ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Paling lambat pada tahun 2019, AS akan menyalip Rusia sebagai produsen minyak terbesar di dunia, demikian menurut International Energy Agency (IEA) pada hari Selasa (27/2) karena booming minyak serpih (oil shale) negara itu terus meningkatkan pasokan pasar global.

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan pada sebuah acara di Tokyo bahwa pada tahun depan, jika tidak tahun ini, AS akan mengambil alih posisi Rusia sebagai produsen minyak mentah terbesar.

"Pertumbuhan produksi oil shale AS sangat kuat, kecepatannya sangat kuat ... Amerika Serikat akan menjadi penghasil minyak nomor satu dalam waktu dekat," kata Birol kepada Reuters.

Produksi minyak mentah AS naik di atas 10 juta barel per hari (bph) pada akhir tahun lalu untuk pertama kalinya sejak tahun 1970-an, menyalip Arab Saudi, eksportir minyak utama.

Energy Information Administration (EIA), badan informasi energi AS, mengatakan pada awal bulan ini bahwa output AS akan melebihi 11 juta bph pada akhir tahun 2018.

Jumlah tersebut akan menempatkan AS di Rusia, yang memompa minyak tepat di bawah jumlah tersebut.

Birol mengatakan bahwa dia tidak melihat produksi minyak AS memuncak sebelum tahun 2020 dan dia pun memperkirakan tidak ada penurunan dalam empat sampai lima tahun ke depan.

Lonjakan produksi minyak AS terus membanjiri pasar minyak global dan terjadi di saat para produsen utama lainnya termasuk Rusia dan anggota OEPC yang didominasi negara-negara Timur Tengah terus menahan produksi mereka untuk menopang harga komoditas tersebut.

Minyak AS juga semakin banyak diekspor, termasuk ke pasar dengan pertumbuhan terbesar dan tercepat di dunia di Asia, menggerogoti pangsa pasar OPEC dan Rusia.

Sementara itu, impor minyak mentah bersih AS turun di pekan lalu sebesar 1,6 juta bph menjadi 4,98 juta bph, tingkat terendah sejak EIA mulai mencatat data tersebut pada tahun 2001, yang mencerminkan erosi lebih lanjut di pasar yang menjadi andalan OPEC selama beberapa dekade.

Birol mengatakan pertumbuhan produksi tidak hanya kuat di AS. Kanada, terutama oil sands (crude bitumen atau tar sands), dan proyek lepas pantai Brasil, adalah dua penggerak utama dan bukan AS.

Di sisi permintaan, Birol mengatakan IEA memperkirakan akan terjadi pertumbuhan sekitar 1,4 juta bph pada tahun 2018.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Shale Industry News and Shale Information

Share This

Berita Komoditas Lainnya

December 11, 2018

Harga Emas Stabil Meski Bersaing Ketat dengan Greenback

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2018 – Harga emas bertahan stabil pada hari Selasa pagi hingga siang ini, didukung oleh harapan bahwa Federal Reserve dapat menghentikan siklus kenaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, tetapi dolar AS yang…
December 11, 2018

Harga Emas Terkoreksi Seiring Penguatan Dolar AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2018 – Harga emas bergerak lebih rendah pada hari Senin karena dolar AS menguat, terutama terhadap pound sterling, karena keraguan pasar tentang keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Namun penurunan ekuitas dan prospek laju…
December 10, 2018

Harga Emas Mulai Sundul 1250

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Sejak Senin pagi hingga siang ini harga emas masih bergerak tipis namun stabil di dekat puncak tertinggi 5-bulan, terbantu oleh berkurangnya potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pergerakan bullish harga emas…
December 10, 2018

Harga Emas Stabil di Senin Pagi Pasca Lonjakan di Pekan Lalu

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Harga emas tampak stabil pada Senin pagi ini setelah pada sesi penutupan pekan lalu mencapai titik tertinggi sejak Juli sekaligus mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus di tengah gejolak pasar yang…
December 07, 2018

Harga Emas Naik Tipis di Jumat Siang, Pasar Tunggu NFP

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas naik sedikit pada hari Jumat karena dolar AS masih didominasi sentimen negatif menyusul penurunan imbal hasil (yield) Treasury AS. Sementara itu para investor masih menunggu rilis data penggajian sektor…