membaik

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/06/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini bergerak negatif seiring masih munculnya kekhawatiran investor terhadap masa depan perdagangan AS dengan negara-negara maju dunia yang tergabung dalam…
June 07, 2018

Harga Emas Belum Bertenaga Saat Pasar Menunggu Aksi The Fed

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/06/2018 – Harga emas terlihat stabil pada awal hari Kamis, setelah kemarin bergerak di dalam kisaran sempit saat dolar AS lebih lemah dan ketegangan perdagangan internasional memberikan dukungan kepada harga komoditas tersebut…
June 07, 2018

Harga Emas Masih Mendatar Saat Memasuki Pasar Eropa

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/06/2018 – Hingga saat berita ini ditulis saat memasuki sesi perdagangan Eropa, harga emas terlihat tetap stabil di kisaran yang sempit. Sebelumnya pada sesi Rabu, harga logam kuning bergerak di dalam kisaran sempit bahkan di…
June 06, 2018

Harga Emas Terus Menguat

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/06/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London di mana harga emas saat ini masih bergerak untuk menguat kembali dengan masih munculnya pengaruh…