ForexSignal88.com l Jakarta, 27/02/2018 – Pada perdagangan awal pekan kemarin, harga minyak dunia bergerak seragam dimana keduanya bergerak naik seiring dengan mulai terbatasnya pasokan minyak dunia sesuai pernyataan dari Menteri Minyak Arab Saudi dan terdorong oleh melemahnya dolar AS.

Menteri Minyak Arab Saudi, Khalid al-Falih menyatakan bahwa pertumbuhan antara pasokan minyak dunia akan segera diimbangi dengan naiknya permintaannya karena pertumbuhan ekonomi global yang juga sedang melaju, sehingga dalam tahun ini keseimbangan pasar minyak dunia akan segera tercapai dan bahkan bisa mengalami defiisit di akhir tahun, sehingga tahun depan upaya terhadap pembatasan pasokan minyak 1,8 juta bph juga sudah bisa dikurangi.

Rasa optimis al-Falih dinyatakannya dengan harapan bahwa OPEC dan Rusia tetap berpegang teguh untuk menjaga komitmen pembatasan produksi minyaknya 1,8 juta bph hingga akhir tahun, sehingga dirinya tidak terlalu risau dengan melonjaknya produksi minyak serpih AS. Arab Saudi di bulan depan sudah berkomitmen untuk menurunkan ekspor minyaknya di bawah 7 juta bph.

Hal ini membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak April di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk ditutup menguat $0,47 atau 0,74% di level $64,02 per barel. Sedangkan minyak Brent kontrak April di pasar ICE Futures London ditutup menguat $0,24 atau 0,36% di harga $67,55 per barel.

Penguatan harga minyak di pekan lalu menandakan bahwa kenaikan 2 pekan berturut-turut tersebut telah membuat kepercayaan investor bahwa pasokan minyak dunia sudah semakin menipis apalagi kilang minyak El Feel di Libya dengan kapasitas pasokan 70 ribu bph sedang di tutup untuk sementara karena masalah darurat.

Persediaan minyak mentah pemerintah AS di pekan lalu mengalami penurunan sebesar 1,616 juta barel, jauh di bawah ekspektasi pasar yang naik 2,355 juta barel. Persediaan yang menurun tersebut membuat persediaan rata-rata 5 tahun bagi minyak AS sudah di bawah target dan terjadi untuk pertama kalinya sejak 4 tahun terakhir. EIA juga menyatakan bahwa produksi minyak AS masih di sekitar 10,27 juta bph dan diperkirakan hingga akhir tahun ini produksi minyak AS akan di atas 11 juta bph.

Pelemahan dolar AS terjadi di perdagangan semalam ini setelah investor melakukan aksi ambil untungnya di pasar ekuitas AS jelang penutupan perdagangan bulanan dan juga khawatir nada testimoni Powell keluarnya dovish. Pelemahan dolar AS itu berarti impor minyak dunia akan terlihat lebih murah sisi belinya sebagai konsekuensi bersamaan dengan turunnya nilai dolar AS, sehingga investor minyak langsung tancap gas melakukan pembelian minyaknya secara besar.

Membaiknya harga minyak tidak terganggu dengan laporan Baker Hughes bahwa jumlah rig AS bertambah 1 yang aktif sehingga total menjadi 799 rig yang aktif, jumlah tertinggi sejak 2 April 2015. Namun penambahan hanya 1 tersebut menandakan bahwa produksi minyak AS kenaikannya tidak akan signifikan karena jarak harga antara WTI dan Brent atau biasa dikenal dengan sebutan disparitas harga WTI dan Brent makin menipis, sekitar $4 per barel, turun dari $7 per barel ke atas pada akhir tahun 2017 lalu. Seperti kita ketahui bahwa kondisi disparitas harga yang melebar biasanya akan membawa dampak produksi minyak serpih AS akan meningkat tajam. Biasanya disparitas di atas angka $5 per barel membuat produksi minyak AS akan meningkat tajam.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Komoditas Lainnya

December 11, 2018

Harga Emas Stabil Meski Bersaing Ketat dengan Greenback

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2018 – Harga emas bertahan stabil pada hari Selasa pagi hingga siang ini, didukung oleh harapan bahwa Federal Reserve dapat menghentikan siklus kenaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, tetapi dolar AS yang…
December 11, 2018

Harga Emas Terkoreksi Seiring Penguatan Dolar AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2018 – Harga emas bergerak lebih rendah pada hari Senin karena dolar AS menguat, terutama terhadap pound sterling, karena keraguan pasar tentang keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Namun penurunan ekuitas dan prospek laju…
December 10, 2018

Harga Emas Mulai Sundul 1250

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Sejak Senin pagi hingga siang ini harga emas masih bergerak tipis namun stabil di dekat puncak tertinggi 5-bulan, terbantu oleh berkurangnya potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pergerakan bullish harga emas…
December 10, 2018

Harga Emas Stabil di Senin Pagi Pasca Lonjakan di Pekan Lalu

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Harga emas tampak stabil pada Senin pagi ini setelah pada sesi penutupan pekan lalu mencapai titik tertinggi sejak Juli sekaligus mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus di tengah gejolak pasar yang…
December 07, 2018

Harga Emas Naik Tipis di Jumat Siang, Pasar Tunggu NFP

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/12/2018 – Harga emas naik sedikit pada hari Jumat karena dolar AS masih didominasi sentimen negatif menyusul penurunan imbal hasil (yield) Treasury AS. Sementara itu para investor masih menunggu rilis data penggajian sektor…