ForexSignal88.com l Jakarta, 05/03/2018 – Pada perdagangan akhir pekan kemarin, harga minyak dunia bergerak seragam dimana keduanya bergerak berbalik menguat seiring dengan mulai melemahnya dolar AS akibat dari diberlakukannya tarif bea masuk besi dan alumunium ke AS yang baru.

Presiden Trump pekan lalu akan memberlakukan tarif bea masuk yang baru bagi produk baja dan alumunium yang mulai digunakan pekan depan, sehingga pasar saham bergoyang bergoyang negatif di akhir pekan di mana investor membacanya bahwa sektor manufaktur AS kemungkinan besar akan mengalami penurunan produksinya dan membuat aktivitasnya turun sehingga permintaan bahan balar kemungkinan akan berkurang.

Beruntung memang dolar AS mengalami tekanan sehingga harga minyak sendiri bisa tidak tertekan. Seperti kita ketahui bahwa korelasi antara dolar AS dan harga minyak sangat dekat karena usaha beli minyak biasanya menggunakan mata uang AS tersebut. Semakin dolar AS melemah maka usaha beli minyak akan terlihat semakin murah dan kuantitas belinya tentunya akan bertambah.

Hal ini membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak April di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk ditutup menguat $0,26 atau 0,43% di level $61,25 per barel. Sedangkan minyak Brent kontrak April di pasar ICE Futures London ditutup menguat $0,54 atau 0,84% di harga $64,37 per barel. Untuk perdagangan sepekan, harga minyak WTI mengalami penurunan 3,6% dan Brent turun 4%.

Harga minyak sebetulnya sudah mulai tertekan sejak pekan lalu yang mana International Energy Agency melalui presidennya, Fatih Birol menyatakan bahwa produksi minyak AS pada 2019 akan menjadi yang terbesar melewati produksi minyak Rusia. Itu berarti produksi minyak AS pada 2019 akan lebih dari 11 juta bph.

2 pekan lalu produksi minyak AS menurut EIA telah mencapai 10,27 juta bph, dan angka tersebut juga sudah melewati produksi minyak Arab Saudi, di mana menurut Arab Saudi sendiri pada bulan Maret akan menurunkan produksi minyak lagi sekaligus menurunkan jumlah ekspor minyaknya tidak sampai 7 juta bph. Dan pekan lalu, menurut EIA bahwa produksi minyak AS naik 13 ribu bph menjadi 10,283 juta bph.

Kondisi ini memberi rasa khawatir bahwa pasokan minyak dunia akan meningkat tajam apalagi beberapa aktivitas industri di China dan Jepang serta AS sedang lesu sehingga permintaan impor minyak dari Asia sepertinya akan berkurang, dan perdagangan bulanan diakhiri dengan area negatif.

Beruntung bagi minyak ada hasil survei Reuters dan Bloomberg yang menyatakan bahwa produksi minyak OPEC bulan lalu mengalami penurunan lagi di 10 bulan berturut-turut. Menurut mereka bahwa produksi minyak OPEC sekarang mencapai 32,28 juta bph atau turun 80 ribu bph. Angka produksi tersebut mendekati level terendah April lalu 31,89 juta bph.

Baler Hughes sendiri akhir pekan lalu menyatakan bahwa kilang minyak AS yang diaktifkan kembali berjumlah 1 sehingga total menjadi 800 rig yang aktif. Pertanda harga minyak siap-siap turun.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: Veterans Today Money

Share This

Berita Komoditas Lainnya

September 20, 2018

Tekanan Jual Harga Emas Mulai Timbul Akibat Perang Dagang

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/09/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak sedikit memburuk disaat pasar melihat ada peluang jual sejenak yang muncul disaat perang dagang yang sedang memanas. Seperti…
September 19, 2018

Program Stimulus Berhasil Angkat Harga Emas Kembali

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/09/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada perdagangan di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, kondisi harga emas saat ini masih berada di ruang yang positif dengan masih…
September 19, 2018

Sentimen Positif Harga Emas Mulai Timbul Meski Ada Perang Dagang

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/09/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak sedikit membaik meski pasar melihat ada peluang jual sejenak yang muncul disaat perang dagang yang sedang memanas. Seperti kita…
September 18, 2018

Sentimen Negatif Harga Emas Tetap Ada Pasca Tarif Baru Trump

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada perdagangan di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, kondisi harga emas saat ini masih berada di ruang yang negatif dengan masih…
September 18, 2018

Momentum Negatif Harga Emas Langsung Timbul Disaat Perang Dagang Memuncak

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak sedikit memburuk karena pasar memanfaatkan peluang jual sejenak yang muncul disaat perang dagang sedang memanas kembali. Seperti…