ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – Para ekonom yang menjadi responden pada sebuah jajak pendapat Reuters mengatakan bahwa pemerintah AS telah salah melakukan pemotongan pajak pada tahap siklus bisnis saat ini mengingat ekonomi negara tersebut mendekati kondisi lapangan kerja penuh (full-employment), namun bagaimanapun juga program pemerintahan Trump tersebut akan membantu mengangkat pertumbuhan AS pada tahun ini dan memberi alasan lebih banyak kepada Federal Reserve untuk menaikkan suku bunganya.

Jajak pendapat terakhir terhadap lebih dari 100 ekonom yang dilakukan pada 8-14 Februari menunjukkan prospek pertumbuhan AS pada tahun 2018 meningkat, ekspektasi mengenai waktu ketika ukuran inflasi yang disukai The Fed dapat mencapai targetnya tertunda hingga awal tahun depan.

Jajak pendapat tersebut memperkirakan pengukuran inflasi yang disukai The Fed yaitu core PCE (personal consumption expenditure/belanja konsumsi pribadi), rata-rata akan berada di bawah target 2 persen The Fed di setiap kuartal tahun ini. Survei tersebut dilakukan sebelum data inflasi pada hari Rabu yang menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) AS naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan Januari.

The Fed cenderung menaikkan suku bunga tiga kali pada tahun 2018, sejalan dengan proyeksi bank sentral tersebut, meskipun beberapa pembuat kebijakan AS masih khawatir tentang inflasi upah yang lemah dan tekanan harga secara keseluruhan.

Tapi tingkat pengangguran saat ini berada di level terendah 17 tahun di 4,1 persen dan banyak ekonom memperingatkan bahwa stimulus fiskal yang lebih banyak bukanlah hal yang dibutuhkan ekonomi AS saat ini.

Brian Schaitkin, ekonom senior AS di The Conference Board, mengatakan bahwa waktu dan komposisi pemotongan pajak salah. Menurutnya, belanja infrastruktur bisa dilakukan lebih banyak untuk meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan masa depan daripada memberi bisnis lebih banyak uang dari pemotongan pajak.

Meskipun demikian, Ketua The Fed Jerome Powell, yang mengambil alih jabatan dari Janet Yellen pada bulan ini, diperkirakan akan mengikuti jalur kebijakan pendahulunya, sehingga probabilitas untuk kenaikan lebih dari tiga tingkat suku bunga pada tahun ini juga meningkat.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: IndustryWeek

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

September 18, 2018

Dolar AS Menekan Pasca Pengumuman Tarif Baru Trump

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin menguat sejenak terkait dengan rencana pengumuman tarif baru…
September 17, 2018

Dolar AS Masih Dalam Tekanan Jelang Pengumuman Tarif Baru Trump

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin sedikit melemah sejenak terkait dengan rencana pengumuman…
September 14, 2018

Dolar AS Masih Dalam Tekanan Inflasi Yang Rendah

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin sedikit melemah sejenak terkait dengan akan rendahnya inflasi…
September 13, 2018

Pasca Surat Mnuchin, Dolar AS Masih Dalam Tekanan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin sedikit melemah sejenak terkait dengan akan redanya tensi…
September 12, 2018

Jelang Rilis Beige Book, Dolar AS Menekan Sejenak

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin sedikit menguat sejenak terkait dengan jelang rilisnya…