ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga sore hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak seragam di mana minyak WTI dan minyak Brent masuk di area jual kembali setelah ekspor minyak AS yang naik lagi serta dolar AS yang menguat kembali.

Penguatan dolar AS terjadi di perdagangan hari ini setelah the Fed dalam notulennya menyatakan bahwa kondisi ekonomi AS akan memanas dan suku bunga bisa naik secara bertahap, sehingga investor melihat naiknya yield obligasi AS dan segera mengambil aksi beli kembali di dolar AS. Penguatan dolar AS itu berarti impor minyak dunia akan terlihat lebih mahal sisi belinya sebagai konsekuensi bersamaan dengan naiknya nilai dolar AS, sehingga investor minyak langsung menahan pembelian minyaknya.

Jarak harga antara WTI dan Brent atau biasa dikenal dengan sebutan disparitas harga WTI dan Brent makin menipis, sekitar $4 per barel, turun dari $7 per barel ke atas pada akhir tahun 2017 lalu. Seperti kita ketahui bahwa kondisi disparitas harga yang melebar biasanya akan membawa dampak produksi minyak serpih AS akan meningkat tajam. Biasanya disparitas di atas angka $5 per barel membuat produksi minyak AS akan meningkat tajam.

Alhasil membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak April di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara melemah $0,04 atau 0,06% di level $62,81 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak April di pasar ICE Futures London sementara sedang melemah $0,02 atau 0,03% di harga $66,37 per barel.

Dari data intelijen Genscape dinyatakan bahwa persediaan minyak AS di Oklahoma mengalami penurunan sebesar 2,1 juta barel di pekan lalu, dan data di gudang Cushing Oklahoma memang turun 2,7 juta barel.

Persediaan minyak mentah pemerintah AS di pekan lalu mengalami penurunan sebesar 1,616 juta barel, jauh di bawah ekspektasi pasar yang naik 2,355 juta barel. Persediaan bensin naik hanya 261 ribu barel. Sedangkan persediaan minyak pemanas dan solar turun tajam sebesar 2,422 juta barel. Namun EIA juga menyatakan bahwa produksi minyak AS masih di sekitar 10,27 juta bph dan diperkirakan hingga akhir tahun ini produksi minyak AS akan di atas 11 juta bph.

Impor minyak AS juga turun dari 5 juta bph menjadi 1,6 juta bph, level terendah sejak EIA mencatat di 2001. Sedangkan ekspor minyak AS melonjak tajam lebih dari 2 juta bph, atau sedikit di bawah rekor tertinggi ekspor minyak AS pada Oktober tahun lalu yang mencapai 2,1 juta bph.

Secara umum, pasar minyak tetap di dukung dengan baik karena adanya pembatasan pasokan minyak OPEC. Sekjen OPEC Mohammed Barkindo menyatakan bahwa permintaan minyak global di 2018 bisa tumbuh 1,6 juta bph. Mirip dengan pandangan Citigroup bahwa pertumbuhan ekonomi global yang membaik maka akan meningkatkan permintaan konsumsi minyak dunia. Citigroup memperkirakan bahwa 2018 ini, pasokan minyak akan kelebihan pasokan hanya 0,2 juta bph atau bahkan 0 karena sisi permintaan yang meningkat tersebut.

Sumber berita: Bloomberg, ForexSignal88.com, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: CNBC

Berita Komoditas Lainnya

September 20, 2018

Tekanan Jual Harga Emas Mulai Timbul Akibat Perang Dagang

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/09/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak sedikit memburuk disaat pasar melihat ada peluang jual sejenak yang muncul disaat perang dagang yang sedang memanas. Seperti…
September 19, 2018

Program Stimulus Berhasil Angkat Harga Emas Kembali

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/09/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada perdagangan di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, kondisi harga emas saat ini masih berada di ruang yang positif dengan masih…
September 19, 2018

Sentimen Positif Harga Emas Mulai Timbul Meski Ada Perang Dagang

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/09/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak sedikit membaik meski pasar melihat ada peluang jual sejenak yang muncul disaat perang dagang yang sedang memanas. Seperti kita…
September 18, 2018

Sentimen Negatif Harga Emas Tetap Ada Pasca Tarif Baru Trump

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada perdagangan di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, kondisi harga emas saat ini masih berada di ruang yang negatif dengan masih…
September 18, 2018

Momentum Negatif Harga Emas Langsung Timbul Disaat Perang Dagang Memuncak

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2018 – Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak sedikit memburuk karena pasar memanfaatkan peluang jual sejenak yang muncul disaat perang dagang sedang memanas kembali. Seperti…