ForexSignal88.com l Jakarta, 21/02/2018 – Pada perdagangan kemarin, harga minyak dunia bergerak beragam dimana WTI naik dan Brent turun dengan pemicu bahwa pasokan minyak Kanada ke AS berkurang serta kondisi nilai dolar AS yang menguat tentu akan membatasi sisi beli minyak itu sendiri.

Harga minyak WTI yang menguat di dukung oleh berkurangnya pasokan minyak AS dari jaringan pipa Keystone Kanada yang sejak berlangsung sejak akhir tahun lalu karena terjadi kebocoran sehingga memotong pasokan minyak Kanada ke AS. Dari data intelijen Genscape dinyatakan bahwa persediaan minyak AS di Oklahoma mengalami penurunan sebesar 2,1 juta barel di pekan lalu.

Sedangkan pelemahan harga Brent terjadi setelah pasar saham AS mengalami koreksi yang besar sehingga ini membuat nilai dolar AS mulai menguat kembali dan membatasi investor untuk memborong minyak kembali karena nilai bahan bakar menjadi lebih mahal.

Hal ini membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Maret di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk ditutup menguat $0,22 atau 0,36% di level $61,90 per barel. Sedangkan minyak Brent kontrak April di pasar ICE Futures London ditutup melemah $0,54 atau 0,82% di harga $65,13 per barel.

Berlawanannya harga minyak tersebut membuat disparitas alias jarak harga di antara kedua jenis minyak tersebut makin menyempit atau mengecil, di mana sekarang disparitas WTI dengan Brent sekitar $3,22 per barel, turun dari lebih $7 per barel pada akhir tahun 2017 lalu.

Seperti kita ketahui bahwa kondisi disparitas harga yang melebar biasanya akan membawa dampak produksi minyak serpih AS akan meningkat tajam. Biasanya disparitas di atas angka $5 per barel membuat produksi minyak AS akan meningkat tajam.

Secara umum, pasar minyak tetap di dukung dengan baik karena adanya pembatasan pasokan minyak OPEC. Sekjen OPEC Mohammed Barkindo menyatakan bahwa rata-rata tingkat kepatuhan terhadap komitmen pembatasan pasokan minyak tahun lalu mencapai 107%. Sedangkan awal tahun ini, tingkat kepatuhan sudah naik menjadi 133%.

Barkindo menyatakan bahwa permintaan minyak global di 2018 bisa tumbuh 1,6 juta bph. Mirip dengan pandangan Citigroup bahwa pertumbuhan ekonomi global yang membaik maka akan meningkatkan permintaan konsumsi minyak dunia. Citigroup memperkirakan bahwa 2018 ini, pasokan minyak akan kelebihan pasokan hanya 0,2 juta bph atau bahkan 0 karena sisi permintaan yang meningkat tersebut.

Presiden OPEC yang juga merupakan Menteri Minyak Uni Emirat Arab, Suhail Mohammed al-Mazroui juga menyatakan bahwa titik keseimbangan pasokan dan permintaan akan minyak segera akan seimbang, sehingga dirinya menginginkan investasi di sektor ini harus tetap terjaga.

Sedangkan kepala riset OPEC Ayed Al Qahtani menyatakan bahwa persediaan minyak dunia masih di atas rata-rata persediaan 5 tahun yaitu di angka 74 juta barel. Angka tersebut lebih rendah dari persediaan di Januari 2017 sebesar 340 juta barel. Al Qahtani juga memberi perkiraan bahwa di kuartal 2 atau 3 pada tahun ini, kondisi keseimbangan pasar minyak akan segera tercapai.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: Oil and Gas Safety Supply

Share This

Berita Komoditas Lainnya

December 14, 2018

Harga Emas Stabil Seiring Beralihnya Fokus Pasar ke Fed Meeting

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Harga emas relatif stabil pada Jumat siang meskipun dibayangi tekanan jual. Stabilitas ini didukung oleh ketidakpastian di sekitar prospek kebijakan Federal Reserve untuk tahun depan. Harga logam mulia ini berada di…
December 14, 2018

Emas Turun karena Palladium Mundur Titik Rekor Tertinggi

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Harga emas berakhir lebih rendah pada hari Kamis, dengan kekuatan dolar AS secara keseluruhan memaksa harga logam itu bergerak mundur lebih jauh. Harga palladium yang menjauh dari rekor harga penutupan (settlement)…
December 13, 2018

Harga Emas Merosot Tipis karena Kabar Brexit dan AS-China

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Harga emas merosot tipis sejak Kamis pagi karena dolar AS mulai stabil setelah menurun dari level tertinggi satu bulan di sesi sebelumnya sedangkan palladium naik ke rekor tertinggi sepanjang masa $1.264,25 pada awal…
December 13, 2018

Naik Tipis, Harga Emas Gagal Terjang 1250

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Harga emas naik tipis pada hari Rabu karena merosotnya dolar AS dan ekspektasi pasar untuk jumlah kenaikan suku bunga AS tahun depan yang semakin meredup, meningkatkan daya tarik aset non-bunga seperti emas batangan.…
December 12, 2018

Harga Emas Berusaha Naik Menjelang CPI AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/12/2018 – Harga emas naik tipis pada awal sesi Rabu setelah ada indikasi bahwa Federal Reserve mungkin akan menurunkan kecepatan kenaikan biaya pinjaman dalam dua tahun ke depan. Data MetaTrader yang digunakan tim analisis…