ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga sore hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak seragam di mana minyak WTI dan minyak Brent masuk di area aksi jual lanjutan setelah dolar AS sedikit menguat dan produksi minyak AS yang akan membesar.

Menguatnya dolar AS terjadi di perdagangan hari ini setelah investor melakukan aksi beli kembali di pasar ekuitas AS jelang penutupan perdagangan bulanan dengan pengaruh dari testimoni Powell yang bernada hawkish. Penguatan dolar AS itu berarti impor minyak dunia akan terlihat lebih mahal sisi belinya sebagai konsekuensi bersamaan dengan naiknya nilai dolar AS, sehingga investor minyak langsung menahan untuk melakukan pembelian minyaknya secara besar.

Sedikit memburuknya harga minyak sedikit terganggu oleh laporan Baker Hughes bahwa jumlah rig AS bertambah 1 yang aktif sehingga total menjadi 799 rig yang aktif, jumlah tertinggi sejak 2 April 2015. Namun penambahan hanya 1 tersebut menandakan bahwa produksi minyak AS kenaikannya tidak akan signifikan karena jarak harga antara WTI dan Brent atau biasa dikenal dengan sebutan disparitas harga WTI dan Brent makin menipis, sekitar $4 per barel, turun dari $7 per barel ke atas pada akhir tahun 2017 lalu.

Seperti kita ketahui bahwa kondisi disparitas harga yang melebar biasanya akan membawa dampak produksi minyak serpih AS akan meningkat tajam. Biasanya disparitas di atas angka $5 per barel membuat produksi minyak AS akan meningkat tajam.

Hal ini membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak April di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara melemah $0,30 atau 0,48% di level $62,71 per barel. Sedangkan minyak Brent kontrak April di pasar ICE Futures London sementara melemah $0,25 atau 0,35% di harga $66,45 per barel.

Sebelum pernyataan Powell keluar, harga minyak sudah mulai tertekan setelah International Energy Agency melalui presidennya, Fatih Birol menyatakan bahwa produksi minyak AS pada 2019 akan menjadi yang terbesar melewati produksi minyak Rusia. Itu berarti produksi minyak AS pada 2019 akan lebih dari 11 juta bph.

Pekan lalu saja produksi minyak AS mencapai 10,27 juta bph, dan angka tersebut juga sudah melewati produksi minyak Arab Saudi, di mana menurut Arab Saudi sendiri pada bulan Maret akan menurunkan produksi minyak lagi sekaligus menurunkan jumlah ekspor minyaknya tidak sampai 7 juta bph.

Pernyataan Birol tersebut membuat pasar minyak bergejolak, khawatir dengan pasokan minyak yang akan berlimpah lagi. Ditambah oleh pernyataan Powell yang membuat dolar AS menguat tajam, bertambah pula koreksi minyak yang hampir 2% tersebut jelang data persediaan minyak AS keluar nanti malam dan bertepatan dengan perdagangan akhir bulan alias tutup kontrak bulanan.

Bertahannya harga minyak di level tinggi berkat pernyataan Menteri Minyak Arab Saudi, Khalid al-Falih yang berkata bahwa pertumbuhan antara pasokan minyak dunia akan segera diimbangi dengan naiknya permintaannya karena pertumbuhan ekonomi global yang juga sedang melaju, sehingga dalam tahun ini keseimbangan pasar minyak dunia akan segera tercapai dan bahkan bisa mengalami defiisit di akhir tahun, sehingga tahun depan upaya terhadap oembatasan pasokan minyak 1,8 juta bph juga sudah bisa dikurangi.

Sumber berita: Bloomberg, ForexSignal88.com, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: CNBC

Berita Komoditas Lainnya

September 21, 2018

Harga Emas Terus Pulih Di Saat Devaluasi Yuan Terus Berlangsung

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/09/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada perdagangan di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, kondisi harga emas saat ini masih berada di ruang yang positif dengan masih…
September 21, 2018

Dorongan Beli Emas Berlanjut Akibat Perang Dagang

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/09/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak sedikit membaik disaat pasar melihat ada peluang beli lanjutan yang muncul disaat perang dagang yang sedang memanas. Seperti…
September 20, 2018

Harga Emas Tetap Membaik Di Saat Berkecamuknya Perang Tarif

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/09/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada perdagangan di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, kondisi harga emas saat ini masih berada di ruang yang positif dengan masih…
September 20, 2018

Tekanan Jual Harga Emas Mulai Timbul Akibat Perang Dagang

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/09/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak sedikit memburuk disaat pasar melihat ada peluang jual sejenak yang muncul disaat perang dagang yang sedang memanas. Seperti…
September 19, 2018

Program Stimulus Berhasil Angkat Harga Emas Kembali

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/09/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada perdagangan di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, kondisi harga emas saat ini masih berada di ruang yang positif dengan masih…